TRANSFORMASI KONSEP PAWON PADA DAPUR MODERN (STUDI KASUS: KAMPUNG PANGGUNG, MALANG)
DOI:
https://doi.org/10.26418/lantang.v11i1.72975Keywords:
Pawon, Dapur Modern, Jawa, Interior, NusantaraAbstract
Dapur memainkan peran sentral dalam kehidupan rumah tangga sehari-hari. Indonesia merupakan negara dengan kelompok etnis dan suku yang beragam, masing-masing etnis dan suku memiliki adat istiadat, praktik, serta gaya arsitektur yang unik, yang berkaitan dengan dapur dan aktivitas memasak. Pada masyarakat Jawa, dapur lebih dikenal dengan istilah Pawon. Bagi masyarakat Jawa, memasak merupakan aktivitas olahraga dan ibadah. Esensi fisik pawon terfokus pada kehadiran tungku (perapian kayu), amben serta dingklik. Modernitas hadir dan memasuki berbagai aktivitas hidup masyarakat Jawa. Dapur modern dirancang serba ada dengan desain yang compact yang memunculkan budaya konsumtif dan cepat, tanpa memperhatikan kebiasaan masyarakat yang telah ada. Pawon ber-transformasi menyesuaikan aktivitas memasak serta aspek spasialitas dapur bagi masyarakat Jawa modern. Transformasi dalam arsitektur, mengacu pada perubahan lingkungan binaan untuk meningkatkan kualitas, efisiensi, estetika serta responsif terhadap perubahan kebutuhan penggunanya. Penelitian ini bertujuan menelusuri penyesuaian konsep Pawon pada dapur masyarakat Jawa modern, dengan mengambil 3 studi kasus dapur pada area Kampung Penanggungan, Kota Malang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara di lapangan untuk mendapatkan informasi tentang transformasi konsep pawon pada dapur. Penelitian menggunakan metode analisa kualitatif deskriptif yang berfokus pada aspek pembentuk interior dapur seperti jenis aktivitas serta kualitas spasial seperti layout, posisi dan sikap kerja, ergonomi furniture, layout, serta kondisi sistem lingkungan (pencahayaan dan penghawaan). Dari hasil analisa didapatkan, bahwa aktivitas racik "nguleg" menjadi sebuah keunikkan pada dapur modern masyarakat Jawa yang merupakan hasil penyesuaian konsep Pawon. Area racik melengkapi konsep segitiga ergonomi dapur modern yang awalnya hanya 3 (tiga) area menjadi 4 (empat) area yaitu area penyimpanan, area cuci, area racik serta area masak.
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Copyright Holder: Langkau Betang: Jurnal Arsitektur, By submitting the manuscript, Authors willing to delivered the copyright to the publisher. Authors are free to use their published manuscript as a reference in their later works
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
You are free to:
- Share "” copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt "” remix, transform, and build upon the material
- for any purpose, even commercially.
- Attribution "” You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- No additional restrictions "” You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.
- You do not have to comply with the license for elements of the material in the public domain or where your use is permitted by an applicable exception or limitation.
- No warranties are given. The license may not give you all of the permissions necessary for your intended use. For example, other rights such as publicity, privacy, or moral rights may limit how you use the material.
