Kualitas Perairan Pada Musim Kemarau Untuk Budidaya Rumput Laut Eucheuma Cottonii di Pantai Camar Bulan Dalam Penerapan Metode Lepas Dasar

Authors

  • Heri Irawan Program Studi Ilmu Kelautan, FMIPA Universitas Tanjungpura
  • Nora Idiawati Laboratorium Ilmu Kelautan, FMIPA Universitas Tanjungpura
  • Shifa Helena Laboratorium Ilmu Kelautan, FMIPA Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/lkuntan.v2i3.35715

Keywords:

Eucheuma cottonii, Temajuk, Kabupaten Sambas

Abstract

Budidaya Rumput Laut jenis Eucheuma cottoni merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan oleh masyarakat pesisir Temajuk Kabupaten Sambas untuk meningkatkan perekonomian. Proses budidaya rumput laut membutuhkan parameter kualitas perairan yang sesuai untuk menjamin keberlangsungan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian kualitas perairan di Pantai Camar Bulan untuk budidaya rumput laut E. cottonii berdasarkan suhu, salinitas, pH (Derajat Keasaman), Do (Oksigen terlarut), kecerahan, kedalaman saat surut, kecepatan arus, jenis Substrat, nitrat dan fosfat. Penentuan kesesuaian perairan untuk budidaya rumput laut E. cottonii dilakukan dengan penyusunan matrik kesesuaian berdasarkan hasil skoring dan pembobotan dengan pembagian kelas kesesuaian yaitu kelas sangat sesuai(S2), sesuai bersyarat(S1) dan tidak sesuai(N). Hasil dari penelitian ini diperoleh ke 3 stasiun pengamatan dikategorikan kedalam kelas sangat sesuai(S2) dengan memperoleh nilai yang sama yaitu 74 dari nilai maksimal 110.

References

Akib, A.; Litaay, M.; Ambeng dan Asnady, M., 2015, Kelayakan Kualitas Air untuk Kawasan Budidaya Eucheuma Cottoni Berdasarkan Aspek Fisika, Kimia dan Biologi di Kabupaten Kepulauan Selayar, J. Pesisir dan Laut Tropis, 1: 25-36.

Amarullah, 2007, Pengelolaan Sumberdaya Perairan Teluk Tamiang Kabupaten Kotabaru untuk Pengembangan Budidaya Rumput Laut(Euchema cottonii), Institut Pertanian Bogor, (Tesis).

Anggadiredja, J.T.; Zatnika, A.; Purwoto, H. dan Istini, S., 2006, Rumput Laut, Penebar Swadaya, Jakarta.

Anton, 2017, Pertumbuhan dan Kandungan Karaginan Rumput Laut (Eucheuma) Pada Spesies yang Berbeda, J. Airaha., 5: 102-109.

Burdames, Y. dan Ngangi, E.L.A., 2014, Kondisi Lingkungan Perairan Budidaya Rumput Laut di Desa Arakan Kabupaten Minahasa Selatan, J. Budidaya Perairan., 2: 69-75.

Haris, 2008, Teknik Produksi Anggur Laut(Caulerpa racemosa). Prosiding Simposium Nasional Hasil Riset Kelautan dan Perikanan. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Jakarta.

Hutabarat, S., 2001, Peranan Kondisi Oceanografi terhadap Perubahan Iklim, Produktivitas dan Distribusi Biota Laut, Universitas Diponogoro, Semarang.

Indriani, H. dan Suminarsih, E., 2004, Budidaya Pengolahan dan Pemasaran Rumput Laut, Penebar Swadaya, Jakarta.

Jaya, I. dan Rasyid, J.A., 2009, Kajian Kondisi Oseanografi untuk KelayakanBudidaya Beberapa Spesies Rumput Laut di Perairan Pantai Barat Sulawesi Selatan, J. Torani, 19: 129-136.

Khasanah, U., 2013, Analisis Kesesuaian Perairan Untuk Lokasi Budidaya Rumput Laut Eucheuma Cottonii Di Perairan Kecamatan Sajoanging Kabupaten Wajo, Universitas Hasanudin, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Makassar, (Skripsi).

Logo, M.F.; Perbani, N.M.R.R.C. dan Priyono, B., 2018, Penentuan Daerah Potensial Budidaya Rumput Laut Kappaphycus Alvarezii di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Seminar Nasional Geomatika: Penggunaan dan Pengembangan Produk Informasi Geospasial Mendukung Daya Saing Nasional, Institut Teknologi Nasional.

Munifah, I., 2008, Prospek Pemanfaatan Alga Laut untuk Industri, J. Squalen., 3: 58-62.

Noor, N.M., 2015, Analisis Kesesuaian Perairan Ketapang, Lampung Selatan Sebagai Lahan Budidaya Rumput Laut Kappapycus Alvarezii, J. Maspari., 2: 91-100.

Prasetyowati; Jasmine, C.A. dan Agustiawan, D., 2008, Pembuatan Tepung Karaginan dari Rumput Laut (Eucheuma Cottonii) Berdasarkan Perbedaan Metode Pengendapan, J. Teknik Kimia., 15: 27-33.

Salim, Z. dan Ernawati, 2015, Info Komoditi Rumput Laut, Al Mawardi Prima, Jakarta.

Simanjuntak, M., 2007, Kadar Fosfat, Nitrat dan Silikat di Teluk Jakarta, J. Perikanan., 9: 274-287.

Standar Nasional Indonesia 06-2480, 1991, Metode Pengujian Kadar Nitrat Dalam Air dengan Alat Spektofotometer Secara Brusin Sulfat, Badan Standardisasi Nasional, Jakarta.

Standar Nasional Indonesia 06-6989.31, 2005, Cara Uji Kadar Fosfat dengan Spektrofotometer Secara Asam Askorbat, Badan Standardisasi Nasional, Jakarta.

Sukardi, M.F.; Kusnandar, E.; Ahda, A.; Surono, A.; Imam, A.; Batubara, I.; Ismanadji, I.; Suitha, I.M.; Yunaidar, R.; Setawan; Kurnia, N.; Danakusumah, E.; Zatmika, A.; Basmal, J.; Effendi, E. dan Runtuboy, N., 2005, Profil Rumput Laut Indonesia, Ditjenkan Budidaya, Departemen Kelautan dan Perikanan, Jakarta.

Utojo; Rachmansyah; Mansyur, A.; Pirzan, A.M. dan Hasnawi, 2007, Identifikasi Kelayakan Lokasi Lahan Budidaya Rumput Laut (Eucheuma sp.) di Perairan Teluk Tamiang Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan, J. Riset Akuakultur., 1: 397-409.

Yusuf, M.I., 2005. Laju Pertumbuhan Harian, Produksi dan Kualitas Rumput Laut Kappapycus alvarezii (Doty), 1988 yang Dibudidayakan dengan Sistem Aliran Air Media dan Tallus Benih yang Berbeda, Universitas Hasanuddin, Makassar, (Disertasi).

Downloads

Published

2020-10-25

Issue

Section

Articles