DINAMIKA PERUBAHAN LINGKUNGAN DAN TREN TRANSFORMASI FISIK PERMUKIMAN TEPIAN SUNGAI DI PONTIANAK

Authors

  • Hamdil Khaliesh Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura
  • Zairin Zain Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/lantang.v12i1.88030

Keywords:

Permukiman Tepian Sungai, Transformasi Fisik Bangunan, Adaptasi Arsitektur, Perubahan Lingkungan

Abstract

Permukiman tepian sungai di Kota Pontianak menghadapi berbagai perubahan lingkungan yang kompleks, termasuk banjir, abrasi, sedimentasi, dan penurunan tanah. Perubahan ini berdampak secara fisik maupun non fisik. Meskipun banyak perubahan, masyarakat tepian sungai di Pontianak menunjukkan daya tahan yang luar biasa dengan beradaptasi terhadap kondisi lingkungan. Adaptasi ini sering kali mengarah pada transformasi fisik permukiman. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi fisik bangunan sebagai respons terhadap tantangan lingkungan, sosial, dan ekonomi, dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pentingnya memahami fenomena ini berkaitan dengan ancaman terhadap keberlanjutan budaya permukiman tepian air akibat urbanisasi berbasis aktivitas daratan. Studi kasus dilakukan di Kampung Beting, Tambelan, dan Kamboja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan ruang jalan menjadi faktor paling signifikan yang memengaruhi transformasi, dengan dampak pada 100% rumah. Transformasi dari jalan gertak kayu menuju jalan beton mengubah orientasi permukiman dari berbasis sungai menuju aktivitas daratan. Selain itu, ruang gertak sebagai elemen sosial dan infrastruktur memengaruhi 97% rumah. Penelitian ini menemukan tren adaptasi berupa penguatan struktur bangunan dan pelestarian nilai tradisional dengan inovasi material. Hasilnya memberikan wawasan berbasis data untuk pengembangan permukiman yang tangguh dan berkelanjutan, sekaligus melestarikan budaya arsitektur lokal sebagai respons terhadap dinamika lingkungan.

References

Adriana, M., Salim, S. A., & Budiono, M. W. (2019). Transformasi Morfologi Permukiman Di Tepian Sungai Martapura. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.20064.94722

Afdholy, A. R., Wulandari, L. D., & Utami, S. (2019). Pengaruh Lingkungan Terhadap Bentuk Rumah Pada Permukiman Tepian Sugai Kota Banjarmasin. NALARs, 18(2), 143–152. https://doi.org/10.24853/nalars.18.2.143-152

Andi, U. F., Irwin, I., Zain, Z., Pebriano, V., & Andi, A. (2023). Power Over Architecture: A Case Study on Malay Sultanate Palaces in West Kalimantan During Colonial Period (1800-1949 AD). International Journal of Environment, Architecture, and Societies, 3(02), 96–105. https://doi.org/10.26418/ijeas.2023.3.02.96-105

Ardiyanto, A., & Saputra, G. Y. W. (2024). Dampak Rob Terhadap Perubahan Rumah Di Dusun Morosari, Desa Bedono, Kec. Sayung Demak. Agora : Jurnal Penelitian Dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti, 22(1), 82–108. https://doi.org/10.25105//agora.v22i1.19365

Artiningrum, P., & Sukmajati, D. (2017). Adaptasi Arsitektur Vernakular Kampung Nelayan Bugis Di Kamal Muara. NALARs, 16(1), 69–84. https://doi.org/10.24853/nalars.16.1.69-84

Ayasha, N. L., Handayani, K. N., & Nirawati, M. A. (2024). Resiliensi Permukiman Komunal di Kampung Code Yogyakarta. Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan, 22(1), 1–12. https://doi.org/10.20961/arst.v22i1.78311

