STRATEGI KENYAMANAN TERMAL MASJID AL-KAUTSAR KERTONATAN, KARTASURA, SUKOHARJO
DOI:
https://doi.org/10.26418/lantang.v8i2.45792Keywords:
Kenyamanan Termal, Masjid, Redisain, Sirkulasi UdaraAbstract
Iklim tropis lembab di Indonesia menyebabkan rendahnya kecepatan angin, serta kelembapan dan suhu udara yang tinggi. Kelembapan tinggi menyebabkan sirkulasi udara tidak lancar dan berpengaruh pada kenyamanan termal. Masjid adalah bangunan untuk kegiatan ibadah, yang menuntut kenyamanan termal, selain kenyamanan audial. Upaya alat bantu penghawaan seperti kipas angin tidak akan bekerja optimal jika masjid tidak memiliki sistem sirkulasi udara yang baik. Masjid Al-Kautsar Kertonatan menarik untuk diteliti dari aspek penghawaan alami. Masjid berada di sudut pertigaan jalan kampung dan menghadap area persawahan. Saat masjid digunakan seluruh kipas angin dinyalakan, namun keluhan jamaah selalu muncul yaitu ketidaknyamanan termal, seperti rasa panas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kualitas termal masjid Al-Kautsar Kertonatan, melalui metode kuantitatif pengukuran suhu udara, kelembapan udara dan kecepatan angin dengan alat thermohygrometer dan anemometer. Pengukuran termal dilakukan di dalam dan di luar ruang masjid secara bersamaan pada lima waktu salat. Selain pengukuran termal, dilakukan pula wawancara bebas kepada jamaah terkait kenyamanan termal. Hasil penelitian mengindikasikan pola aliran udara tidak merata dan tidak lancar di dalam ruangan, sehingga kualitas termal dalam kategori tidak nyaman dengan suhu udara rata-rata 31.0 °C dan kecepatan angin rata-rata 0.1m/detik. Evaluasi subjektif mengindikasikan bahwa jamaah merasa nyaman apabila berada dekat jendela atau berada di tengah-tengah ruang, karena pada bagian itu aliran udara terasa. Solusi terbaik agar aliran merata di dalam ruang adalah redesain bukaan agar udara lebih banyak masuk, di samping itu perlu adanya penambahan vegetasi.
MOSQUE THERMAL COMFORT STRATEGY (CASE STUDY OF AL-KAUTSAR MOSQUE, SUKOHARJO, CENTRAL JAVA)
Indonesia's humid tropical climate causes low wind speed, as well as high humidity and air temperature. High humidity causes poor air circulation and affects thermal comfort. A mosque is a building for worship activities, which demands thermal comfort, in addition to audible comfort. Efforts for ventilation aids such as fans will not work optimally if the mosque does not have a good air circulation system. Al-Kautsar Kertonatan Mosque is interesting to study from the aspect of natural ventilation. The mosque is at the corner of the village road fork and overlooks the rice fields. When the mosque is used, all the fans are turned on, but complaints from the congregation always arise, namely thermal discomfort, such as feeling hot. This study aims to identify the thermal quality of the Al-Kautsar Kertonatan Mosque, through quantitative methods of measuring air temperature, humidity, and wind speed using thermohygrometer and anemometer. Thermal measurements are carried out inside and outside the mosque space simultaneously at five prayer times. In addition to thermal measurements, freed interviews were also conducted with the congregation regarding thermal comfort. The results indicate that the airflow pattern is not evenly distributed and not smooth so that the thermal quality is in the uncomfortable category with an average air temperature of 31.0 °C and an average wind speed of 0.1m/second. The subjective evaluation indicated that pilgrims felt comfortable when they were near the window or in the middle of the room because in that part the airflow was felt. The best solution so that the flow is evenly distributed in the room is to redesign the opening to allow more air to enter, in addition to the need for additional vegetation.
References
Arifin, I., & Hidayat, M. (2018). Pengaruh Bukaan Terhadap Kinerja Termal Masjid Jendral Sudirman Jakarta. Vitruvian Jurnal Arsitektur, Bangunan Dan Lingkungan Vol. 7 No. 2, 67-76.
