Komposisi dan Struktur Komunitas Fitoplankton di Estuari Sungau Mempawah, Kalimantan Barat

Authors

  • Muhammad Yusuf Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tanjungpura
  • Muliadi Muliadi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tanjungpura, Pontianak
  • Sukal Minsas Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tanjungpura, Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.26418/lkuntan.v2i1.29933

Keywords:

Fitoplankton Estuari Sungai Mempawah

Abstract

Estuari Sungai Mempawah merupakan wilayah Kalimantan Barat yang terletak di 00Ëš18"™21.82" LU - 108Ëš57"™46.65" BT. Estuari Sungai Mempawah berbatasan langsung dengan Laut Natuna. Estuari Sungai Mempawah dimanfaatkan oleh warga sekitar Sungai Mempawah sebagai lokasi transportasi, dermaga dan juga sebagai lokasi pembuangan limbah rumah tangga. Fitoplankton merupakan organisme yang berperan penting sebagai produsen dalam tingkatan rantai makanan, maka dari itu kelimpahan jumlah fitoplankton di suatu perairan dapat dijadikan sebagai indikator baik atau buruknya suatu perairan (Thurman, 1994). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan struktur komunitas fitoplankton, kualitas lingkungan perairan dan korelasi kepadatan fitoplankton dengan parameter fisika "“ kimia perairan estuari Sungai Mempawah. Penelitian ini telah dilakukan mulai Oktober 2017 dengan menggunakan metode survei dan koleksi langsung dilapangan. Hasil penelitian menunjukkan Komposisi fitoplankton di estuari Sungai Mempawah terdiri dari 8 divisi, 10 kelas, 33 ordo, 40 famili dan 57 genus. Kepadatan tertinggi dari fitoplankton adalah berasal dari kelas Bacillariophyceae pada stasiun 1 sebanyak 3391 Ind/L. Kisaran indeks keanekaragaman fitoplankton 2,687 "“ 2,958, indeks keseragaman fitoplankton 0,298 "“ 0,459 dan indeks dominansi 0,077 "“ 0,121. Kondisi perairan di estuari Sungai Mempawah masih dalam kondisi baik. Parameter salinitas berkorelasi positif dengan kepadatan fitoplankton di estuari Sungai mempawah (0,894), sedangkan nitrat berkorelasi negatif dengan kepadatan fitoplankton di estuari Sungai Mempawah (-0,900).

Author Biographies

Muhammad Yusuf, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tanjungpura

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Muliadi Muliadi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tanjungpura, Pontianak

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Sukal Minsas, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tanjungpura, Pontianak

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

References

Akrimi dan Gatot. S., 2002, Teknik Pengamatan Kualitas Air dan Plankton di Reservat Danau Arang – Arang Jambi (Buletin Teknik Pertanian Vol. 7), Balai Riset Perikanan Perairan Umum, Palembang.

American Publich Health Association (APHA), 2000, Diagnostic and Statistical Manual of Mantal Disorders Fourth Edition Text Revision, DSM-IV-TR, Arlington, VA: American Psychiatruc Association.

Arinardi, O. H.; Sutomo, A. B.; Yusuf, S. A.; Trimaningsih.; Asnaryanti, E. dan Riyono, S. H., 1997, Kisaran dan Kelimpahan dan Komposisi Plankton Predominan di Perairan Kawasan Timur Indonesia, Pusat Penelitian dan Pengembangan Oceanografi LIPI, Jakarta.

Aryawati, R., 2007, Kelimpahan Dan Sebaran Fitoplankton Di Perairan Berau, Kalimantan Timur, Institut Pertanian Bogor, Bogor, (Tesis).

Barus, T.A., 2004, Pengantar Limnologi Studi Tentang Ekosistem Air Daratan, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Dianthani. D., 2003, Identifikasi Jenis Plankton di Perairan Muara Badak, Kalimantan Timur, Program Pasca Sarjana /S3, Institut Pertanian Bogor, Bogor, Makalah Falsafah Sains (PPs 702).

