REKONSTRUKSI ASPEK FUNGSI DAN ESTETIKA BANGUNAN KOMERSIAL ERA KESULTANAN BULUNGAN, TANJUNG SELOR, KALTARA

Authors

  • Risnafaty Risnafaty Universitas Kaltara
  • Dimas Wihardyanto Universitas Gadjah Mada
  • Anisah Nur Fajarwati Politeknik Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.26418/lantang.v12i1.84092

Keywords:

Rekonstruksi, Fungsi, Estetika, Bangunan Komersial

Abstract

Identitas sebuah kota dapat diwujudkan dengan cara mengungkapkan peninggalan arsitektur bangunan bersejarah. Salah satu contoh peninggalan bangunan bersejarah yang ikonik dan bersifat komersial adalah rumah toko dan bioskop. Kedua bangunan ini digolongkan ke dalam ragam bangunan komersial lama yang dahulu banyak berdiri di bekas kawasan dagang pada era Kesultanan Bulungan, Kota Tanjung Selor, Kalimantan Utara. Fokus dan tujuan dari penelitian ini adalah aspek fungsi dan estetika pada bangunan komersial lama yang berupa rumah toko dan bioskop. Metode yang digunakan adalah rasionalistik dengan pendekatan kualitatif "“ deskriptif serta menjadikan aspek fungsi dan estetika bangunan sebagai variabel penelitian. Analisis data dilakukan dengan cara rekonstruksi secara virtual. Artinya, rekonstruksi tidak dilakukan secara langsung melainkan melalui gambar virtual yang digunakan untuk menemukan dan mengungkap keaslian fungsi dan estetika dalam bangunan rumah toko di kawasan Tanjung Selor. Hasil temuan yang diperoleh adalah tersisa sembilan bangunan komersial peninggalan era Kesultanan Bulungan yang masih menunjukan keaslian fungsi dan estetika di dalamnya. Kesembilan bangunan komersial tersebut menunjukkan keseragaman fungsi ruang dan esetika yang menjadi karakter dari bangunan komersial. Setiap bangunan komersial memiliki lima jenis ruang dengan susunan dari bagian depan sampai dengan belakang adalah beranda (emperan), toko, hunian, pelataran, dan dapur. Dari sembilan bangunan komersial yang tersisa, dapat dikelompokkan menjadi enam tipe berdasarkan jumlah lantai dan akses atau jalan masuk yang menghubungkan kelima jenis ruang. Akses atau jalan masuk tersebut ada yang menerus ada pula yang terputus di salah satu ruang.

Author Biography

Dimas Wihardyanto, Universitas Gadjah Mada

Research Focus:
Architecture theory, conservation, vernacular architecture

Research Profile:
Scholar
Sinta

References

Apollonio, F. I., Fallavollita, F., Giovannini, E. C., Foschi, R., & Corso, S. (2017). The reconstruction of drawn architecture. Studies in Digital Heritage, 1(2), 380–395. https://doi.org/10.14434/sdh.v1i2.23243

Azis, B., Safrilia, A., & Wijaya, I. B. A. (2021). Rekonstruksi Interior Bnagunan Sejarah Optik Surya dengan Model 3D. Mintakat: Jurnal Arsitektur, 22(2), 76–87. https://doi.org/10.26905/jam.v22i2.6043

Aziz, A. M. A., Rukayah, R. S., & Wijayanti, W. (2020). Arsitektur Rumah Tradisional di Kawasan Kampung Kapitan Palembang. Jurnal Arsitektur ARCADE, 4(3), 199. https://doi.org/10.31848/arcade.v4i3.484

Budiarto, A., Indriani, I., & Ratna, A. M. (2017). Tipologi Fasad Arsitektur Melayu dengan Fasad Arsitektur Tradisional Pelembang. Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia 6, I017-1024. https://doi.org/10.32315/ti.6.i017

Daniardi, A. A., Ravsyan, R., & Putri, R. D. (2019). Rekonstruksi Bentuk Arsitektur Candi Padang Roco di Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat. NALARs, 18(2), 105. https://doi.org/10.24853/nalars.18.2.105-118

Fajrina, M. N., Antariksa, & Ridjal, A. M. (2017). Pola Ruang Dalam pada Rumah Tinggal Tradisional Jawa di Desa Brayut, Yogyakarta. Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur, 5(1), 1–7.

Galih, D. A. M. M., Kertiasih, N. P. P., Purnasari, A., Zedlina, L. P. C., Saraswati, N. K. A. M., & Wasista, I. P. U. (2023). Kajian Arsitektur Bioklimatik Rumah Betang. Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, Dan Lingkungan Terbangun, 3(2), 283–297. https://doi.org/10.59997/vastukara.v3i2.2896

Herwindo, R. P., Prijotomo, J., & Nugrahani, D. S. (2022). Virtual Reconstruction of Architectural Heritage Made of Wood, Stone, and Their Combination in The Ancient Mataram Era. International Journal of Multidisciplinary and Current, 4(4), 191–206.

Ihsani Fadhillah, S., & Chandra, S. (2023). Proporsi dan Keseimbangan Fasad pada Bangunan Kolonial Gedung Negara. Jurnal Arsitektur, 15(1), 16–21. https://doi.org/10.59970/jas.v15i1.98

Khasbi, R. P., & Susanti, A. D. (2022). Kajian Bentuk dan Fasad Bangunan sebagai Landmark Kawasan Kota. Jurnal Arsitektur Kolaborasi, 2(1), 38–48. https://doi.org/10.54325/kolaborasi.v2i1.25

Nadia, J., & Prijotomo, J. (2024). Studi Arsitektur Bangunan-bangunan Kayu pada Kompleks Dharmasala Berdasarkan Rekonstruksi Arsitektur Virtual. Riset Arsitektur (RISA), 8(01), 86–104. https://doi.org/10.26593/risa.v8i01.7541.86-104

Pramesiwara, H., Budiarti, R., & Utami, L. (2019). Pola Ruang Dalam pada Rumah Tradisional Betawi. In H. Prameswara (Ed.), Prosiding Seminar Intelektual Muda (pp. 39–44). Universitas Trisakti.

Ramli, S. (2018). Tipologi Dan Morfologi Fasade Rumah Tradisional Kampung Ciptagelar. Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal, 10(2). https://doi.org/10.26905/lw.v10i2.2680

Retnaningtiyas, W. (2018). Rekonstruksi Arsitektur Kompleks Kadipaten di Kampung Panembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta. PURBAWIDYA: Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Arkeologi, 7(1), 35. https://doi.org/10.24164/pw.v7i1.255

Roesmanto, T. (2004). Rekonstruksi Arsitektur Istana Kota Piring. DIMENSI (Journal of Architecture and Built Environment), 32(1), 28–41.

Setiawan, T. D., Budiarti, R., & I. Purnomo, E. (2021). Identifikasi Sintetis Arsitektur Dayak, Melayu, dan Cina pada Fasad Bangunan Arsitektur Kalimantan Barat. Prosiding Seminar Intelektual Muda, 3(1). https://doi.org/10.25105/psia.v3i1.13032

Wasilah, W., & Hildayanti, A. (2016). Filosofi Penataan Ruang Spasial Vertikal Pada Rumah Tradisional Saoraja Lapinceng Kabupaten Barru. Review of Urbanism and Architectural Studies, 14(2), 70–79. https://doi.org/10.21776/ub.ruas.2016.014.02.7

Downloads

Additional Files

Published

2025-04-30

Issue

Section

Articles