Struktur Komunitas Mikroalga Epifit Berasosiasi Pada Sargassum sp. Di Perairan Desa Sepempang Kabupaten Natuna
DOI:
https://doi.org/10.26418/lkuntan.v3i2.37932Keywords:
Mikroalga, Sargassum sp, Struktur KomunitasAbstract
Mikroalga epifit merupakan organisme yang dapat hidup menempel pada substrat seperti makroalga. Epifit memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas primer dan bioindikator perairan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui struktur komunitas mikroalga epifit berasosiasi pada Sargassum sp. di perairan Desa Sepempang, Kabupaten Natuna. Penelitian dilaksanakan pada bulan januari – juni 2019. Pengambilan sampel mikroalga epifit dilaksanakan secara in situ. Penelitian dilakukan dengan metode survey dan penentuan stasiun pengambilan sampel secara purposive sampling. Lokasi pengambilan sampel makroalga terdiri dari 4 stasiun dengan rona lingkungan yang berbeda. Hasil identifikasi mikroalga epifit terdiri dari 8 kelas, 36 ordo, 50 famili dan 65 genus. Kelas bacillariophyceae (diatom) ditemukan dominan dengan persentase kelimpahan (72.67%), dimana kelimpahan diatom pennate (81.69%) dan diatom sentris (18.31%). Genus yang dominan ditemukan adalah Navicula, Nitzschia, Synedra, Cocconeis dan Pinnularia. Nilai indeks keanekaragaman (H’) berkisar 3.04-3.18, indeks keseragaman (E) berkisar 0.77-0.83, indeks dominasi (C) berkisar 0.06-0.07, dan nilai indeks Similaritas Sorensen (ISS) berkisar 75.55-87.80%.
References
Al-Harbi, S.M., and M.D.A. Affan. 2016. Seasonal Dynamics of Epiphytic Microalgae and Their Host Seaweeds Florideophyceae at Jeddah Coast, the Red Sea, Saudi Arabia, Pak. Journal Bot. 48(3): 1289-1298.
Al-Harbi, S.M. 2017. Epiphytic Microalgae Dynamics and Species Composition on Brown Seaweeds (Phaeophyceae) on the Northern Coast of Jeddah Saudi Arabia. Journal Oceanography and Marine Research. 5(1): 1-9.
Anil, A.C., and S. Mitbavkar. 2002. Diatom of the Microphytobenthic Community Population Structure in a Tropical Intertidal Sand Flat, National Institute of Oceanography. 140:41-57.
Aprianti, N.S., B. Sulardiono, and M. Nitisupardjo. 2015. Kajian tentang Fitoplankton yang Berpotensi sebagai HABs (Harmful Algal Blooms) di Muara Sungai Plumbon Semarang. Diponegoro Journal of Maquares. 4(3):132-138.
Arifin, S.M., Izmiarti, and Chairul. 2015. Komunitas Fitoplankton di Sekitar Sungai Utama di Zona Litorial Danau Singkarak Provinsi Sumatera Barat, Jurnal of Natural Science.4(3): 290-299.
Barokah, G.R., A.K. Putri, and Gunawan. 2016. Kelimpahan Fitoplankton Penyebab HAB (Harmful Alga Bloom) di Perairan Teluk Lampung pada Musim Barat dan Timur.
El-Din, S.G.N., N.A. Shaltout, M.Z. Nassar, and A. Soliman. 2015. Ecological Studies of Epiphytic Microalgae and Epiphytic Zooplankton on Seaweeds of the Eartern Harbor, Alexandria, Egypt. American Journal of Environmental Sciences. 11(6): 450-473.
Christiani, A.; Insan, I., and Widyartini, D.S., 2015, Kelimpahan dan Potensi Biofuel Mikrofitobenthos dari Perairan Sungai Pekacangan yang Tekena Limbah Cair Topioka, J. Biosfera., 32(2):169-175.
Faisal, W., K.T. Basuki, and B.R. Sidharta. 2005. Studi Analisis Kista (CYST) Harmful Alga Bloom.
Harmoko, and Y. Krisnawati. 2018. Mikroalga Divisi Bacillariophyta yang Ditemukan di Danau Aur Kabupaten Musi Rawas, Jurnal Bio. UA. 6(1): 30-35.
Hernandez-Becerril, D.U, W.L.S. Lau, K.S. Hii, C.P. Leaw, F. Varona-Cordero, and P.T. Lim. 2018. Abundance and Distribution of the Potentially Toxic Thecate Dinoflagellate Alexandrium tamiyavanichii (Dinophyceae) in the Central Mexican Pacific, Using the Quantitative PCR Method, J. Frotiers in Marine Science. 5: 366. Doi: 10.3389/fmars.2018.00366
Ismail, J.S., 2016, Perifiton pada Daun Lamun Thalassia hemprichii dan Cymodocea Rotundata di Kampung Kampe Desa Malang Rapat, Tanjung Pinang. Skripsi. Riau : Universitas Maritim Raja Ali Haji.
Israwati, I.J. Effendy, and A.B. Patadjai. 2018. Komposisi Jenis dan Kepadatan Bentik Diatom pada Kolektor dan Kaki atau Otot Abalon (Haloitis asinina) yang Dipelihara di Kawasan Sistem IMTA (Integrated Multi Trophic Aqacuture) Out Door. Jurnal Media Akuatika. 3(1): 544-555.
