TIPOLOGI PENGEMBANGAN RUMAH SUBSIDI OLEH PENGHUNI DI KOTA KUPANG NUSA TENGGARA TIMUR (NTT)

Authors

DOI:

https://doi.org/10.26418/lantang.v8i1.43062

Keywords:

Tipologi, Pengembangan, Rumah Subsidi, Kota Kupang, NTT

Abstract

Rumah subsidi merupakan program pemerintah yang ditujukan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk mendorong kepemilikan rumah dengan skema pembiayaan secara kredit yang disubsidi pemerintah. Program ini telah dimulai sejak tahun 2010 secara nasional termasuk di Kota Kupang NTT, yang bertujuan untuk mengatasi backlog perumahan dan mendorong tercapainya target satu juta rumah yang dicanangkan pemerintah. Fasilitas yang terdapat pada rumah subsidi di Kota Kupang, umumnya sudah layak dan memadai. Dalam perkembangannya, penghuni rumah subsidi di Kota Kupang mengembangkan rumahnya di lahan yang masih tersisa. Hal ini memunculkan fenomena pengembangan rumah subsidi oleh penghuni. Fenomena ini menarik untuk diteliti, untuk memperoleh pemahaman mengenai keragaman tipe pengembangan rumah subsidi dan pelbagai pertimbangan yang melatarbelakanginya. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitian kualitatif dengan paradigma rasionalistik untuk mengkaji tipologi pengembangan rumah subsidi berdasarkan teori dan kondisi empiris di lapangan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat dirumuskan tiga tipe pengembangan rumah subsidi yang dirumuskan menurut kategorisasi dan kombinasi aspek pembentuk elemen pengembangan rumah pada ruang dalam, ruang luar dan fasad rumah. Keragaman tipe pengembangan rumah tersebut dilatarbelakangi oleh pertimbangan tertentu dengan tujuan untuk mengoptimalkan fungsi rumah dalam memenuhi kebutuhan penghuni.

 

TYPOLOGY OF SUBSIDIZED HOUSE DEVELOPMENT BY THE RESIDENT IN KUPANG CITY NUSA TENGGARA TIMUR (NTT)

 

The subsidized house is a government programming aimed at the Low-Income Communities (MBR) to encourage homeownership with a subsidized credit financing scheme by the government. Since 2010 the program has been started nationally, including in Kupang City-NTT, to overcome the backlog of housing and encourage the achievement of the one million house target set by the government. The facilities in Kupang City subsidized houses generally are proper and adequate. During its development, the residents of Kupang City subsidized houses are developed their houses on the remaining land, and it"™s caused the phenomenon of subsidized housing development by its residents. This phenomenon is interesting to research and for understanding various types of developments subsidized houses and the various considerations behind it. This research used the qualitative research method approach with a rationalistic paradigm to examine the typology of the development of subsidized houses based on the theory and empirical conditions in the locations. Based on the research results, there are three types of developments of the subsidized houses that can be formulated according to the categorization and combination of forming aspects of home development elements in the interior, outer space, and house facades. The diverse types of house development are motivated by specific considerations to optimize the function of the house in meeting the needs of residents.

Author Biographies

I Gusti Ngurah Wiras Hardy, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Arsitektur, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana

Rifat Y. Y. Maromon, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Arsitektur, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana

Debri Andries Amabi, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Arsitektur, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana

References

Adlina, Z. 2019. Analisis Migrasi Penduduk Melalui Program Rumah Subsidi di Daerah Pinggiran Kota Medan. Jurnal Mukadimah, 3 (2): 49-54.

Asmarani, I. K., Antariksa, dan Ridjal, A. M. 2016. Tipologi Elemen Arsitektur Rumah Bangsal di Desa Larangan Luar Pamekasan Madura. Jurnal Tesa Arsitektur, 14 (1): 10-22.

Ayu, I. dan Elena, M. 2019. Kenapa Bank Lebih Memilih FLPP Dibanding KPR Nonsubsidi?. Tersedia di: https://bisnis.com/finansial/read/ 20191023/90/1162134/kenapa-bank-lebih-memilih-flpp-dibanding-kpr-nonsubsidi [Diakses pada: tanggal 10 Maret 2020, pukul 21.00 WITA].

BPS. 2015. Kota Kupang Dalam Angka Tahun 2015. Kupang: Badan Pusat Statistik.

Faisal, G., Suwarno, N., dan Wihardyanto, D. 2012. Tipologi Ventilasi Bangunan Vernakular di Indonesia. Jurnal Arsitektur Universitas Bandar Lampung, 1 (3): 27-35.

