MODEL PENILAIAN DAN EVALUASI BANGUNAN LAMA PADA KORIDOR HEERENSTRAAT PROBOLINGGO

Authors

  • Sayyidah Rafi Dianya Shabri Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Bambang Soemardiono Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Sarah Cahyadini Institut Teknologi Sepuluh Nopember

DOI:

https://doi.org/10.26418/lantang.v11i2.79222

Keywords:

Model Penilaian Bangunan Lama, Evaluasi Bangunan Lama, Pelestarian bangunan lama, Koridor Heerenstraat Probolinggo.

Abstract

Pelestarian bangunan lama menjadi isu penting dalam warisan budaya. Penelitian ini bertujuan menentukan model penilaian bangunan lama dan mengevaluasi bangunan-bangunan lama pada koridor Heerenstraat Probolinggo. Heerenstraat sebagai sumbu Kota Probolinggo merupakan koridor bersejarah peninggalan Belanda. Namun, Heerenstraat kini mengalami penghancuran dan terbengkalainya bangunan lama, termasuk perubahan bangunan cagar budaya. Penelitian ini merupakan penelitian historical interpretative, dengan tool appraisal study dalam urban research method. Analisis yang digunakan analisis deskriptif dan evaluasi (skoring) bangunan lama. Hasil penelitian menghasilkan model evaluasi bangunan lama, dengan parameter nilai sejarah, nilai sosial, umur bangunan, keaslian, estetika dan arsitektur, memperkuat citra kawasan, kelangkaan/keistimewaan, dan scientific/ilmu pengetahuan. Penelitian ini juga menghasilkan evaluasi penilaian 13 bangunan lama yang berusia lebih dari 50 tahun pada koridor Heerenstraat Probolinggo.  

References

Almadani, M. R. & Gunawan, I. (2013). Identifikasi Bangunan Cagar Budaya Bangunan Kuning Agung, Senghie, Pontianak. LANTING Journal of Architecture. 2(1):17-28.

Andriana, M., Anisah, S., Bachtiar, R. (2022). Conservation Of Historical Buildings In Dutch Colonila "Case Study Of The Bung Karno's Exile House Berastagi". Proceeding International Conference of Science Technology and Social Humanities ICESSHI 2022. 242-247

Aman. (2014). Indonesia: Dari Kolonialisme Sampai Nasionalisme. Yogyakarta: Pujangga PressISBN: 979-602-99258-09

Ashfa, Agussaini, H. & Nasution, B. (2005). Konservasi Bangunan Pertokoan Lama dalam Upaya Mempertahankan Karakter Bangunan dan Lingkungan di Kawasan Peunayong Kota Banda Aceh. Jurnal Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala. 4(2): 81-89.

Astutik, R. M. (2013). Gemeente Probolinggo 1918-1926. Avatara, e-Journal Pendidikan Sejara. 1(3): 519-531.

Bruce-Lockhart. (2008). Conservation Principles Policies and Guidance. England:English Heritage

Gomperts, A., Haag, A., Carey, P. (2010). Rediscovering The Royal Capital Of Majapahit. Kitlv.nl. 2. The Newsletter. No.53. Spring 2010.

Handinoto. (1997). Bentuk Dan Struktur Kota Probolinggo Tipologi Sebuah Kota Administratif Belanda. Dimensi 23/ARSITEK. 1-22.

Handinoto. (2012). Sejarah Kota Probolinggo (1746-1940). Museum Probolinggo: Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata Kota Probolinggo.

ICOMOS. (2013). The Burra Charter: The Australia ICOMOS Charter for Places of Cultural Significance.

Jaelani, J. (2020). SEMIOTIKA KOTA: Pertarungan ideologis di Ruang Urban. Yogyakarta: Cantrik Pustaka.

Kusno, A. (2007). Penjaga Memori: GARDU di Perkotaan Jawa. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Ministry For The Environment. (2009). Urban Design Toolkit Third Edition. New Zealend: Ministry for the environment.

Niezabitowska, E. D. (2018). Research Methods and Techniques in Architecture. New York & London: Routledge Taylor & Francis Group.

Putra, R.D.W. (2016). Identifikasi Kelestarian Kawasan Kota Lama Melalui Proteksi Bangunan Cagar Budaya Oleh Pemerintah Kota Surabaya. JPK Jurnal Pengembangan Kota. 4(2):139-150.

Putranto, A. (2018). Model Spatial Analysis Untuk Penilaian Bangunan Cagar Budaya Di Kota Gresik. Amerta, Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Arkeologi. 37(25):132-144.

Rachman, M. (2012). Konservasi Nilai Dan Warisan Budaya. Indonesian Journal of Conservation. 1(1): 30-39.

Rukayah, R. S., Susilo, E. S., Abdullah, M., Saputro, S. (2017). Exploring The Position Of Old Semarang Sea Port: Based On Javanese City Pattern. 3rd International Conference on Tropical and Coastal Region Eco Development. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science 116 (2018) 012036. 1-9. IOP Publishing.

Samuel, F., & Hatleskog, E. (2020). Why Social Value? Architectural Design. Bristol Research Portal. 90(4): 6-13.

Shabri, S.R.D., Kusdiwanggo, S., Yusran, Y.A. (2023). Dari Realita Menjadi Wacana: Representasi Panoptisisme Pada Perencanaan Kota Probolinggo. Langkau Betang: Jurnal Arsitektur. 10(1): 29-44.

Vinchu., Jirge., Deshpande. (2017). Application of Aesthetics in Architecture and Design. International Journal of Engineering Research and Technology. 10(1): 183-186.

Wang, R., Zhang, Y., Zhang, H., Yu, H. (2022). Social Value Assessment and Spatial Expression of National Park Ecosystems Based on Residents’ Perceptions. Sustainability. 14, 4206 : 1-16

Widiana, F., Santosa, H., & Ernawati, J. (2022). Nilai Signifikansi Budaya Bangunan Lama di Kawasan Alun-Alun Merdeka Kota Malang Berdasarkan Persepsi Masyarakat. RUAS. 20(1): 44-54

Wiyatno, L.H.D.A. (2014). Pelestarian Kawasan Dan Bangunan Kuno Bersejarah Pusat Kota Probolinggo. Skripsi diterbitkan Malang: Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Brawijaya.

Wiyanto, L. H., Antariksa & Kurniawan E. B. (2014). Pelestarian Kawasan Dan Bangunan Kuno Bersejarah Pusat Kota Probolinggo. Arsitektur e-Journal. 7(2): 102-114.

Yusuf, S.M. & Putranto, A. (2021). Alternatif Model Penilaian Nilai Penting Pada Bangunan Diduga Cagar Budaya Di Kota Donggala, Sulawesi Tengah. Kindai Etam. 7(2): 119-132.

Undang-Undang No 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya

Downloads

Published

2024-11-03

Issue

Section

Articles