STUDI KELAYAKAN OBJEK DAYA TARIK WISATA ALAM KAWASAN EKOWISATA MANGROVE SETAPUK
DOI:
https://doi.org/10.26418/lantang.v11i2.71864Keywords:
Ekowisata, Mangrove Setapuk, ODTWAAbstract
Kawasan Ekowisata Mangrove Setapuk adalah salah satu destinasi wisata Mangrove yang ada di Kota Singkawang. Kawasan ekowisata Mangrove ini digolongkan menjadi Kawasan Pengembangan Pariwisata (KPP)-II dengan tujuan menambah dan mengembangkan daya tarik wisata baru dengan atraksi atau event yang kreatif dan inovatif. Pengelolaan konservasi Mangrove dapat dimanfaatkan sebagai bentuk ekowisata (ekologi wisata) yang bersifat berkelanjutan karena tidak hanya mengupayakan kelestarian alam tetapi juga memanfaatkan komunitas lokal masyarakat di daerah terkait Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan objek daya tarik wisata alam di Kawasan Ekowisata Mangrove Setapuk. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Teknik analisis yang digunakan adalah Objek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) dengan sistem bobot. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kawasan Ekowisata Mangrove Setapuk masuk ke dalam kategori Wisata Layak Dikembangkan dengan total indeks nilai potensi Objek Daya Tarik Wisata Alam sebesar 75.4%. Unsur objek dan daya tarik yang dapat dikembangkan di Kawasan Ekowisata Mangrove Setapuk terdiri dari unsur daya tarik (85,7%); sarana dan prasarana (75,0%); beserta keamanan (91,7%). Sementara untuk unsur Objek Daya Tarik Wisata Alam yang masuk ke dalam kategori belum layak dikembangkan adalah aksesibilitas (54.5%), pengelolaan dan pelayanan (55,6%) beserta kategori yang tidak layak dikembangkan adalah pemasaran (16,7%). Adapun manfaat ataupun kontribusi dalam penelitian ini memberikan informasi tentang elemen sarana dan prasarana yang sudah layak dan yang belum memadai, seperti aksesibilitas dan pemasaran. Hal ini dapat panduan bagi arsitek dan perencana kota untuk merancang infrastruktur yang mendukung, seperti akses jalan, fasilitas umum, dan bangunan yang ramah lingkungan di sekitar kawasan mangrove, guna mendukung keberlanjutan wisata dan kenyamanan pengunjung
References
Abda, M. K. (2019). Mitigasi Bencana Terhadap Abrasi Pantai Di Kuala Leuge Kecamatan Aceh Timur. Jurnal Samudra Geografi, 02(01).
Departemen Kehutanan Direktorat Wisata Alam dan Pemanfaatan Jasa Lingkungan. (2003). Pedoman Analisis Daerah Objek ODTWA.
Dini Feti Anggraini. (2013). ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN UNTUK KAWASAN EKOWISATA PULAU PRAMUKA, KEPULAUAN SERIBU, DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA. Perpustakaan Universitas Gadjah
Mada.
Furqoni, M. I., Astina, I. K., & Insani, N. (2023). Analisis Kelayakan Potensi Objek Daya Tarik Wisata Alam di Gunung Baung Desa Cowek. Media Komunikasi Geografi, 24(1), 45–54. https://doi.org/10.23887/mkg.v24i1.58611
Hakim, L. (2012). INDUSTRI PARIWISATA DAN PEMBANGUNAN NASIONAL. Among Makarti, 3(1). https://doi.org/10.52353/AMA.V3I1.18
Hara, Y., Widiastuti, N., & Tebaiy, S. (2021). Kelayakan Sungai Seni Kobereh sebagai Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam di Distrik Mare Selatan , Kabupaten Maybrat , Papua Barat. Jsal-Fpik-Unipa, 5(1), 103–112.
Huda, N. (2008). Strategi Kebijakan Pengelolaan Mangrove Berkelanjutan Di Wilayah Pesisir Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Tesis Universitas Diponegoro Semarang.
Karsudi. (2016). STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA DI KABUPATEN KEPULAUAN YAPEN PROVINSI PAPUA | Media Konservasi. Jurnal Media Konservasi.
Kinasih, P. I., & Purnaweni, H. (2019). Pemanfaatan Mangrove Untuk Pemberdayaan Masyarakat Pesisir. Collaborative Governance Dalam Pengembangan Pariwisata Di Indonesia, 01(01).
Prahesty, D. Y., Muin, S., & Fahrizal. (2018). Penilaian Daya Tarik Dan Pengembangan Kawasan Taman Wisata Mangrove Di Dusun Tanah Merah Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara. Jurnal Hutan Lestari, 6(3), 652–663.
Senoaji, G., Suharto, E., Lukman, A. H., & Susanti, E. (2024). Kelayakan Ekologis Pengembangan Taman Wisata Alam Seblat sebagai Objek Daya Tarik Wisata di Provinsi Bengkulu Indonesia. Jurnal Ilmu Lingkungan, 22(2), 289–295. https://doi.org/10.14710/jil.22.2.289-295
Sihite, R. Y., Setiawan, A., & Dewi, B. S. (2018). Potensi Obyek Wisata Alam Prioritas di Wilayah Kerja KPH Unit XIII Gunung Rajabasa, Way Pisang, Batu Serampok, Provinsi Lampung.
Sribianti, I. (2024). Analisis kelayakan kawasan mangrove Bontoloe sebagai obyek wisata berbasis ekowisata. 8(September), 24–33.
Susana, M., Kusmana, C., & Arifin, H. S. (2020). Potential Attractions of Mangrove Ecotourism in Karangsong Village, Indramayu Regency. Jurnal Penelitian Sosial Dan Ekonomi Kehutanan, 17(3), 193–208. https://doi.org/10.20886/jpsek.2020.17.3.193-208
Wahyuni, S., Sulardiono, Bambang, & Hendrarto, B. (2015). Strategi Pengembangan Ekowisata Mangrove Wonorejo, Kecamatan Rungkut Surabaya. Diponegoro Journal of Maquares, 4(4).
Yulianda, F. (2007). Ekowisata Bahari sebagai Alternatif Pemanfaatan Sumberdaya Pesisir Berbasis Konservasi. Seminar Sains Pada Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan.
Yuniarti, E., Soekmadi, R & Arifin, S. H. (2018). Analisis Potensi Ekowisata Heart Of Borneo di Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum Kabupaten Kapuas Hulu. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. Vol. 8 No. 1 (April 2018): 44-54
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Copyright Holder: Langkau Betang: Jurnal Arsitektur, By submitting the manuscript, Authors willing to delivered the copyright to the publisher. Authors are free to use their published manuscript as a reference in their later works
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
You are free to:
- Share "” copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt "” remix, transform, and build upon the material
- for any purpose, even commercially.
- Attribution "” You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- No additional restrictions "” You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.
- You do not have to comply with the license for elements of the material in the public domain or where your use is permitted by an applicable exception or limitation.
- No warranties are given. The license may not give you all of the permissions necessary for your intended use. For example, other rights such as publicity, privacy, or moral rights may limit how you use the material.
