THE ARCHITECTURAL CHARACTERISTICS LINKAGE OF BATANG KUANTAN"™S RUMAH GODANG WITH TANAH DATAR"™S RUMAH GADANG

Authors

DOI:

https://doi.org/10.26418/lantang.v6i2.34527

Keywords:

characteristics, space syntax, traditional house, vernacular architecture, minangkabau

Abstract

Riau and West Sumatra have shared history from the days of the Old Malay Kingdom, Sriwijaya, Dharmasraya, Malayupura (Minangkabau), Islamic Sultanates, etc. The traditional house of Rumah Godang in Batang Kuantan region somehow have some similarities to the Rumah Gadang in Tanah Datar. No researcher has tried to discuss the relationship among them. Therefore, this study tries to explore the linkage of their architectural characteristics. This study uses a qualitative method by comparing the architectural characteristics of the two buildings from the data obtained in the field. The results of the study indicates a linkage, even a liniage.


KETERKAITAN KARAKTERISTIK ARSITEKTUR RUMAH GODANG DI BATANG KUANTAN DENGAN RUMAH GADANG DI TANAH DATAR

 

Riau dan Sumatra Barat telah berbagi sejarah dari zaman Kerajaan Melayu Kuno, Sriwijaya, Dharmasraya, Malayupura (Minangkabau), Kesultanan Islam, dll. Rumah tradisional Rumah Godang di wilayah Batang Kuantan entah bagaimana memiliki kesamaan dengan Rumah Gadang di Tanah Datar. Tidak ada peneliti yang mencoba membahas hubungan di antara mereka. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba mengeksplorasi keterkaitan karakteristik arsitektur mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan membandingkan karakteristik arsitektur kedua bangunan dari data yang diperoleh di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan, bahkan hubungan linier. Melalui pinjaman budaya atau proses kelanjutan, sistem spasial (genotipe) memiliki konsistensi. Sistem bentuk (fenotip) hampir konsisten; hanya dalam penggunaan material. Namun, sistem stilistik memiliki ketidakkonsistenan. Sistem-sistem itu mengalami transformasi melalui inovasi budaya lokal, pengaruh peradaban luar, atau perubahan otoritas kerajaan

References

Amran, R. (1981). Sumatera Barat hingga Plakat Panjang. Jakarta: Penerbit Sinar Harapan.

Bafna, S. (2012). Rethinking genotype: Comments on the sources of type in architecture. Journal of Space Syntax Vol. 3 No. 1.

Brown, C. C. (1952). Malay Annals: a translation of Raffles. MS No.18 JMBRAS.

Cortesao (2015). Suma Oriental, Karya Tome Pires: Perjalanan dari Laut Merah ke Cina dan Buku Fransisco Rodrigues. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Couto, N. (2008). Budaya Visual Seni Tradisi Minangkabau. Padang: UNP Press

Fox J. J. 2006 Inside Austronesian Houses (Canberra: ANU Press)

Gero J. S. and Ding L. (2001). Exploring Style Emergence in Architectural Designs Environment and Planning B: Urban Analytics and City Science. Vol. 28 No. 5.

Groeneveldt (2018). Nusantara Dalam Catatan Tionghoa. Yogyakarta: Komunitas Bambu.

Guney (2007). Type and Typology in Architectural Discource. Bau FBE Dergisi. Vol. 9 No. 1.

Habraken, N. John (1988). Type as Social Agreement. Asian Congress of Architect, Korea.

Hadler, J. (2010). Sengketa Tiada Putus Matriarkat, Reformisme Agama, dan Kolonialisme di Minangkabau. Jakarta: Freedom Institute.

Hill, A.H. (1960). Hikayat Raja-raja Pasai. JMBRAS XXXIII No 2.

Hiller, B. (1993). Specifically architectural theory: a partial account of the ascent from building as cultural transmission to architecture as theoretical concretion. Harvard Architecture Review Vol. 9.

Hooker, et al. (2009). John Leyden's Malay Annals. JMBRAS.

Kozok, U. (2006). Kitab undang-undang Tanjung Tanah: Naskah Melayu yang tertua. Jakarta: Yayasan Obor.

Marsden (2016). Sejarah Sumatera. Yogyakarta: Penerbit Indoliterasi.

Munoz, P. M. (2006). Early Kingdoms of the Indonesian Archipelago and the Malay Peninsula. Singapore: Editions Didier Millet.

Navis (1984). Alam Terkembang Jadi Guru: Adat dan Kebudayaan Minangkabau. Jakarta: PT. Mutiara Sumber Widya.

Pelawi, et al. (1993). Tambo Minang. Jakarta: Depdikbud.

Reid, A. (2014). Sumatera Tempo Doeloe: Dari Marco Polo sampai Tan Malaka. Yogyakarta: Komunitas Bambu.

Ricklefs (2001). A History of Modern Indonesia since c. 1200. Stanford: Stanford University Press.

Saktiani, D. et al. (2016). Kakawin Nagarakertagama: teks dan terjemahan. Yogyakarta: Narasi.

Samad (1985). Kerajaan Johor-Riau. Kuala Lumpur : Dewan Bahasa dan Pustaka, Kementerian Pelajaran Malaysia.

Soekanto, S. (2002). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Press.

Zakaria (1984). Tambo Sakti Alam Kerinci. Jakarta: Depdikbud.

Downloads

Published

2019-12-13

Issue

Section

Articles