MAKNA LOKALITAS WAJAH BANGUNAN KOLONIAL DI PUSAT KOTA KRIAN-SIDOARJO

Authors

  • Eko Febrianto Program Magister Arsitektur Lingkungan Binaan Universitas Brawijaya Malang
  • Lisa Dwi Wulandari
  • , Antariksa

DOI:

https://doi.org/10.26418/lantang.v2i1.13838

Abstract

Arsitektur pada dasarnya merupakan wujud kreativitas manusia dalam kehidupan baik sebagai makhluk individu maupun makhluk sosial yang berbudaya sekaligus bentuk adaptasi terhadap kondisi alam. Kota Krian merupakan kota tua dan mengalami perkembangan pesat pada jaman kolonial Belanda. Gaya arsitektur kolonial kemudian berkembang dan menjadi tren bagi masyarakat lokal yang didominasi oleh suku jawa.Uniknya bangunan-bangunan gayakolonial tersebut dibangun dan dimiliki oleh warga lokal. Wajah bangunan sebagai ekspresi pemiliki rumah menjadi komponen utama dalam membentuk citra kawasan, tetapi saat ini akibat perkembangan kota banyak terjadi perubahan wajah bangunan dan fungsi bangunan yang mengdegradasi hal tersebut. Tujuan studi adalah untuk mengetahui makna bentuk elemen wajah bangunan bergaya kolonial di Kota Krian. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan pengamatan pada elemen-elemen wajah bangunan sehingga dapat dianalisis tipologi yang bermuara pada makna wajah bangunan. Hasil penelitian menjelaskan makna dari setiap bentuk elemen wajah bangunan berdasarkan orientasi, atap, pintu, jendela, kolom bangunan, lantai bangunan, dan ornamen bangunan

 

Architecture is basically a form of human creativity, both as individual  and social  creature, as the adaptation with the environment. Krian City is the old town and has  experiencing  with a  rapid development in the colonial era.  Afterwards,  colonial  architectural styles evolved and became a trend for local communities that dominated  by Javanese.  Colonial style buildings  were  built and owned by the local  residents(Javanese). Building facade as an expression of the owner has became a  major component in shaping the image of the city,  however, presently, due to the  development of Krian City;it make many changes in building façade and the function of  the buildings. The aim of this study is to find out the meaning of the elements from  building  façade  in the colonial style buildings in  Krian City. This research uses  descriptive qualitative  methodology, by doing  observations on the  building facade  elements,then analyzed byperforms building typology of building facade. The results of  this study has described the form of building façade elements meaning based on the  orientation of the building, roof, doors, windows, column,  floor, and ornamentation


REFERENCES

Dakung, Sugiyarto. 1981. Arsitektur Tradisional Daerah Istimewa Yogyakarta. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Yogyakarta

Dewi, N.K.A. 2003.Geomerti, Simetri dan Religiusitas pada Rumah Tinggal Tradisional di Indonesia. Jurnal Permukiman Natah I (1); 29-42

Fauzi, B. 2011.Memahami Relasi Fungsi, Bentuk dan makna Arsitektur Rumah Tinggal Masyarakat Kota Pesisir Utara di Kawasan Jawa Timur. Jurnal DIMENSI, XXXVIII (2); 79-88

Frick, H. 1997. Pola Struktur dan Teknik Bangunan di Indonesia. Penerbit Kanisius, Yogyakarta

Frick, H. 2010. Pola Struktur dan Teknik Bangunan di Indonesia. Penerbit Kanisius, Yogyakarta

Ismunandar. 1986. Joglo: Arsitektur Rumah Tradisional Jawa. Penerbit Dahara Prize, Semarang,

Krier, R. 1988. Architectural Composition. Academy Edition, London

Krier, R. 2001. Komposisi Arsitektur, Erlangga, Jakarta

Lippsmeier, G. 1980. Bangunan Tropis (Edisi ke-2). Erlangga, Jakarta

Noeradya, Siti Woeryan Soemadiyah. (2005). Attassadhur Adammakna. CV. Buana Raya, Yogyakarta

Philips, D dan Gardner, C. 2004.Daylighting "“ Natural Light in Architecture. Architectural Press, Oxford

Rossi, Aldo. 1982. Architecture of the City. The MIT Press, London-England

Satwiko, P. 2013. Aspek Energi pada Arsitektur Nusantara. SAN 2 Arsitektur Nusantara Berkelanjutan; 1-13, Malang, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Downloads

Published

2015-01-01

Issue

Section

Articles