Danial, M. M., Darmania, & Sari, N. P. (2021). Pemanfaatan Data Pasang Surut Stasiun Meteorologi dan Maritim untuk Identifikasi Kenaikan Muka Air Laut dan Mitigasi Banjir Kota Pontianak. Jurnal Pengabdi, 4(2), Article 2. https://doi.org/10.26418/jplp2km.v4i2.48773

Faisal, G. (2018). Transformasi Hunian Vernakular Suku Duanu, Pesisir Timur Sumatera. Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, 4(1). https://doi.org/10.47521/selodangmayang.v4i1.90

Gultom, B. J. B., Jati, D. R., & Andi, A. (2020a). Identifikasi Model Adaptasi Bencana Di Kawasan Seng Hie Dan Desa Sungai Kakap. LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR, 7(1), 71–84. https://doi.org/10.26418/lantang.v7i1.37771

Gultom, B. J. B., Jati, D. R., & Andi, A. (2020b). Komparasi Adaptasi Bencana Banjir Di Kawasan Waterfront Sungai Kapuas (pontianak) Dan Sungai Kakap. Jurnal Pengembangan Kota (Journal of Urban Development), 8(1), 12–22. https://doi.org/10.14710/jpk.8.1.12-22

Gunawan, I., Soemardiono, B., & Septanti, D. (2022). Typology of Settlement Development in Riverbanks in Pontianak. International Journal of Environment, Architecture, and Societies, 2(02), 73–84. https://doi.org/10.26418/ijeas.2022.2.02.73-84

Hadinata, I. Y. (2021). Transformasi Ruang Rawa Kota Banjarmasin. Sustainable, Planning and Culture (SPACE) : Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota, 3(1), 33–40. https://doi.org/10.32795/space.v3i1.1727

Hadinata, I. Y., Setiawan, B., & Prayitno, B. (2015). Transformasi Ruang Bantaran Sungai Di Kota Banjarmasin. Seminar Nasional Keberlanjutan Ruang Huni Masa Depan EKO-ARSITEKTUR, 131–143.

Hadinata, I. Y., Setiwan, B., & Prayitno, B. (2016). Transformasi Ruang Permukiman Tradisional Dan Vernakular Dalam Lingkungan Rawa Pasang Surut. Kearifan Lokal Dalam Arsitektur Dan Lingkungan Binaan, 523–535.

Hamidah, N., Rijanta, R., Setiawan, B., & Marfai, M. A. (2016). Analisis Permukiman Tepian Sungai Yang Berkelanjutan Kasus Permukiman Tepian Sungai Kahayan Kota Palangkaraya. INERSIA Lnformasi Dan Ekspose Hasil Riset Teknik Sipil Dan Arsitektur, 12(1), 13–24. https://doi.org/10.21831/inersia.v12i1.10343

Hakki, W. (2015). Dampak Pemanfaatan bantaran Sungai Terhadap Kualitas Lingkungan di Kelurahan Pasar Krui. Jurnal Penelitian Geografi (JPG), 3(6).

Lempoy, J. O., Waani, J. O., & Warouw, F. (2017). Adaptasi Permukiman Sungai di Kampung Tubir Kota Manado terhadap Resiko Banjir. Jurnal Arsitektur DASENG, 6(1), 47–58. https://doi.org/10.35793/daseng.v6i1.16689

Mentayani, I. (2015). Transformasi Adaptif Permukiman Tepi Sungai Di Kota Banjarmasin Kasus: Barito - Muara Kuin, Martapura, dan Alalak [Doctoral Thesis, Universitas Gadjah Mada]. https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/88173

Murti, N. K., Suprapti, A., & Sardjono, A. B. (2020). Transformasi Adaptasi Bangunan Di Permukiman Informal Tepi Sungai Kahayan. Jurnal Arsitektur ARCADE, 4(1), 57–64. https://doi.org/10.31848/arcade.v4i1.339

