KAJIAN POTENSI PEMAKAMAN SEBAGAI RUANG TERBUKA HIJAU PERKOTAAN, STUDI KASUS: TPU KOTA PONTIANAK

Authors

  • Agustiah Wulandari Program Studi PWK Untan

DOI:

https://doi.org/10.26418/lantang.v1i2.18800

Abstract

Ruang terbuka hijau (RTH) pada saat ini banyak mengalami perubahan fungsi menjadi  lahan terbangun. Tidak dipungkiri lagi bahwa RTH di banyak kota di Indonesia sudah  beralih fungsi menjadi kawasan pemukiman, perhotelan, restauran, pertokoan,  perkantoran, jalan raya, tempat parkir, pompa bensin, tempat pedagang kaki lima dan  kawasan lainnya. Hal ini menciptakan kelangkaan RTH di banyak daerah perkotaan di  Indonesia. Proses perencanaan kota yang berwawasan lingkungan sangat diperlukan di  seluruh wilayah perkotaan di Indonesia. Pemanfaatan ruang terbuka yang selama ini  belum atau kurang dimanfaatkan harus lebih dimaksimalkan lagi pemanfaatannya,  seperti tempat pemakaman. Pemakaman merupakan salah satu bentuk ruang terbuka  kota yang belum efektif pemanfaatannya sebagai RTH. Karakteristik dan jenis makam  yang ada di Indonesia seperti  tempat pemakaman umum (TPU) dan tempat pemakaman  khusus (TPK) memiliki kelebihan dan kekurangan untuk dimanfaatkan sebagai ruang  terbuka hijau. Pemanfaatan tempat pemakaman umum sebagai RTH dilakukan dengan  membandingkan variabel-variabel dari tiap indikator  fungsi RTH, seperti fungsi sosial,  fungsi fisik, dan fungsi estetika.  Kesimpulan yang dihasilkan berdasarkan fungsi fisik  RTH kawasan pemakaman saat ini masih belum ada kawasan pemakaman umum yang  secara optimal dapat berfungsi sebagai RTH. Kawasan Pemakaman yang memenuhi  fungsi sosial  RTH  adalah TPU Islam, TPU Kristen, dan TPU tionghoa.  Sedangkan  Fungsi estetika  RTH dapat dipenuhi oleh tempat pemakaman Kristen dan Tionghoa.

 

Green open space has now been changed into buildings. urban green space has been converted into residential areas, hotels, restaurants, shops, offices, highways, parking lots, gas stations, street vendors and other areas. This creates a dearth of green space in many urban areas in Indonesia. Ecological city planning is indispensable in all urban areas in Indonesia. Utilization of open space should be maximized ecologically. Cemetery is one of the urban open space that has not been effectively utilized as a green space. Characteristics cemetery in Indonesia as a public cemetery and the private cemetery have advantages and disadvantages for use as green open space. Analysis of the utilization of public cemeteries as open green space is done by comparing the variables of each indicator function of green open space, such as a social function, physical function, and aesthetic functions. The resulting conclusion is that no area of the public cemetery that optimally meets the physical function as green open space. Cemetery area which fulfills a social function of green open space is the Islamic cemetery, Christian cemetery, and Chinese cemetery. While the aesthetic function can be fulfilled by   Christian Cemetery dan Tionghoa cemetery


REFERENCES

Aswad. 2004. Studi Konsep Pengembangan Penataan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Pusat Kota Pangkalan Bun Kalimantan Timur. Jurnal ASPI. Vol 3 , April, 58-79

Departemen Dalam Negeri. 1988. Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 14 Tahun 1988 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau di Wilayah Perkotaan. Jakarta: Departemen Dalam Negeri

Departemen Dalam Negeri. 2007. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan. Jakarta: Departemen Dalam Negeri

Sekretariat Negara. 1987. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1987 tentang Penyediaan Dan Penggunaan Tanah Untuk Keperluan Tempat Pemakaman. Jakarta: Sekretariat Negara

Downloads

Published

2014-07-01

Issue

Section

Articles