Rancang Bangun Aplikasi Augmented Reality Berbasis Android untuk Pengenalan Rumah Adat Kalimantan Barat
Keywords:
Android, Augmented Reality, Marker Based Tracking, Rumah Adat Kalimantan BaratAbstract
Selama ini proses pengenalan rumah adat masih mengandalkan media seperti buku, majalah atau internet dengan melihat gambar bentuk bangunannya. Hal ini dirasakan masih belum maksimal, karena visualisai hanya dalam bentuk dua dimensi (2D). Penelitian ini bertujuan untuk membuat aplikasi augmented reality berbasis android sebagai media pengenalan rumah adat di Kalimantan Barat yang dapat menampilkan bentuk tiga dimensi (3D) bangunan rumah adat beserta informasi dari rumah adat tersebut. Metode yang digunakan dalam penerapan augmented reality pada penelitian ini adalah marker based tracking. Untuk dapat mengoperasikan aplikasi ini pengguna harus memiliki Augmented Reality Book (AR Book) yang berisi penjelasan dan gambar rumah-rumah adat di Kalimantan Barat yang berfungsi sebagai marker. Dari hasil pengujian black-box menggunakan teknik behavior testing, aplikasi yang dibangun dapat berfungsi dengan baik yaitu, sesuai antara input yang diberikan dan output yang dihasilkan oleh aplikasi. Dari hasil pengujian kompatibilitas, aplikasi yang dibangun dapat berjalan dengan baik pada beberapa perangkat smartphone android, yaitu android versi Jelly Bean, Kitkat, Lollipop dan Marshmallow. Dari hasil pengujian marker, aplikasi yang dibangun dapat menampilkan objek 3D pada jarak marker 10 - 60 cm, sudut kemiringan marker dari 45 ° - 90 ° dan marker terhalang oleh objek lain hingga 75%. Dari hasil pre-test dan post-test menunjukan kenaikan nilai sebesar 34.4 % dan terdapat gap/jarak selisih nilai post-test yang tidak begitu signifikan yaitu sebesar 3.2 % antara user yang belum dan user yang sudah pernah mengunjungi rumah adat, yang berarti aplikasi yang telah dibuat sudah informatif. Dari hasil perhitungan kuisioner menggunakan metode Likert"™s Summated Ratting (LSR) diperoleh nilai 1771, masuk dalam range penilaian positif yang berarti aplikasi ini dapat diimplementasikan dengan baik. Berdasarkan hasil dari beberapa pengujian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa aplikasi augmented reality pengenalan rumah adat Kalimantan Barat yang telah dibuat sudah berjalan dengan baik dan informatif, serta mendapat respon yang positif dari pengguna.
References
Biro Pusat Statistik. 2000. Kalimantan Barat Dalam Angka. Pontianak : Kantor Statistik Provinsi Kalbar.
Andasputra, Nico. 1994. Hutan, Orang Dayak Dan Harapannya : Sebuah Kasus Masyarakat Nangka Dengan Kehadiran HPH. Dalam Kalimantan Review. Nomor 09 Tahun III Oktober-Desember. Pontianak : LP3ES-Instut of Dayakology Research and Development.
Munawar. 2003. Sejarah Konflik Antar Suku di Kabupaten Sambas. Pontianak : Kalimantan Persada Press.
Sellato, Bernard. 1989. Naga dan Burung Enggang, Hornbill and Dragon. Aquitaire Indonesia : ELF.
Anyang, Y.C. Thambun. 1998. Kebudayaan dan Perubahan Dayak Taman Kalimantan Dalam Arus Modernisasi. Jakarta : Grasindo.
Wiartika P, I Made E.; Crisnapati, Padma N.; Darmawiguna, I Gede M., dan Kesiman, Made W. A. 2013. Augmented Reality Book Sistem Rumah Tradisional Bali Berdasarkan Asta Kosala-Kosali. Jurnal Nasional Pendidikan Teknik Informatika (JANAPATI). Vol. 2. No. 3. Hlm. 234-242. Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha.
Romadhon, Eric N. 2017. Penerapan Augmented Reality Berbasis Android Sebagai Media Pembelajaran Sel Penyusun Jaringan Pada Sistem Gerak Dalam Mata Pelajaran Biologi (Studi Kasus : SMA Negeri 7 Pontianak). Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi (JUSTIN) Vol. 1, No. 2, 2017.
Azuma, Ronald T. 1997. A Survey of Augmented Reality. Presence : Teleoperators and Virtual Environment 6 (4) : 355-385.
Dewantara, I Made A. Y.; Crisnapati, Padma N.; Kesiman, Made W. A., dan Darmawiguna, I Gede M. 2014. Augmented Reality Book Pengenalan Gerak Dasar Tari Bali. Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika (KARMAPATI). Vol. 3. No. 1. Hlm. 27- 33. Singaraja : Universitas Pendidikan Ganesha.
Johan, Victorianto A., dan Syarif, Adi C. 2015. Penerapan Augmented Reality Sebagai Media Pembelajaran Budaya Rumah Adat Sulawesi Selatan. Jurnal Tematika. Vol. 3. No. 1. Hlm. 15 -21. Makasar : Universitas Atma Jaya.
Sukamto, Rosa Ariani dan M. Shalahudin. 2013. Rekayasa Perangkat Lunak Terstruktur dan Berorientasi Objek. Bandung : Informatika.
Irwansyah, M. A. 2015. Sistem Informasi Repository Digital Beban Kerja Dosen. Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika (JEPIN) Vol. 1, No. 1, ISSN 2460 -7041,2015.
Downloads
Published
Issue
Section
License
The author owns the copyright in his paper and agrees to publish his paper to JUSTIN by giving the rights to the first publication of his paper which is simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution License, namely the Similar International 4.0 license (CC BY-NC-SA 4.0).

This is a human-readable summary of (and not a substitute for) the license. Disclaimer.
You are free to:Share "” copy and redistribute the material in any medium or format
Adapt "” remix, transform, and build upon the material
The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.
Under the following terms:
Attribution "” You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
NonCommercial "” You may not use the material for commercial purposes.
ShareAlike "” If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
No additional restrictions "” You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.
Notices:
You do not have to comply with the license for elements of the material in the public domain or where your use is permitted by an applicable exception or limitation.
No warranties are given. The license may not give you all of the permissions necessary for your intended use. For example, other rights such as publicity, privacy, or moral rights may limit how you use the material.