Struktur Komunitas Mikroalga Epifit Pada Padina dan Caulerpa di Perairan Pulau Kabung Kalimantan Barat
DOI:
https://doi.org/10.26418/lkuntan.v4i1.44535Keywords:
Struktur Komunitas, Mikroalga, Purposive Sampling, Kepadatan, Indeks, KorelasiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas mikroalga epifit pada Padina dan Caulerpa, kualitas lingkungan perairan dan korelasi kepadatan mikroalga epifit dengan parameter lingkungan perairan di Pulau Kabung Kalimantan Barat. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2019 dengan menggunakan metode survei dan penentuan stasiun pengambilan sampel secara purposive sampling yang terdiri dari tiga stasiun berdasarkan rona lingkungan. Stasiun I terdapat dermaga kapal, stasiun II terdapat aktivitas penduduk dan stasiun III tanpa aktivitas penduduk. Struktur komunitas mikroalga epifit pada Padina dan Caulerpa di perairan Pulau Kabung terdiri dari 5 divisi, 7 kelas, 45 ordo, 62 famili dan 76 genus. Kepadatan tertinggi mikroalga epifit di Perairan Pulau Kabung terdapat di stasiun III dengan nilai (4873 ind/5g) pada Padina dan kepadatan terendah yaitu stasiun I (2653 ind/5g) pada Caulerpa. Genus yang paling mendominasi adalah Amphora, Nitzchia, Pinnularia, Synedra, Chlamydomonas dan Botrydiopsis. Kisaran indeks keanekaragaman (H') berkisar antara (3,58-3,71), indeks keseragaman (E)(0,84-0,89), indeks dominansi (C) (0,03-0,04) dan indeks similaritas Sorensen (89,70-94,28%). Parameter lingkungan perairan Pulau Kabung yang berkolerasi sempurna terhadap kepadatan mikroalga epifit adalah suhu, DO, salinitas, konduktivitas, arus dan nitrat dengan nilai 1 sampai -1, sedangkan kedalaman, fosfat dan pH cenderung tidak menunjukkan korelasi yang signifikan.
References
Al-Harbi, S. M. 2017a. Epiphytic Microalgal Dynamics and Species Composition on Brown Seaweeds (Phaeophyceae) on the Northern Coast of Jeddah, Saudi Arabia. Journal Oceanography and Marine Research. 5(1): 1-9
Al-Harbi, S. M. 2017b. Epipihytic Microalgal Species Composition and Dynamics on Host Green Seaweeds (Ulvaphyceae) on the Northern Coast of Jeddah, Saudi Arabia. Journal Environment and Ecology Research. 5(3): 212-119.
Aprianti, N.S., B. Sulardiono, and M. Nitisupardjo. 2015. Kajian tentang Fitoplankton yang Berpotensi sebagai HABs (Harmful Algal Blooms) di Muara Sungai Plumbon Semarang, Diponegoro. Journal of Maquares. 4(3):132-138.
Arinardi, O.H., A.B. Sutomo, A.S. Yusuf, Trimaningsih, E. Asnaryanti, dan S.H. Riyono. 1997. Kisaran dan Kelimpahan Komposisi Plankton Predominan di Perairan Kawasan Timur Indonesia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Oceanografi. LIPI, Jakarta.
Awal, J., T. Hammado, dan P.T. Eka. 2014. Identifikasi Alga Sebagai Bioindikator Tingkat Pencemaran Di Sungai Lamasi Kabupaten Luwu. Journal Dinamika. 5(2): 21-34.
Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat. 2010. Kalimantan Barat Dalam Angka. Pontianak.
Barus, T.A. 2002. Pengantar Limnologi. USU Press, Medan.
Barokah, G.R., A.K. Putri, and Gunawan. 2016. Kelimpahan Fitoplankton Penyebab HAB (Harmful Alga Bloom) di Perairan Teluk Lampung pada Musim Barat dan Timur.
Dhaktie, P.A., A.D. Deshpande, B.B. Gogte, and B.W. Phate. 2011. Testing Ecofriendly Detergent Powder and Liquid Detergent. Journal International of Research in Pharmacy and Chemistry. 1(3): 2231-2781.