Hardy, I G. N. W, Maromon, R. Y. Y., dan Amabi, D. A. 2020. Kajian Proses Pengembangan Rumah Subsidi Secara Mandiri di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Jurnal Gewang Universitas Nusa Cendana, 2 (2): 57-62.

Hartanu, D. A., dan Firdausy, C. M. 2018. Analisis Kelayakan Investasi Pengembangan Perumahan Subsidi di Kabupaten Tangerang. Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan, 2 (1): 36-45.

Huwaida, N. M., dan Harsritanto, B. I. R. 2019. Adaptasi Perumahan Pasca Bencana Longsor (Studi Kasus: Perumahan UNDIP Dewi Sartika, Semarang). Jurnal Arcade, 3 (3): 231-236.

Kamim, A. B. M., Amal, I., dan Khandiq, M. R. 2019. Problematika Perumahan Perkotaan di Kota Yogyakarta. Jurnal Sosiologi USK, 13 (1): 34-54.

Mangeswuri, D. R. 2016. Kebijakan Pembiayaan Perumahan Melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik, 7 (1): 83-95.

Mithen. 2015. Tipologi Arsitektur Tradisional Mamasa, Sulawesi Barat. Jurnal Langkau Betang, 2 (1): 1-9.

Muhadjir, N. 1996. Metodologi Penelitian Kualitatif, Pendekatan Positivistik, Rasionalistik, Phenomenologik, dan Realisme Metaphisik, Telaah Studi Teks dan Penelitian Agama. Edisi ketiga. Yogyakarta: Rake Sarasin.

Musyaqqat, S. R. 2018. Permukiman Selatan Kota Makassar: Perumahan BTN Minasa UPA 1980-2015. Jurnal Pangadereng, 4 (1): 137-153.

Prabowo, A. T., dan Roychansyah, S. 2017. Tipologi Rumah Tinggal Dengan Harga Rp. 100-200 Juta di Yogyakarta. Temu Ilmiah IPLBI, 6: 1-6.

Rachmawati, Y. 2019. NTT Minta Tambahan Kuota 1500 Unit Rumah Subsidi. Tersedia di: https://kupang.tribunnews.com/2019/09/30/ntt-minta-tambahan-kuota-1500-unit-rumah-subsidi [Diakses pada: tanggal 9 Maret 2020, pukul 14.35 WITA].

Rahman, N. V., Pane, I. F., dan Abdillah, W. 2018. Tipologi Bangunan Pada Kawasan Simarjarun-jung (Menemukenali Perwajahan Bangunan Dengan Analisis Genius Loci). Temu Ilmiah IPLBI, 7: 71-78. DOI: https://doi.org/10.32315/ti.7.h071

Ramli, S. 2018. Tipologi dan Morfologi Fasade Rumah Tradisional Kampung Ciptagelar. Jurnal Local Wisdom. Vol. 10 (2): 75-90.

Santoso, D.K., Antariksa, dan Utami, S. 2019. Tipologi Rumah-Ladang di Desa Enclave Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Ngadas, Kabupaten Malang. Jurnal Arsitektura, 17 (2): 271-282. DOI: https://doi.org/10.20961/arst.v17i2.33140

Siswanti, D. D. 2013. Pengendalian Kepemilikan RSH Subsidi di Kelurahan Meteseh Kota Semarang. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota (JPWK), 9 (2): 194-204.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R & D. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Supeno, dan Ansori, M. 2019. Pengembangan Perumah-an Berbasis Syariah dan Permasalahannya di Propinsi Jambi. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi (JIUBJ), 19 (3): 509-515. DOI: https://doi.org/10.33087/jiubj.v19i3.736

Wicaksono, D., Antariksa, dan Subekti, H. 2008. Per-kembangan Permukiman dan Tipologi Rumah-Tinggal Pada Perumahan Karyawan Pabrik Gula Pesantren Baru-Kediri. Arsitektur e-journal, 1 (1): 49-63.

Widodo, W., dan Sunarti, S. 2019. Pola Perkembangan Perumahan di Kota Surakarta. Jurnal Pemba-ngunan Wilayah dan Kota (JPWK), 15 (4): 288-300. DOI: https://doi.org/10.14710/pwk.v15i4.21984

Yuliastuti, N., dan Sukmawati, A. M. 2016. Transfor-masi Perumahan Sosial dan Keberlanjutan Perumahan di Perumnas Sendangmulyo. Jurnal Pengembangan Kota, 4 (1): 87-94.

Downloads

Published

2021-04-26

Issue

Section

Articles