KESENIAN TUNDANG SEBAGAI SUMBER BELAJAR SASTRA LISAN DI SDN 05 PONTIANAK SELATAN

Authors

  • Muchammad Djarot Institut Agama Islam Negeri Pontianak
  • Fitri Jayanti Institut Agama Islam Negeri Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.26418/jvip.v17i3.88288

Keywords:

Tundang, sastra lisan, budaya lokal, sumber belajar

Abstract

Artikel ini mengkaji potensi kesenian Tundang, salah satu bentuk sastra lisan berupa pantun berdendang khas Kalimantan Barat, sebagai sumber pembelajaran sastra lisan di SDN 05 Pontianak Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi metode penerapan Tundang dalam pembelajaran, manfaat yang diperoleh siswa, serta tantangan yang dihadapi selama proses pelaksanaan. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menganalisis bagaimana Tundang digunakan sebagai sumber belajar sastra lisan untuk meningkatkan keterampilan literasi siswa, memperkenalkan budaya lokal, dan menanamkan nilai moral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tundang mampu menciptakan suasana belajar yang interaktif, melatih kemampuan berbicara, menulis, dan memahami sastra. Selain itu, Tundang memberikan dampak positif terhadap pengembangan karakter siswa, seperti rasa percaya diri dan apresiasi terhadap budaya lokal. Namun, beberapa tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan keterampilan guru dalam membawakan Tundang masih perlu diatasi. Artikel ini menyarankan adanya pelatihan guru, dokumentasi tradisi Tundang, dan kolaborasi antar pihak terkait untuk memastikan pelestarian seni tradisional ini.

Author Biographies

Muchammad Djarot, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Pontianak

Fitri Jayanti, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Institut Agama Islam Negeri Pontianak

References

Badudu, J.S. 1983. Sari Kesusastraan Indonesia. Bandung

Hadi, Abdul dkk. 2004. Sastra Melayu Lintas Daerah. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.

Moleong, Lexy J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Prayogi, Ari. (2021). Menapak Jejak Nilai-Nilai Karakter Yang Terdapat Dalam Pantun Asli Indonesia. Jurnal Riksa Bahasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya. 7 (2), 111-118.

https://ejournal.upi.edu/index.php/RBSPs/article/view/17346/pdf

Ratna, Nyoman Kutha. (2010) Metodologi Penelitian: Kajian Budaya dan Ilmu Sosial Humaniora pada Umumnya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Muhammad Rijal Fadli. 2021. Memahami Desain Metode Penelitian Kualitatif. Jurnal Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, Volume 21 (1).

https://journal.uny.ac.id/index.php/humanika/article/view/38075

Semi, M. Atan. 1988. Anatomi Sastra. Padang: Angkasa Raya.

Sugiarto, Eko. 2010. Mengenal Pantun dan Puisi Lama. Yogyakarta: Pustaka Widyatama.

Sunaryo, Hadi, dkk. 2007. Seribu Pena Bahasa Indonesia untuk SMP/MTS Kelas VII. Jakarta: Erlangga

Surana. 2001. Pengantar Sastra Indonesia. Solo: PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

Suryaman, Maman 2010. Pendidikan Karakter melalui Pembelajaran Sastra. Yogyakarta: Cakrawala Pendidikan.

Waluyo, Herman J. 1987. Teori dan Apresiasi Puisi. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Waluyo, Herman J. 2002. Pengkajian Sastra Rekaan. Salatiga: Widyasari Press.

Downloads

Published

2026-01-08