Isolasi Bakteri Berasosiasi Lamun Thalassia hemprichii Dari Perairan Pulau Kabung
DOI:
https://doi.org/10.26418/lkuntan.v2i3.34691Keywords:
Bakteri, Lamun, Morfologi BakteriAbstract
Lamun merupakan tumbuhan berbunga akuatik yang hidup di perairan laut dangkal. Beberapa mikroorganisme yang yang berasosiasi dengan lamun antara lain bakteri, fungi, bentos, dan plankton. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh isolat bakteri berasosiasi lamun Thalassia hemprichii dan mengetahui morfologinya. Isolasi bakteri berasosiasi T. hemprichii dilakukan dengan metode tuang. Isolat bakteri berasosiasi lamun T. hemprichii dari perairan pulau kabung diperoleh sebanyak 38 isolat yang menunjukkan morfologi yang berbeda. Morfologi bakteri berasosiasi lamun T. hemprichii diperoleh isolat dengan bentuk koloni bulat, tidak beraturan, spindle dan berserabut. Elevasi rata, timbul, cembung dan tepian utuh, berbelah, bergerigi dan bergelombang. Warna isolat bakteri berasosiasi lamun T. hemprichii diantaranya berwarna kuning, putih, dan bening.References
Ariyanti, V.N., Supriharyono, and Widyorini, N. 2016. Hubungan Kerapatan Lamun dengan Kelimpahan Bakteri Heterotrof di Perairan Pantai Kartini Kabupaten Jepara. J. Maquares Management of Aquatic Resources. 5 (4): 142 – 149.
Faiqoh, E., Wiyanto, D.B. and Astrawan, G.D. 2017. Peranan Padang Lamun Selatan Bali Sebagai Pendukung Kelimpahan Ikan di Perairan Bali. J. Marine and of Aquatic Sciences. 3(1):10 – 18.
Fardiaz, S. 1989. Petunjuk Laboratorium Analisis Mikrobiologi Pangan. PAU Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Idiawati, N., Sofiana, M.S.J. and Rousdy, D.W. 2017. Potensi Antibakteri dari Bakteri Berasosiasi Thalassia hemprichii dari Perairan Lemukutan. J. Buletin Oseanografi Marina. 6 (2):130 – 133.
Lanyon, J. 1985. Guide to the Identification of Seagrasses in the Great Barrier Reef Region. GBRMPA. Queensland.
Lisdayanti, E. 2013. Potensi Antibakteri dari Bakteri Berasosiasi Lamun (Seagrass) dari Pulau Bonebatang Perairan Kota Makassar. Universitas Hasanuddin. Makassar. (Skripsi).
Merina, M., Lipton, A.P. and Wesley, S.G. 2011. Isolation, Characterization and Growth Response of Biofilm Forming Bacteria Bacillus pumilus from the Seagrass, Halodule pinifolia of Kanyakumari Coast. J. Marine Sciences. 40 (3): 443 – 448.
Ravikumar, S., Thajuddin, N., Suganthi, P., Inbaneson, S.J. and Vinodkumar, T. 2010. Bioactive Potential of Seagrass Bacteria Against Human Bacterial Pathogens. J. Environ. Biol. 31: 387 – 389.
Sakey, W.F., Wagey, B.T. and Gerung, G.S. 2015. Variasi Morfometrik Pada Beberapa Lamun di Perairan Semenanjung Minahasa. J. Pesisir dan Laut Tropis. 1 (1): 1 – 7.
Yennie, Y. 2011. Isolasi and Identifikasi Vibrio parahaemolyticus Patogenik Pada Udang Tambak. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor. (Tesis).
Yulianti, Idiawati, N. and Sofiana, M.S.J. 2018. Potensi Antibakteri dari Bakteri Berasosiasi Enhalus acroides dari Perairan Pantai Samudra Indah. J. Laut Khatulistiwa. 1(2): 51 – 54.