IDENTIFIKASI LETAK DAN JENIS RUANG TERBUKA HIJAU DI KAWASAN PERMUKIMAN PERKOTAAN
DOI:
https://doi.org/10.26418/lantang.v3i2.18329Abstract
Perkembangan penduduk dalam sebuah kawasan permukiman sejalan dengan meningkatnya pembangunan permukiman. Pembangunan yang dilakukan seringkali tidak di imbangi oleh pemenuhan dan penyediaan ruang terbuka bagi penduduk. Kawasan RW 01 Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak merupakan sebuah kawasan permukiman perkotaan yang memiliki potensi ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan, namun belum secara spesifik difungsikan sebagai ruang terbuka hijau.
Penelitian ini dilakukan dilakukan dengan metode kualitatif dan kuantitatif.. Pada metode kuantitatif akan ditekankan pada analisis data yang berupa perhitungan kebutuhan Ruang Terbuka Hijau berdasarkan jumlah penduduk, luas wilayah lingkungan Rukun Warga. Metode kualitatif yang didukung oleh metode AHP (Analytical Hierarchy Process) difungsikan untuk mengetahui kriteria Ruang Terbuka Hijau yang dibutuhkan oleh warga dan mengetahui kepuasan warga terhadap hadirnya Ruang Terbuka yang ada pada saat ini.
Hasil akhir dari penelitian ini adalah menemukan titik-titik/letak-letak potensi ruang terbuka hijau (RTH) yang pilih berdasarkan faktor RTH dekat dengan fasilitas umum (fasilitas keagamaan), RTH dekat/tepian anak sungai, RTH berada ditepian jalan utama, RTH memanfaatkan lahan fasilitas umum. Kualitas yang dibutuhkan adalah terlayaninya penduduk, untuk kenyamanan, keindahan, kelestarian serta kesehatan bagi masyarakat. Fungsi yang dibutuhkan adalah sarana aktivitas sosial bagi anak-anak, remaja, dewasa dan manula dan jenis RTH yang dibutuhkan adalah jenis Taman Lingkungan dan lapangan olahraga. Hasil akhir penelitian ini adalah menemukan titik potensi RTH dan kebutuhan kualitas, fungsi, dan jenis RTH yang dibutuhkan masyarakat.
Increasing number of people in a residential area is in line with the increase in settlement construction. Development of urban areas is not balanced by fulfillment and provision of open space. The research location is an urban settlement area that has the potential of open space that can be utilized, but not specifically functioned as a green open space.
This research was conducted with qualitative and quantitative methods. In quantitative methods will be emphasized on the analysis of data in the form of green open space requirement calculations based on population and neighborhood area. Qualitative methods are supported by AHP (Analytical Hierarchy Process) to determine the criteria of green open space needed by the citizens and to determine citizen satisfaction towards open space that is available at this time.
The final result of this research is to find locations that have the potential as a green open space based on the needs of the community. The chosen location of which is distantly related to public facilities (eg religious facilities), near or on the river bank, located around the main street and in public facilities land. The quality of green open space is needed is to provide a sense of comfort, beauty, sustainability and public health. Functions and types of green open space which is expected by the public are parks and sports fields as a means of social activities for children, adolescents, adults and the elderly
REFERENCES
Budi Santoso, R. H. (2012). Pola Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau pada Kawasan Perkampungan Plemburan Tegal, Ngaglik Sleman. INERSIA , Vol. VIII No. 1.
Departemen Dalam Negeri. (2007). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan. Jakarta: Departemen Dalam Negeri.
Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia. (1988). Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 14 Tahun 1988 Tentang: Penataan Ruang Terbuka Hijau Di Wilayah Perkotaan . Jakarta: Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia.
Direktorat Jenderal Penataan Ruang. (2008). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor: 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan. Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum.
Ida Bagos Mantra, K. d. (2012). Penentuan Sampel. Jakarta: LP3ES.
Rushayati, dkk. (2011). Pengembangan Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Distribusi Suhu Permukaan di Kabupaten Bandung. Jurnal Forum Geografi No.25/I/Juli ISSN 0852-2682 .
Singarimbun, M. (2012). Metode dan Proses Penelitian. Jakarta: LP3ES
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright Holder: Langkau Betang: Jurnal Arsitektur, By submitting the manuscript, Authors willing to delivered the copyright to the publisher. Authors are free to use their published manuscript as a reference in their later works
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
You are free to:
- Share "” copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt "” remix, transform, and build upon the material
- for any purpose, even commercially.
- Attribution "” You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- No additional restrictions "” You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.
- You do not have to comply with the license for elements of the material in the public domain or where your use is permitted by an applicable exception or limitation.
- No warranties are given. The license may not give you all of the permissions necessary for your intended use. For example, other rights such as publicity, privacy, or moral rights may limit how you use the material.
