KONFLIK PEMANFAATAN RUANG PUBLIK (KASUS: KAWASAN MASJID MENARA DAN MAKAM SUNAN KUDUS)
DOI:
https://doi.org/10.26418/lantang.v10i2.55751Keywords:
Konflik, Pemanfaatan Jalan, Ruang PublikAbstract
Kawasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus memiliki aktivitas yang cukup kompleks sebagai akibat dari kunjungan wisata religi yang kontinyu dan perannya sebagai pusat kegiatan agama sekaligus kawasan bersejarah. Kompleksitas aktivitas tersebut berdampak peningkatan intensitas sirkulasi pengguna ruang dan pemanfaatan jalan sebagai ruang untuk kegiatan perdagangan dan jasa. Kondisi tersebut memunculkan konflik antar pengguna ruang dalam memanfaatkan jalan sebagai ruang publik. Tujuan penelitian ini mengkaji karakteristik pengguna ruang dan memetakan konflik pemanfaatan ruang publik pada Kawasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus. Penelitian ini memberikan manfaat praktis sebagai satu bahan pertimbangan dalam perencanaan maupun perancangan kawasan tersebut. Sesuai dengan tujuan penelitian tersebut, penelitian ini menggunakan paradigma penelitian kualitatif dan memanfaat-kan metode observasi serta wawancara tidak terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga tingkatan konflik pemanfaatan ruang publik. Bentuk pemanfaatan ruang yang menyebabkan ketidaknyamanan pejalan kaki dan ketidakteraturan sirkulasi di Kawasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus, dipengaruhi oleh setting ruang dan setting sosial. Sedangkan jalan sebagai ruang publik memiliki fungsi lain yaitu sebagai ruang penghidupan, ruang sosial, ruang tradisi dan budaya dan ruang komunal. Dengan menempatkan jalan sebagai jaringan ruang terbuka publik yang terhubung, berarti mempertimbangkan keterkaitan masalah, politik, sosial, ekonomi dan lingkungan, dan budaya.
CONFLICT ON THE USE OF PUBLIC SPACE STREET (CASE STUDY: MASJID MENARA AND MAKAM SUNAN KUDUS)
Abstract in English. The complex activities that found in Menara Mosque and Sunan Kudus Tomb area is a result of continuous religious tourism visits, its role as a center of religious activities as well as a historical area. the complexity impacted in increasing the intensity of circulation and the utilization of roads as space for trade and service activities. This condition leads conflict between space users in utilizing the road as a public space. The research aims are examining the characteristics of space users and conflict mapping over the usage of public space in Menara Mosque and Sunan Kudus tomb area. This research provides practical benefits as a consideration in planning and design. In accordance with the purpose of the research, the study conducted by qualitative research paradigm and utilizes observation method and unstructured interview. The result showed the three layers of the usage conflict of public space. The usage conflict of public space in Menara Mosque and Sunan Kudus Tomb area that led pedestrian discomfort and area circulation chaos are not caused by unavailability of the space that accommodate the user activity and their spatial interaction, but the ignorance of street the function as public space by street vendors and bike riders.
References
Aldyan, R. A. (2019). Komodifikasi Wisata Religi Makam Sunan Kudus [Universitas Sebelas Maret]. https://digilib.uns.ac.id/dokumen/detail/77179/Komodifikasi-Wisata-Religi-Makam-Sunan-Kudus
Aldyan, R. A. (2020). The Commodification of Religious Tourism in the Tomb of Sunan Kudus. Cultural Tourism Research, 2(7), 32–47. https://doi.org/10.5281/zenodo.3692897
Ashadi, A. (2019). Kudus Kota Suci di Jawa. Arsitektur UMJ Press.
Carr, S., Stephen, C., Francis, M., Rivlin, L. G., & Stone, A. M. (1992). Public space. Cambridge University Press.
