NILAI-NILAI BUDAYA DALAM TEKS RAJA ALAM
DOI:
https://doi.org/10.26418/jurnalkpk.v1i2.25085Abstract
Abstraksi
Teks Raja Alam (RA) adalah salah satu teks sastra lisan Melayu Sambas. Teks ini pernah hidup dalam tradisi bedande"™, satu tradisi bersastra yang sudah hilang. Teksnya disampaikan dengan cara didendangkan. Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Melayu Sambas yang diperkaya dengan Bahasa Arab, idiolek, dan bentuk-bentuk stilisasi sehingga bahasanya sangat khas, ialah bahasa bedande"™. Teks ini juga kaya dengan formula dan kontruksi formulaik. Teks RA memiliki struktur yang utuh, yang terdiri atas bagian awal, bagian tengah, dan bagian akhir. Totalitas struktur teksnya diapit oleh eksordium dan doa selamat. Eksordium berfungsi mengantarkan pendendangan teks, sedangkan doa selamat berfungsi mengakhiri pendendangan teks. Teks RA tidak muncul dari kekosongan budaya. Sebagai teks yang lahir dari tengah masyarakat Melayu Sambas, tentulah teks ini mengandung nilai-nilai budaya Melayu Sambas. Berdasarkan kajian yang dilakukan terdapat nilai budaya yang berkaitan dengan hakikat kehidupan, hakikat hubungan manusia dengan alam sekitar, hakikat hubungan sesama manusia, hakikat hubungan manusia dengan ruang dan waktu, dan hakikat hubungan manusia dengan kerja.
Kata Kunci: Nilai, Budaya, Teks Raja Alam
References
DAFTAR PUSTAKA
Baried, Siti Baroroh dkk., 1985. Pengantar Ilmu Filologi. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Departemen Pendidikan dan Kebuayaan. Jakarta.
Culler, Jonathan. 1977. Structuralist Poetics. Stucturalism, Linguistic and the Study of Literature. Routledge dan Keegan Paul. London dan Henley.
Effendy, Chairil. 1992. ―Sastra Lisan Sambas: Suntingan Teks, Terjemahan, Struktur dan Fungsi.‖ Tesis S-2 UGM. Yogyakarta.
----------------------. 1994. ―Sastra Lisan
Sambas Selayang Pandang.‖ Makalah
Seminar Asosiasi Tradisi Lisan. Jakarta.
----------------------. 1995. ―Bedande‘ Raja
Alam‖. Makalah Dialog Borneo
Kalimantan. Pontianak.
----------------------. 1997. ―Raje Ngalam.
Suntingan Teks, Terjamahan, Disertai
Telaah Resepsi‖. Disertasi. Yogyakarta.
Effendy, Chairil dkk. 1996. Citra Hero: Telaah Unsur Tokoh Teks Raje Alam. Pusat Bahasa. Jakarta.
----------------------. 2001. Teks Raje Ngalam. Telaah Struktur dan Fungsi. Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta
Erlich, Victor. 1981. Russian Formalism.
History-Doctrine. Yale University Press.
New Haven dan London.
Finnegan, Ruth. 1992b. Oral Tradition and
the Verbal Arts: A Guide to Research
Practices. Routledge. London dan New
York.
Fokkema, D.W. dan Elrud Kunne-Ibsch. 1977. Theories of Literature in the Twentieth Century. C. Hurst. London.
Goldmann, Lucien. 1981. Method in the Sociology of Literature. Basil Blackwell. Oxford.
Goody, Jack. 1992. ―Oral Culture‖. Dalam Richard Bauman (Ed.), Folklore,
Cultural Performances, and Popular
Entertainments: A Communication-
Centered Handbook. Oxford University
Press. New York.
Hassan, Fuad 1985. ―Sastra sebagai Layar Proyeksi‖. Makalah Penataran Sastra. Bogor.
Hough, Graham. 1966. An Essay on Criticism.
W.W. Norton. New York.
Hutomo, Suripan Sadi. 1993. Cerita Kentrung Sarahwulan di Tuban. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.
Junus, Umar. 1993. Dongeng tentang Cerita. Dewan Bahasa dan Pustaka. Kuala Lumpur
Kartodirdjo, Sartono. 1992. Pendekatan Ilmu-
ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah.
Gramedia. Jakarta.
Kendon, Adam. 1992. “Gestureâ€. Dalam
Richard Bauman (Ed.), Folklore,
Cultural Performances, and Popular
Entertainments: A Communication-
Centered Handbook. Oxford University
Press. New York.
Koentjaraningrat, 1979. Pengantar Ilmu
Antroplologi. Aksara Baru. Jakarta.
Laurenson, Diane T. dan Alan Swingwood.
The Sociology of Literature. Mac Gibbon & Kee. London.
Liaw, Yock Fang. 1975. Sejarah Kesusastraan Melayu Klasik. Pustaka Nasional. Singapura.
Lord, Albert B. 1976. The Singer of Tale.
Atheneum. New York.
Mukarovsky, Jan. 1978. Structure, Sign and Function. Selected Essay by Jan Mukarovsky. Diterjemahkan dan disunting oleh John Burbank dan Peter Steiner. Yale University Press. New Haven.
Okpewho, Isidore. 1979. The Epic in Africa. Toward a Poetics of the Oral Performance. Columbia University Press. New York.
Osman, Mohd. Thaib. 1988. Bunga Rampai. Aspects of Malay Culture. Dewan Bahasa dan Pustaka. Kuala Lumpur.
Pelly, Usman. 1994. Teori-teori Sosial Budaya. Proyek Pembinaan dan Peningkatan Mutu Tenaga Kependidikan. Ditjen Dikti dan Kebudayaan. Jakarta.
Piaget, Jean. 1995. Strukturalisme. Diterjemahkan oleh Hermoyo. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta.
Riffaterre, Michael. 1970. ―Describing Poetics
Structure: Two Approach to Baudelaire‘s
les Chats.‖ Dalam Jacques Erhmann (ed.),
Structuralism. Doubleday. New York.
Rimmon-Kenan, Shlomith. 1986. Narrative Fiction: Contemporary Poetics. Methuen. London dan New York.
Sutrisno, Sulatin. 1981. Relevansi Studi Filologi‖. Naskah Pidato Pengukuhan Guru Besar pada FS UGM. Yogyakarta.
Sweeney, Amin. 1973. ―Professional Malay Story-Telling: Some Questions of Style and Presentation.‖ Dalam JMBRAS. Volume XLVI, Part 2, Desember, h. 1-53.
Teeuw, A. 1984. Sastra dan Ilmu Sastra.
Pengantar Teori Sastra. Pustaka Jaya.
Jakarta.
Thompson, Stith. 1977. The Folktale.
University of California Press. Oxford
Vansina, Jan. 1973. Oral Tradition. A Study in
Historical Methodology. Penguin Books.
Harmondsworth.
Downloads
Published
Issue
Section
License
An author who publishes in Jurnal Kajian Pembelajaran dan Keilmuan agrees to the following terms:
- Author retains the copyright and grants the journal the right of first publication of the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal
- Author is able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with the acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Author is permitted and encouraged to post his/her work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).