Kautsky, N., M. Troell, and C. Folke. 1997. Biogical Engineering for Increased Production and Enviromental Improvement in Open Sea Aquaculture In: Etnier, C., Guterstam, B. (ads) Ecological Engneering For Waste Treament, 2nd edn. Pp. 387-393, Lewis Publishers. Chelsea.
Kersen, P., K. Jonne, B. Martynas, K. Natalja, and D. Zane. 2011. Epiphytes and Associated Fauna on the Brown alga Fucus vesiculosus in the Baltic and the North Seas in Relation to Different Abiotic and Biotic Variables, Marine. Ecology. 32(1): 87-95.
Martoni, P., A. Pratomo, and R.D. Putra. 2016. Identifikasi Mikroalga Epifit pada Daun Lamun (Enhalus acoroides) di Perairan Senggarang Kota Tanjungpinang. Skripsi. Riau : Universitas Maritim Raja Ali Haji.
Mottio, L., and C.E. Payri. 2010. Assessment of Five Markers as Potential Barcodes for Identifying Sargassum Subgenus Sargassum Species (Phaeophyceae, Fucules), Journal Cyptogamie Algol. 31: 467-485.
Nitajohan, Y.P. 2008. Kelimpahan Dinoflagelata Epibentik pada Lamun Enhalus acoroides (L.F) Royle dalam Kaitannya dengan Parameter Fisika-Kimia di Ekosistem Lamun Pulau Pari, Kepulauan Seribu Jakarta. Skripsi. Bogor : Institut Pertanian Bogor.
Odum, E.P. 1993. Dasar-Dasar Ekologi, Gajah Mada Univ Press, Yogyakarta.
Omura, T., M. Iwataki, V.M. Borja, Takayama, H., and Y. Fukuyo. 2012. Marine Phytoplankton of the Western Pacific. Kouseisha Kouseikaku Co., Ltd. Japan. 160pp.
Pello, F.S., E.M. Adwilaga, N.V. Huliselan, and A. Damar. 2014. Effect of Seasonal on Nutrient Load Input the Inner Ambon Bay. Bumi Lestari. 14(1): 63-73.
Putra, A.W., Zahidah, and W. Lili. 2012. Struktur Komunitas Plankton di Sungai Citarum Hulu Jawa Barat, Jurnal Perikana dan Kelautan.. 3(4): 3113-32.
Purnawan, S., I. Dewiyanti, and T.M. Marman. 2016. Bioteknologi Fitoplankton di Laguna Gampong Pulot (LGP) Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Omni-Akuatik.. 12(2): 104-112.
Rafaelina, M., Y. Rustam, and S. Amini. 2016. Pertumbuhan dan Aktifitas Antioksidan dari Mikroalga Prophyridium cruentum dan Chlorella sp. Jurnal Bioma. 12(1): 1-10.
Rindi, F., and M.D. Guiry. 2004. Composition and Spation Temporal Variability of the Epiphytic Macroalgal Assemblage of Fucus vesiculosus Linnaeus at Clare Island Mayo Western Ireland. Jurnal Expmenental Merine Biology and Ecology. 233-252.
Rosada, K.K., Sunardi, K.T.D. Pribadi, and S.A. Putri. 2017. Struktur Komunitas Fitoplankton pada Berbagai Kedalaman di Pantai Timur Pananjung Pangandaran. Jurnal Biodjati. 2541-4204 / 2548-1606.
Sagala, E.P. 2013. Dinamika dan Komposisi Chlorophyceae pada Kolam Pemeliharaan Ikan Gurame Berumur Satu Tahun dalam Kolam Permanen di Keluarahan Bukit Lama Kecamatan Hilir Barat Palembang, Jurnal Biologi Fakultas MIPA, Universitas Sriwijaya.
Sarniati, I.J. Effendy, A.M. Balubi, and A. Kurnia. 2017. Identifikasi dan Kultur Jenis Diatom Epifit dari Waring Keramba Budidaya Abalon. Jurnal Media Akuatika. 2(2): 377-389.
Semary, N.A.E. 2016. Diatom as Bioindicators of Littoral Zone: A Case Study, Jurnal Bot.. 45(5): 1113-1121.
Silalahi, S.M.C. 2001. Komposisi dan Kelimpahan Perifiton pada Terumbu Karang Buatan Bambu dan Ban Mobil Bekas di Perairan Tarahan, Bojonegera, Kabupaten Serang, Banten. Skripsi. Bogor : Institut Pertanian Bogor.
Suwartimah, K., Widianingsih, R. Hartati, and S.Y. Wulandari. 2011. Komposisi Jenis dan Kelimpahan Diatom Bentik di Muara Sungai Comal Baru Pemalang, Jurnal Ilmu Kelautan. 16(1): 16-23.
Venter, A., A. Jordaan, and A.J.H. Pieterse. 2003. Oscillatoria simplicissima : A Taxonomical Study School of Enivironmental Sciences and Development: Botany South Africa. Journal Water SA. 29(1): 101-104.
Zhou, H., C. Jiang, L. Zhu, X. Wang, X Hu, J. Cheng, and M. Xie. 2011. Impact of Pond and Fence Aquaculture on Resevoir Environment, Water Science and Engineering. 4(1): 92-100.