Hakim, L. (2017). Tradisi Ziarah dan Ketenangan Jiwa: Studi Terhadap Peziarah di Makam Sunan Kudus [Universitas Islam Negeri Walisongo]. http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/7912/
Halim, D., & Sudarmanto, Y. B. (2005). Psikologi arsitektur: Pengantar kajian lintas disiplin | UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Grasindo.
Johnson, D. P., & Lawang, R. M. (1994). Teori sosiologi klasik dan modern. Gramedia Pustaka Utama.
Lehtovuori, P. (2005). Experience and conflict: The dialectics of the production of public urban space in the light of new event venues in Helsinki 1993-2003. Helsinki University of Technology, Centre for Urban and Regional Studies.
Lehtovuori, P. (2016). Experience and Conflict: The Production of Urban Space. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315255682
Loukaitou-Sideris, A., & Ehrenfeucht, R. (2009). Sidewalks: Conflict and negotiation over public space. MIT Press.
Mehta, V. (2013). The street: A quintessential social public space. Routledge.
Moudon, A. V. (1987). Public Streets for Public Use. Van Nostrand Reinhold.
Moughtin, C. (Ed.). (2005). Urban design—Street and square (3. ed., repr). Architectural Press.
Muliadi, M. (2004). Pola Spasial Objek Wisata Ziarah Wali Masjid Menara dan Makan Sunan Kudus Dikaitkan dengan Persepsi Peziarah.pdf. Universitas Diponegoro.
Mustaqim, M., & Bahruddin, A. (2015). Spirit Gusjigang Kudus dan Tantangan Globalisasi Ekonomi. JURNAL PENELITIAN, 9(1), Article 1. https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/jurnalPenelitian/article/view/848
Purwanto, E. (2015). Metodologi Penelitian Kualitatif Fenomenologi Penerapannya dalam Bidang Arsitektur, Lingkungan dan Perilaku (VI). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Raco, J. R. (2010). Metode Penelitian Kualitatif. Grasindo.
Rahardjo, M. (2018). Paradigma Interpretif [Teaching Resources]. http://repository.uin-malang.ac.id/2437/
Rohidi, T. R. (2001). Makna Ruang dan Penataannya dalam Arsitektur Rumah Kudus. Kelompok Studi Mekar kerja sama dengan Yayasan Adikarya IKAPI dan Ford Foundation.
Said, N. (2010). Jejak perjuangan Sunan Kudus dalam membangun karakter bangsa. Brillian Media Utama bekerja sama dengan Sanggar Menaraku.
Sardjono, A. B., Nugroho, S., & Prianto, E. (2015). Ruang Dagang di Kota Lama Kudus. 12.
Schumacher, T. (1986). Buildings and streets: Notes on configuration and use. On Streets, 133–149.
Sommer, R. (1969). Personal space: The behavioral basis of design. Prentice-Hall Inc.
Suresh, V. R., & Kumar, S. R. (2020). Livelihood Strategies of Street Vendors In Tourism Destinations: A Model Of Selling Skills And Purchase Intention. 15, 1–14. https://doi.org/10.31920/1750-4562/2020/09/20n3a41
Tiesdell, S., & Oc, T. (1998). Beyond ‘Fortress’ and ‘Panoptic’ Cities—Towards a Safer Urban Public Realm. Environment and Planning B: Planning and Design, 25(5), 639–655. https://doi.org/10.1068/b250639
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Copyright Holder: Langkau Betang: Jurnal Arsitektur, By submitting the manuscript, Authors willing to delivered the copyright to the publisher. Authors are free to use their published manuscript as a reference in their later works
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
You are free to:
- Share "” copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt "” remix, transform, and build upon the material
- for any purpose, even commercially.
- Attribution "” You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- No additional restrictions "” You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.
- You do not have to comply with the license for elements of the material in the public domain or where your use is permitted by an applicable exception or limitation.
- No warranties are given. The license may not give you all of the permissions necessary for your intended use. For example, other rights such as publicity, privacy, or moral rights may limit how you use the material.