Nidikara, A. D., & Widjaja, G. P. (2017). An Architectural Adaptation Strategy for the Dynamics of the Kahayan River’s Water Level at Kampung Pahandut, Palangka Raya City. Riset Arsitektur (RISA), 1(04), 379–398. https://doi.org/10.26593/risa.v1i04.2751.379-398

Nugroho, A. C. (2023). Ecological Perspective on Architecture: A Study of Arsitektur Nusantara As Adapting Form in Tropical Environment. Jurnal Arsitektur, 13(2), 99–114. https://doi.org/10.36448/ja.v13i2.2740

Nurhidayati, E. (2016). Prediksi Perkembangan Lahan Permukiman Terhadap Kerentanan Bencana Banjir Dan Kebakaran Di Permukiman Tepian Sungai Kapuas Kota Pontianak. 152–165. http://dtap.undip.ac.id

Nurhidayati, E., & Fariz, T. R. (2020). Kebertahanan Pemukiman Rumah Panggung Di Tepian Sungai Kapuas Pontianak. Mintakat: Jurnal Arsitektur, 21(2). https://doi.org/10.26905/mj.v21i2.4090

Rapoport, A. (1969). House, Form and Culture. Michigan: Prentice-Hall, Universitas Michigan.

Sastika, A., & Yasir, A. (2017). Karakteristik Permukiman di Tepian Sungai, Studi Kasus: Permukiman di Tepian Sungai Musi. Koridor, 8(2).

Sari, N. R., & Khadiyanto, P. (2014). Kualitas Lingkungan Permukiman Di Tepi Sungai Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Hilir. Teknik PWK, 3(4).

Setiadi, A. (2018). Pengaruh Politik Dan Ekonomi Terhadap Transformasi Urbanitas Permukiman Tepi Sungai Di Banjarmasin. 1–15. https://e-journal.uajy.ac.id/22472/

Surur, F., & Syahril, M. (2019). Pola Permukiman Tepian Sungai Walanae Di Desa Welado Kecamatan Ajangale Kabupaten Bone. Prosiding Seminar Nasional Arsitektur, Budaya dan Lingkungan Binaan (SEMARAYANA #1), 27–34. https://eproceeding.undwi.ac.id/index.php/semarayana/article/view/9

Syarif, E. (2016). Perubahan Morfologi Permukiman Tepi Laut Makassar Dalam Transformasi Sosial Masyarakat Mariso [Doctoral Thesis]. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Tasima, D., & Ekomadyo, A. S. (2023). Teritorialitas/Segmentaritas Kampung Beting Kota Pontianak. LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR, 10(2), 39–49. https://doi.org/10.26418/lantang.v10i2.63181

Wicaksono, B. (2018). Perubahan Budaya Bermukim Masyarakat Riparian Sungai Musi Palembang, Tinjauan Proses dan Produk. Jurnal Tekno Global, 7(2), 54–60. https://doi.org/10.36982/jtg.v7i2.547

Wulandari, F., & Ikaputra, I. (2023). Pola Adaptasi dalam Upaya Mencapai Resiliensi pada Permukiman Tepian Sungai di Kota Banjarmasin. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 19(2), 251–263. https://doi.org/10.14710/pwk.v19i2.39364

Zain, Z., Aqsa, A., & Sunandi, R. (2022). Budaya Bermukim Orang Melayu di Kota Pontianak Terhadap Pemanfaatan Rumah di Bantaran Sungai Kapuas: Studi Kawasan Permukiman di Kelurahan Tambelan Sampit. Arsir, 6(1), 1–14. https://doi.org/10.32502/arsir.v6i1.4012

Zain, Z., Irwin, I., & Andi, U. F. (2023). Action on Heritage Conservation of Wooden Structures: Enhancing the Cultural Spaces of Pontianak by Reconstruction of a Traditional Malay House. International Journal of Environment, Architecture, and Societies, 3(01), 34–43. https://doi.org/10.26418/ijeas.2023.3.01.34-43

Downloads

Published

2025-04-30

Issue

Section

Articles