Eno, N.C.; Clark, R.A dan Sanderson, W.G., 1997, Non-Native Marine Species in British Waters : A Review and Directory, Joint Nature Conservation Committee Monkstone House, City Road Peter, Borough.

Hadi, A., 2005, Prinsip Pengelolaan Pengambilan Sampel Lingkungan, PTT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Kep MENLH. 2004, Keputusan Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup No.Kep 51 / MENLH / I / 2004, Tentang Pedoman Penetapan Baku Mutu Lingkungan.

Kraberg, A,; Baumann, M dan Durselen, C. D. 2010. Coastal Phytoplankton: Photo Guide for Northern European Seas. Verlag Dr. Friedrich Pfeil, Munchen, Germany.

Krebs, C.J., 1989, Ecology Methodology, The Experimental Analysis of Distribution and Abundance, Harper and Row Publishers, New York.

Kühn, S. F. dan Hofmann, M. 1998. Infection of Coscinodiscus granii by the parasitoid nanoflagellate Pirsonia diadema: III. Effects of turbulence on the incidence of infection, J. of Plankton Research., 21(12): 2323-2340

Minsas, S., 2013, Komposisi dan Kandungan Klorofil-a Fitoplankton Pada Musim Timur dan Barat di Estuari Sungai Peniti, Kalimantan Barat, Program Pasca Sarjana, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas, Padang, (Tesis).

Muchlisin, A.Z. dan Jannah, R., 2012, Komunitas Fitoplankton Di Daerah Estuari Krueng Aceh, Banda Aceh, J. Depik., 1 (3) : 189-195. 12/2012. ISSN 2089-7790

Nontji, A., 2008, Plankton Laut, LIPI Press, Jakarta.

Nurhatika, D.; Zulfikar, A dan Raza’I, S.T., 2015, Struktur Komunitas Fitoplankton Sebagai Bioindikator Perairan Di Pantai Dolpin Desa Teluk Bakau Kabupaten Bintan, Manajemen Sumberdaya Perairan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Riau, (Skripsi).

Nybakken, J.W., 1992, Biologi Laut: Suatu Pendekatan Ekologis, Cetakan Ke-2. Gramedia, Jakarta.

Ocean Biogeographic Information System (OBIS), 2011, Lauderia sp, http://www.iobis.org/mapper/?taxon_id=460503, Accessed 26 Juni 2018.

Rahayu, S.; Setyawati, R.T. dan Turnip, M., 2013, Struktur Komunitas Zooplankton di Muara Sungai Mempawah Kabupaten Pontianak Berdasarkan Pasang Surut Air Laut, Universitas Tanjungpura, Pontianak, J. Protobiont., 2,No 2:49-55

Reigman. R,; de Boer. M dan de Senerpont Domis. L., 1996. Growth of harmful marine algae in multispecies cultures, J. of Plankton Research., 18(10): 1851-1866

Suryanti, E., 2017, Keragaman Fitoplankton Sebagai Indikator Kualitas Perairan Kampung Gisi, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan, FKIP, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Kepulaian Riau, (Skripsi).

Thoha, H., 2007, Kelimpahan Plankton di Ekosistem Perairan Teluk Gilimanuk, Taman Nasional, Bali, Jakarta, J. Makara Sains, 11, no.1: 44-48

Thurman, H.V., 1994, Introduction Oceanography, 7th ed, MacMillan Publishing Company, New York.

Wardhana, W., 2003, Teknik Sampling, Pengametan, dan Analisis Plankton, Balai Pengembangan dan Pengujian Mutu Perikanan, Jakarta.

West, G.S., 1961, Cambridge Botanical Handbook, Myxophyceae, Peridinieae, Bacillarieae, Chlorophyceae, Together With A Brief Summary of the Occurrence and Distribution of Fresh Water, Algae 1, The University press, Cambridge, Australia.

Downloads

Published

2019-03-01

Issue

Section

Articles