MORFOLOGI PERKOTAAN PADA KAWASAN BERSEJARAH DI KORIDOR KAYUTANGAN KOTA MALANG

Authors

  • Rahmi Ariani Salam Brawijaya University
  • Antariksa Sudikno Brawijaya University
  • Johannes Parlindungan Brawijaya University

DOI:

https://doi.org/10.26418/lantang.v11i2.77996

Keywords:

Morfologi Perkotaan, Kawasan Bersejarah, Koridor Kayutangan

Abstract

Kawasan bersejarah dalam suatu kota sering dianggap sebagai pusat kehidupan sosial, ekonomi, dan politik. Namun, transformasi fisik terjadi seiring kemajuan kota, mengubah karakter kawasan tersebut. Koridor Kayutangan, sebelumnya dikenal dengan bangunan bersejarah kolonial Belanda, kini menjadi fokus pembangunan perkotaan yang kadang mengesampingkan nilai sejarahnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui perubahan Koridor Kayutangan seiring perkembangan zaman dengan mengeksplorasi struktur fisik Koridor Kayutangan, Kota Malang. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan morfologi perkotaan dengan menggunakan teknik analisis tipo-morfologi dan komparatif yang terfokus pada pola street, landuse dan building pada masa sebelum kemerdekaan dan setelah kemerdekaan. Hasil penelitian menunjukkan pola jalan dan fungsi Koridor tetap konsisten, meskipun beberapa perubahan terlihat dalam nama jalan, arus lalu lintas, moda transportasi dan parkir liar. Untuk penggunaan lahan Koridor ini masih menjadi pusat perdagangan dan jasa dengan beberapa penyesuaian pada fungsi bangunannya. Sedangkan bangunan di Koridor Kayutangan mengadaptasi bangunan bergaya modern, meskipun beberapa bangunan bergaya kolonial masih bertahan

References

Azis, B., Santosa, H., & Ernawati, J. (2019). Penilaian Persepsi Masyarakat Terhadap Bangunan Besejarah Di Koridor Kayutangan, Malang, Indonesia. Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal, 11(1), 1–15. https://doi.org/10.26905/lw.v11i1.2514

Bianca, S. (2015). 3 Morphology as the Study of City Form and Layering. In Reconnecting the City: The Historic Urban Landscape Approach and the Future of Urban Heritage, First Edition. Edited by Francesco Bandarin and Ron van Oers (pp. 85–111).

Choirunnisak, & Afiyanto, H. (2020). Gemeente Malang : Keruangan, Segregasi, dan Potensi Wilayah 1914-1940. Historia Madania, 6(1905), 147–167.

Erine, K. N., Rimasari, S., & Sapto, A. (2022). Eksistensi bangunan gaya kolonial Belanda di kawasan Kayutangan , Kota Malang pada tahun 1900-. Journal of Indonesia History and Education, 2(Oktober), 588–602.

Fauziah, N., Antariksa, A., & Ernawati, J. (2012). Kualitas Visual Fasade Bangunan Modern Pasca Kolonial di Jalan Kayutangan Malang. Review of Urbanism and Architectural Studies, 10(2), 11–18. https://doi.org/10.21776/ub.ruas.2012.010.02.2

Handinoto. (1996). Perkembangan Kota Malang pada Jaman Kolonial (1914-1940). Dimensi, 22(September), 1–29.

Ibrahim, H. G. A. (2016). Regeneration of Sustainability in Contemporary Architecture: Approach Based on Native Function and Activities to Strengthen Identity. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 216(October 2015), 800–809. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.12.077

Iranfar, M. (2018). The Presence of Modernist Architecture in Government’s educational Buildings at Lefkosa. Journal of Contemporary Urban Affairs, 2(1), 22–32. https://doi.org/10.25034/ijcua.2018.3653

Junianingrum, D., Wijaya, I. N. S., & Deni Agus Setyono. (2021). Kualitas Visual Elemen Citra Kawasan Kayutangan di Kota Malang. Planning for Urban …, 10(0341), 169–180. https://purejournal.ub.ac.id/index.php/pure/article/view/93%0Ahttps://purejournal.ub.ac.id/index.php/pure/article/viewFile/93/63

