Kajian Perubahan Garis Pantai di Pesisir Pantai Batu Burung Singkawang Selatan
DOI:
https://doi.org/10.26418/lkuntan.v3i1.37562Keywords:
Perubahan garis pantai, abrasi, akresiAbstract
Daerah pesisir pantai merupakan zona yang sangat dinamis dimana darat dan laut saling berinteraksi menghasilkan lingkungan yang unik dan rentan terhadap perubahan karena daerah tersebut menjadi tempat pertemuan dua energi, yaitu yang berasal dari lautan maupun daratan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perubahan garis pantai berdasarkan periode waktu yang berbeda serta membandingkan hasil citra satelit landsat dan model. Metode penelitian ini menggunakan pengambilan data premier dan sekunder. Pengambilan data premier meliputi: batimetri dan pasang surut. Data sekunder meliputi Citra satelit yang Landsat 7 tahun perekaman 2008 dan Landsat 8 tahun perekaman 2017. Serta membagi wilayah pengamatan kedalam 5 zona pengamatan. Hasil penelitian mendapatkan bahwa dalam rentang tahun 2008 - 2017 terjadi abrasi dan akresi pada daerah-daerah tertentu. Dari 5 zona pengamatan yang dibuat didapatkan akresi terpanjang terdapat pada zona pengamatan 1 sebesar 28,5 m. sedangkan abrasi terpanjang terdapat pada zona pengamatan 3 sebesar -36,6 m.
References
Apriansyah, A.A. Kushadiwijayanto, dan Risko. 2019. Pengaruh Gelombang Pada Perubahan Garis Pantai di Perairan Batu Burung Singkawang Kalimantan Barat. Jurnal POSITRON. 9(1) : 1-7.
Adiyanto, S., R. Muhammad, dan P.D. Ira. 2017. Pemetaan Karakteristik Pasang Surut dan Batimetri di Selat Semau Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Kelautan. 1 (1): 45-55.
Arafat, Y., N. Hidayat. 2011. Model Perubahan Garis Pantai Rerang (Kabupaten Donggala) Menggunakan Genesis. Jurnal INFRASTRUKTUR. 1(1):18-25.
Bird, E. 2008. Coastal Geomorphology : An Introduction, 2nd Edition. Chicester. John Wiley & Sons, Ltd.
Dewi, P. I. 2011. Perubahan Garis Pantai Dari Pantai Teritip Balikpapan Sampai Pantai Ambarawang Kutai Kertanegara Kalimantan Timur. Tesis. Bogor : Institut Pertanian Bogor.
Gunawan, U. 2019. Estimasi Tinggi dan Periode Gelombang Laut Signifikan di Perairan Pantai Batu Burung Singkawang Selatan. Skripsi. Pontianak : Universitas Tanjungpura.
Kalay, D.E. 2008. Perubahan Garis Pantai Di Sepanjang Pesisir Pantai Indramayu. Tesis. Bogor : Institut Pertanian Bogor.
Lantuit, H, P.P. Overduin, N. Couture, S. Wetterich, F. Are, D. Atkinson, J. Brown, G.D. Cherkashov, D Drozdov. 2011. The Arctic Coastal Dnamics Database: A New Classification Scheme and Statistics on Arctic Permafrost Coastlines. Journal Estuaries and Coasts. 35 :383-400.
Saputra, A.D, S. Heryoso, dan A.D.S. Agus. 2016. Pemetaan Batimetri dan Sedimen Dasar di Perairan Karangsong, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Buletin Oseanografi Marina. (5)1 : 38 – 43.
Syamsudin, A.A. Kushadiwijayanto, dan Risko. 2019. Studi Batimetri dan Pasang Surut di Kawasan Perairan Batu Burung Kota Singkawang Selatan Kalimantan Barat. Jurnal Laut Khatulistiwa. 2(3): 144-150.
Taofiqurohman, A., M.F.A. Ismail. 2012. Analisis Spasial Perubahan Garis Pantai di Pesisir Kabupaten Subang, Jawa Barat. Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis. 8(3): 75-80.
USACE. 2003. Coastal Hydrodinamics Part II, Coastal Sediment Processes Part III. U.S Army Corps of Engineers. Washington DC.
Wrytki, K. 1961. Physical Oceanography of the Southeast Asia Waters. Naga Report Vol 2. The Universuty of California. Scripps Institution of Oceanography, La Jaolia, California.