PENGARUH INTENSITAS CAHAYA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT Rhizopora mucronata DAN Rhizopora apiculata DI DESA PASIR KABUPATEN MEMPAWAH
DOI:
https://doi.org/10.26418/lkuntan.v2i2.31432Keywords:
Mempawah Mangrove Park, Rhizopora apiculata, intensitas cahaya, pembibitan mangroveAbstract
Penelitian tentang keberhasilan hidup bibit mangrove berdasarkan intesitas cahaya telah dilakukan di Mempawah Mangrove Park, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh intesitas cahaya terhadap pertumbuhan bibit mangrove Rhizopora mucronata dan Rhizopora apiculata. Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang intesitas cahaya yang optimum untuk pertumbuhan bibit mangrove Rhizopora mucronata dan Rhizopora apiculata guna meningkatkan ekonomi petani mangrove. Penelitian dilakukan menggunakan desain Rancangan Acak Kelompok, dengan 2 faktor terikat yaitu pertumbuhan bibir Rhizopora mucronata dan Rhizopora apiculata. Intensitas cahaya di lokasi penelitian pada umumnya berkisar antara 412-83.559 lux. Salinitas selama pengukuran secara umum bervariasi dari 5-30,43 "°. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis Rhizopora apiculata memiliki kecepatan pertumbuhan bibit yang lebih tinggi ~2,5 cm/minggu dibandingkan dengan Rhizopora mucronata (~2,0 cm/minggu) pada intensitas cahaya 107-2743,6 lux.
Kata kunci: Mempawah Mangrove Park, Rhizopora Mucronata, Rhizopora Apiculata, intensitas cahaya, pembibitan mangrove
References
Benny Khairuddin, Fredinan Yulianda, Cecep Kusmana, Yonvitner, 2015. Status Keberlanjutan dan Strategi Pengolahan Ekosistem Mangrove Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat. IPB.
Gultom,E. N., Basyuni,M., & Utomo,B. (2015). Pengaruh Intensitas Cahaya Terhadap Pertumbuhan dan Konten Rantai Panjang Polyisoprenoid Pada Mangrove Sejati Mayor Berjenis Sekresi Soneratia Caseolaris (L). Peronema Forestry Science Journal, 4 (3), 172-179.
Hardjowigeno,S, 1992. Ilmu Tanah. Mediyatama Sarana Perkasa, Jakarta.Irwanto. 2006. Keanekaragaman Fauna Pada Habitat Mangrove.
Marjenah, 2001. Pengaruh Perbedaan Naungan di Persemaian Terhadap Pertumbuhan dan Respon Morfologi Dua Jenis Semai Meranti. Jurnal Ilmiah Kehutanan “Rimba Kalimantan†Vol.6 .No2.
Nybakken, J. W, 1992. Biologi Laut : Suatu pendekatan ekologis (Terjemahan oleh : M. Eidman, Koessoebiono dan D. G. Bengen, M. Hutomo dan Sukristijono). Penerbit PT. Gramedia. Jakarta. Indonesia.
Priyono, A, 2010) Panduan Praktis Teknik Rehabilitasi Mangrove di Kawasan Pesisir Indonesia. Semarang: KeSEMaT.
Radhista, V R, Aries Dwi Siswanto, dan Eva Ari Wahyuni, 2013. Studi Sebaran Sedimen Secara Vertikal di Perairan Selat Madura kabupaten bangkalan. Jurnal Rekayasa., pp.ISSN: 0216-9495.
Romimohtarto, K. Dan S. Juwana, 2001. Biologi Laut. Ilmu Pengetahuan Tentang Biota Laut. Penerbit Djambatan. Jakarta.
Salisbury, F.B. dan Cleon W. Ross.1995. Fisiologi Tanaman.Institut Teknologi Bandung.Bandung.
Suwignyo,A.R., Parto,Y., Munandar.,Sarno.,Hikmawan,B. 2009. Pertumbuhan Awal dan Kemampuan Adaptasi Dua Jenis Mangrove di Muara Sungai Musi Sumatra Selatan.