Egan, M. D. (1975). Concepts In Thermal Comfort. Prentice-Hall.
Elbes, R., & Munawaroh, A. (2019). Penilaian Kenyamanan Termal Pada Bangunan Perpustakaan Universitas Bandar Lampung. Jurnal Arsitektur ARTEKS Vol. 4 No. 1, 85-98.
Erdianto, A., Rofiqo, S., & Kastono, D. (2019). Fungsi Ekologis Vegetasi Taman Denggung Sleman Sebagai Pengendali Iklim Mikro Dan Peredam Kebisingan. Jurnal Vegetalika Vol. 8 No. 3, 139-152.
Fauziah, C., Rushayati, S., & Gunawan, H. (2019). Kondisi Iklim Mikro Di Taman Keanekaragaman Hayati Mekarsari Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Jurnal Penelitian Hutan Dan Konservasi Alam Vol. 16 No. 1, 1-12.
Hadi, Y., Azaria, T., Putrianto, N., Oktiarso, T., Ekawati, Y., & Noya, S. (2020). Analisis Kenyamanan Termal Ruang Kuliah. Jurnal Metriks, 13-26.
Indrayadi. (2011 Vol. 7 No. 2). Aliran Udara Dalam Ruang Masjid Jawa Moderen. Studi Kasus Masjid Babadan Yogyakarta. Jurnal Vokasi, 156-165.
Karyono, T. H. (2014). Penelitian Kenyamanan Termis Di Jakarta Sebagai Acuan Suhu Nyaman Manusia Indonesia. Dimensi Teknik Arsitektur Vol 29 No 1, 24-33.
Latifah, N. (2015). Fisika Bangunan 1. Jakarta: Griya Kreasi.
Lippsmeier, G. (1997). Bangunan Tropis (Terjemahan). Jakarta: Erlangga.
Pahmi, A. (2015). Sistem Penghawaan Alami Masjid Agung Alun Alun Kota Malang. Malang: Teknik Sipil Universitas Negri Malang.
Prasetia, A., & Nugrahaini, F. (2020). Kenyamanan Termal Pada Masjid Baitul Makmur Pabelan. Seminar Nasional Ilmiah Arsitektur (Pp. 597-600). Surakarta: Prodi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Puspitorini, H. D., Hardiman, G., & Setyowati, E. (2013). Kenyamanan Thermal Pada Masjid Al Irsyad Kota Baru Parahyangan, Jawa Barat. Jurnal Arsitektur Vol. 1 No. 4, 37-44.
Satwiko, P. (2009). Fisika Bangunan. Yogyakarta: Penerbit Andy.
Susanti, L., & Zetli, S. (2016). Penyusunan Kriteria Rumah Tinggal Berkonsep Ergo-Ekologi Dalam Upaya Peningkatan Kenyamanan Termal Penghuni. Jurnal Optimasi Sistem Industri, Vol. 15 No. 2, Oktober, 155-170.
Syamsiyah, Nur Rahmawati, & Suharyani. (2013). Kenyamanan Ruang Dalam Masjid Dan Pembentukan Generasi Muda Islam. In Islam Dan Peradaban Umat (Pp. 840-856). Surakarta: Umppress
Badan Standarisasi Nasional. (2001). SNI 03-6572-2001, Tata Cara Perancangan Sistem Ventilasi Dan Pengkondisian Udara Pada Bangunan Gedung. Badan Standarisasi Nasional, Jakarta
Badan Standarisasi Nasional (2011). SNI 6390: 2011, Konservasi Energi Sistem Tata Udara Bangunan Gedung. Badan Standarisasi Nasional, Jakarta
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright Holder: Langkau Betang: Jurnal Arsitektur, By submitting the manuscript, Authors willing to delivered the copyright to the publisher. Authors are free to use their published manuscript as a reference in their later works
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
You are free to:
- Share "” copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt "” remix, transform, and build upon the material
- for any purpose, even commercially.
- Attribution "” You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- No additional restrictions "” You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.
- You do not have to comply with the license for elements of the material in the public domain or where your use is permitted by an applicable exception or limitation.
- No warranties are given. The license may not give you all of the permissions necessary for your intended use. For example, other rights such as publicity, privacy, or moral rights may limit how you use the material.
