PEMBELAJARAN MATERI GERAK PADA MAKHLUK HIDUP MENGGUNAKAN LKPD SCIENTIFIC DENGAN METODE PEMBELAJARAN INKUIRI DI SMP
DOI:
https://doi.org/10.26418/jurnalkpk.v2i2.38323Abstract
Abstrak
Kurangnya pengetahuan tentang bagaimana mengimplikasikan IPA di dalam kehidupan sehari-hari, kurangnya kesiapan peserta didik untuk mengikuti pelajaran IPA dan kurangnya kemampuan IPA guru, menjadi kendala di dalam pembelajaran IPA. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mendeskripsikan kondisi, bentuk RPP dan skenario pembelajaran IPA di kelas VIII SMPN 03 Sungai Kunyit, dengan menerapkan motode inkuiri, dengan tahapan sebagai berikut;(1) Guru meminta peserta didik mengamati objek yang diamati dan mengajukan pertanyaan; (2) Guru membentuk kelompok yang anggotanya 4-5 orang secara heterogen; (3) Guru memberikan peserta didik mengajukan ide/masalah tentang objek yang diamati, guru memberikan tanggapan; (4) Guru mengarahkan peserta didik mengajukan hipotesis; (5) Guru membagikan LKPD dan mengarahkan peserta didik secara berkelompok untuk mengumpulkan data dan menjawab pertanyaan pada LKPD dengan membaca referensi terkait; (6) Guru mengarahkan peserta didik untuk menguji hipotesis dengan melakukan eksperimen ; (7) Guru mengarahkan peserta didik menarik kesimpulan; (8) Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki nilai/poin terbaik; (9) Guru memberikan evaluasi; (10) Penutup. Dapat disimpulkan bahwa dengan diterapkannya metode pembelajaran inkuiri, dapat membuat peserta didik aktif dalam pembelajaran.
Kata Kunci: Metode Pembelajaran Inkuiri, LKPD Scientific, Materi Gerak pada
Makhluk Hidup, Kegiatan Pembelajaran
References
Ahmadi, F. 1999. Psikologi Umum. Bandung: Pustaka Sutera.
Bistari. 2015. Mewujudkan Penelitian Tindakan Kelas (Kenaikan Pangkat Bagi Guru). Pontianak: PT. Ekadaya Multi Inovasi.
Johar. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Banda Aceh: Universitas Syiah Kuala.
Kemendikbud. 2013. Konsep Pendekatan Scientific. Jakarta: Badan pengembangan Sumber Daya Manusia, Pendidikan dan Kebudayaan.
Kemendikbud. 2017. Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VIII Semester 1 . Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Machin. 2014. Implementasi Pendekatan Saintifik, Penanaman Karakter dan Konservasi pada Pembelajaran Materi Pertumbuhan. Indonesia: Journals Unnes Pendidikan IPA.
Roehaeti, E.,E, Widjajanti dan R.T. Padmaningrum. 2012. Pengembangan Lembar Kerja Siswa Mata Pelajaran Sains Kimia Untuk SMP Kelas VII, VIII dan IX. Artikel Penelitian.
Sardiman. 2005. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Sudarmin. 2011. Materi Kuliah IPA Terpadu, Semarang: Prodi Pendidikan IPA FMIPA UNNES.
Suryosubroto. 2002. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: Rinneka.
Trianto. 2010. Model Pembelajaran Inovatif, Progresif Konsep, Landasan dan Implementasinya pada KTSP. Jakarta: Kencana.
Prastowo, A. 2012. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: Diva Pres.
Widjajanti. 2008. Kualitas Lembar Kerja Siswa. Yogyakarta: UNY.
Widodo, W. 2016. Buku Guru Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Winkel, W.S. 1996. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Gramedia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
An author who publishes in Jurnal Kajian Pembelajaran dan Keilmuan agrees to the following terms:
- Author retains the copyright and grants the journal the right of first publication of the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal
- Author is able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with the acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Author is permitted and encouraged to post his/her work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).