RUANG BESALI PADA RUMAH TRADISIONAL GROJOGAN: ARTIKULASI FUNGSI EKONOMI DALAM KONTEKS ARSITEKTUR VERNAKULAR JAWA TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.26418/lantang.v12i2.95708Keywords:
Besali, Arsitektur Vernakular, Fungsi Ekonomi Domestik, Rumah Tradisional Grojogan, PawonAbstract
Rumah tradisional Grojogan di Desa Sendangagung, Lamongan, merupakan contoh arsitektur vernakular yang mencerminkan keterkaitan ruang huni, budaya lokal, dan aktivitas domestik. Namun, belum ada kajian yang secara khusus membahas ruang besali, yakni ruang kerja pengrajin emas yang kini banyak ditemukan dalam rumah-rumah Grojogan. Fenomena ini menarik karena besali umumnya menempati dapur (pawon), ruang yang secara tradisional diperuntukkan bagi aktivitas memasak dan hanya digunakan oleh perempuan. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana rumah tradisional Grojogan yang awalnya tidak memiliki besali akhirnya mengalami perubahan konfigurasi ruang seiring perkembangan kebutuhan ekonomi keluarga. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara, dan studi kasus. Lokasi penelitian berada di Desa Sendangagung, Paciran, Lamongan, Jawa Timur. Teknik analisis dilakukan melalui pemetaan konfigurasi ruang (spatial mapping), interpretasi pola sirkulasi, dan analisis tematik terhadap data wawancara untuk mengidentifikasi makna sosial dan perubahan fungsi ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemunculan besali dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti peran historis Sunan Sendang yang memperkenalkan kerajinan logam, serta tuntutan ekonomi yang menjadikan pawon sebagai ruang produktif. Besali merupakan artikulasi fungsi ekonomi dalam ruang vernakular dan mencerminkan perubahan nilai sosial terkait zonasi privat dan profan. Penelitian ini menawarkan pembahasan baru mengenai fungsi ekonomi domestik dalam arsitektur tradisional, khususnya melalui kajian tentang besali.References
Aristyani, M. P., Wulandari, L. D., & Utami, S. (2016). Morfologi Spasial Hunian di Desa Wisata Sendangduwur Kabupaten Lamongan. Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Universitas Brawijaya, 4(2).
Dewi, R. (2023). PENGELOLAAN KEUANGAN DALAM TRADISI WANITA MELAMAR PRIA DI LAMONGAN.
Febrianto, R. S., Wulandari, L. D., & Santosa, H. (2017). DOMAIN RUANG PEREMPUAN PADA HUNIAN MASYARAKAT PELADANG DESA JURUAN LAOK MADURA TIMUR. Tesa Arsitektur, 15(1), 54–63. https://doi.org/https://doi.org/10.24167/tesa.v15i1.1014
Haryotedjo, T. (2024). Pemaknaan Ruang Dalam pada Arsitektur Vernakular Jawa di Indonesia. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 10(4), 1175–1182. https://doi.org/10.32884/ideas.v10i4.1482
Kartono, J. L. (1999). RUANG, MANUSIA DAN RUMAH TINGGAL; SUATU TINJAUAN PERSPEKTIP KEBUDAYAAN “TIMUR†DAN “BARAT.†Dimensi: Journal of Architecture and Built Environment, 27(2), 6–14. https://doi.org/https://doi.org/10.9744/dimensi.27.2.%25p
Kiswari, M. D. N. (2019). Identifikasi Perubahan Fungsi Ruang pada Rumah Tinggal Joglo. PRAXIS: Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat Dan Jejaring, 2(1), 49–65. https://doi.org/https://doi.org/10.24167/praxis.v2i1.2250
Putri, D. H., Handajani, R. P., & Mustikawati, T. (2024). TRANSFORMASI KONSEP PAWON PADA DAPUR MODERN (STUDI KASUS: KAMPUNG PANGGUNG, MALANG). Langkau Betang: Jurnal Arsitektur, 11(1), 46. https://doi.org/10.26418/lantang.v11i1.72975
Rif’ah, S., & Amin, Moh. N. (2024). Optimalisasi Ekonomi Kreatif Warisan Sunan Sendang: Pemberdayaan Pengrajin Batik Berbasis Transformasi Tepat Guna. GUYUB: Journal of Community Engagement, 5(1), 106–135. https://doi.org/10.33650/guyub.v5i1.7725
Santosa, R. B. (2000). Omah: Membaca Makna Rumah Jawa. Yayasan Bentang Budaya bekerja sama dengan Yayasan Adikarya Ikapi dan The Ford Foundation.
Silaban, U. M. M., & Nugroho, S. (2018). Kontribusi Desa Wisata Sendang Duwur Kabupaten Lamongan Terhadap Ekonomi Masyarakat Lokal. Jurnal Destinasi Pariwisata, 6(2), 245–251.
Siswayanti, N. (2015). Dakwah Kultural Sunan Sendang Duwur. Buletin Al-Turas, 21(1), 1–16. https://doi.org/10.15408/bat.v21i1.3823
Suyatno, A. F., & Ayundasari, L. (2021). Sunan Sendang Duwur: Jejak penyebaran Agama Islam di pesisir Kabupaten Lamongan. Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial, 1(6), 695–702. https://doi.org/10.17977/um063v1i62021p695-702
Syah, M. H. (2009). RUMAH TRADISIONAL KUDUS : PENGARUH BUDAYA ISLAM DALAM RUMAH TRADISIONAL KUDUS (1500-1900).
Tarigan, R. (2015). TANTANGAN PELESTARIAN DAN PERUBAHAN TERHADAP MANFAAT RUANG TRADISIONAL AKIBAT PENGARUH KEGIATAN INDUSTRI RUMAH TANGGA STUDI KASUS : RUMAH TINGGAL TRADISIONAL KUDUS. Jurnal Arsitektur KOMPOSISI, 11(2), 77–84.
Tarigan, R. (2016). ARSITEKTUR VERNAKULAR BERBASIS ARSITEKTUR TRADISIONAL : MENUJU ARSITEKTUR LOKAL YANG BERKELANJUTAN Studi kasus : Rumah di Desa Karangmalang, Kabupaten Kudus. Tesa Arsitektur, 14(1), 23–31b. www.journal.unika.ac.id/tesa
Wardiana, I. Y., Rahmawati, P. A., Pratiwi, W. D., & Herdian, A. (2024). Transformasi Rumah Tradisional Jawa di Jagalan Kotagede sebagai Penunjang Pariwisata. ATRIUM: Jurnal Arsitektur, 11(1), 83–98. https://doi.org/10.21460/atrium.v11i1.259
Yuwanti, S. (2020). Rumah Peradaban dan Rumah Budaya sebagai Perkembangan Arsitektur Tradisional Jawa di Era Global. Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata, 16(1), 65–80. https://doi.org/https://doi.org/10.56910/gemawisata.v16i1.112
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Copyright Holder: Langkau Betang: Jurnal Arsitektur, By submitting the manuscript, Authors willing to delivered the copyright to the publisher. Authors are free to use their published manuscript as a reference in their later works
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
You are free to:
- Share "” copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt "” remix, transform, and build upon the material
- for any purpose, even commercially.
- Attribution "” You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- No additional restrictions "” You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.
- You do not have to comply with the license for elements of the material in the public domain or where your use is permitted by an applicable exception or limitation.
- No warranties are given. The license may not give you all of the permissions necessary for your intended use. For example, other rights such as publicity, privacy, or moral rights may limit how you use the material.