Karimi, H., Ghadirifaraz, B., Shetab Boushehri, S. N., Hosseininasab, S. M., & Rafiei, N. (2022). Reducing traffic congestion and increasing sustainability in special urban areas through one-way traffic reconfiguration. Transportation, 49(1), 37–60. https://doi.org/10.1007/s11116-020-10162-4

Kropf, K. (2009). Aspects of urban form. Urban Morphology, 13(2), 105–120. https://doi.org/10.51347/jum.v13i2.3949

Kropf, K. (2017). The Handbook Of Urban Morphology. In The Handbook Of Urban Morphology. https://doi.org/10.1002/9781118747711

Mandaka, M., Ikaputra, I., & Widyastuti, D. T. (2022). Tipologi dan Morfologi Kota Bersejarah Lasem. Jurnal Arsitektur Pendapa, 5(1), 58–75. https://doi.org/10.37631/pendapa.v5i1.594

Mulyadi, L., Fathony, B., & Prikasari, E. (2019). Monograf-Potensi Kampung Heritage Kayutangan Sebagai Destinasi Wisata di Kota Malang.

Deazha, 53(9), xii+207.

Mulyadi, L., Witjaksono, A., & Fathony, B. (2020). Karakter Kawasan Dan Arsitektur Kota Malang Jawa Timur. CV. Dream Litera Buana Anggota IKAPI No. 158/JTI/2015.

Oliveira, V. (2016). The Elements of Urban Form. Urban Book Series, 7–30. https://doi.org/10.1007/978-3-319-32083-0_2

Piutanti, R. (2019). Typology of fasade building in kayu tangan street corridor, Malang City. Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal, 11(2), 107–120. https://doi.org/10.26905/lw.v11i2.2858

Pratiwi, M. A., Ernawati, J., & Yusran, Y. A. (2023). Sense of Place Dimensions of Historic Streets as Urban Heritage Tourism Sites: Streets in Kayutangan, Malang, Indonesia. ISVS E-Journal, 10(7), 300–317.

Ridjal, A. M., Antariksa, A., Suryasari, N., & Santoso, J. T. (2016). Building Form berdasarkan Sejarah Kawasan Bangunan pada Jalan Basuki Rahmat Malang. Review of Urbanism and Architectural Studies, 14(2), 34–46. https://doi.org/10.21776/ub.ruas.2016.014.02.4

Rizaldi, T. L. N., Hariyani, S., & Wardhani, D. K. (2010). Pelestarian lingkungan dan bangunan kn o be r s e j a r a h k a w a s a n k a y u t a n g a n k o t a m a l a n g. Arsitektur E-Journal, 3(0341).

Ronal Ridhoi, Erianti, H., & S.R, T. A. (2020). Kawasan Kayutangan Malang Dalam Lintasan Sejarah. In Suparyanto dan Rosad (2015 (Vol. 5, Issue 3).

Rustad, R. (2009). What is Contemporary Architecture? Changes in Architectural Competitions and Architectural Discourse. Nordic Journal of Architectural Research, 21, 142–150.

Siregar, J. P. (2018). The Meaning Change of Urban Heritage: A Socio-Semiotic Investigation of Historic Areas in Yogyakarta, Indonesia. 265.

Stojanovski, T., & Axelsson, Ö. (2019). Typo-Morphology and Environmental Perception of Urban Space. Urban Morphological Theory Udc, July, 822–834.

Tallo, A., Pratiwi, Y., & Astutik, I. (2014). Identifikasi Pola Morfologi Kota (Studi Kasus : Kecamatan Klojen, Kota Malang). Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota, 25(3), 213–227. https://doi.org/10.5614/jpwk.2015.25.3.3

Wicaksono, G. W. T. (2017). Malang Stoomtram Maatschappij pada Masa Kolonial di Malang Tahun 1901-1930. Avatara: E-Journal Pendidikan Sejarah, 5(3), 639–649.

Wulandari, L. D. (2004). Kajian Historis Perkembangan Kota Malang Dalam Menggali Makna Pembentukan Alun-alun Kota Malang. Jurnal Teknik, XI No.1, 7823–7830.

Downloads

Additional Files

Published

2024-11-09

Issue

Section

Articles