Din-El, S., G.N. Shaltout, A.N. Shaltout, M.Z. Nassar, dan A. Soliman. 2015. Ecological Studies of Epiphytic Microalgae and Epiphytic Zooplankton on Seaweed of the Eastern Harbor Alexandria Egypt. Journal Enviromental Science. 11(6): 450-473.
Eaton, A.D., Clesceri, S. Lenore, E. Rice, Greenburg, E. Arnold, Franson, and A.H. Marry. 1995. Standart Methods for the Eximination of Water and Wastwater. Baltimore, American Public Health Association. Maryland.
Hadiyanto, dan M. Azim. 2012. Mikroalga Sumber Pangan dan Energi Masa Depan. UPT UNDIP Press, Semarang.
Handayani, T. and A. Kadi. 2007. Keanekaragaman dan Biomassa Alga di Perairan Minahasa Utara. Sulawesi Utara, Pusat Penelitian Oseanografi. LIPI. Jakarta.
Hendrawati, N., Salwiyah, dan Haslianti. 2018. Komposisi dan Kepadatan Epifit yang Menempel pada Batu di Kawasan Air Terjun Moramo Kabupaten Konawe Selatan. Journal Manajemen Sumber Daya Perairan. 3(3): 189-197.
Herlina, N. Idiawati, dan I. Safitri. 2018. Diversitas Mikroalga Epifit Berasosiasi pada Daun Lamun Thalassia hemprichii di Pulau Lemukutan Kalimantan Barat. Journal Laut Khatulistiwa. 1(2): 1-8.
Ismail, J.S. 2016. Perifiton pada Daun Lamun Thalassia hemprichii dan Cymodocea Rotundata di Kampung Kampe Desa Malang Rapat Tanjung Pinang. Skripsi. Jurusan Ilmu Kelautan. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Universitas Maritim Raja Ali Haji.
Kementerian Lingkungan Hidup. 2004. Keputusan Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup No. Kep 51/MENLH/I/2004. Tentang Pedoman Penetapan Baku Mutu Lingkungan.
Kawaroe, M., T. Partono, A. Sunuddin, D.W. Sari, dan D. Agustine. 2010. Mikroalga Potensi dan Pemanfaatannya Untuk Produksi Bio Bahan Bakar. IPB Press. Bogor.
Krebs, C.J. 1989. Ecology Methodology. The Experimental Analysis of Distribution and Abundance. Harper and Row Publishers. New York.
Lestari, R.D.A., Apriansyah and I. Safitri. 2020. Struktur Komunitas Mikroalga Epifit Pada Padina sp. di Perairan Desa Sepempang Kabupaten Natuna. Journal Laut Khatulistiwa. 3(2): 1-8.
Luthfiandra, S., N. Irvina, dan Efriyeldi. 2018. Hubungan Konsentrasi Nitrat Fosfat dan Silikat Dengan Kelimpahan Diatom Planktonik Di Perairan Teluk Buo Kecamatan Bungus Teluk Kabung Kota Padang, Sumatera Barat.
Magurran, A.E. 1988. Ecologycal Diversity and Its Measurement. Chapmant And Hall. Boundary Row. London.
Marianingsih, P., E. Amelia, dan T. Suroto. 2013. Invertarisasi dan Identifikasi Makroalga di Perairan Pulau Untung Jawa. Journal Semirata. 2019-225.
Mara, D, and S. Craincross. 1994. Pemanfaatan Air Limbah dan Ekskreta Patokan untuk Perlindungan Kesehatan Masyarakat, Bandung, Universitas Udayana dan ITB.
Merizawati. 2008. Analisis Sinar Merah, Hijau dan Biru (RGB) Untuk Mengukur Kelimpahan Fitoplankton (Chlorella sp.). Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Nitajohan, Y.P. 2008. Kelimpahan Dinoflagelata Epibentik pada Lamun Enhalus acoroides (L.F) Royle Dalam Kaitannya Dengan Parameter Fisika-Kimia di Ekosistem Lamun pulau Pari, kepulauan Seribu Jakarta. Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor. Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan.
Novia, R., Adnan and I.R. Ritonga. 2016. Hubungan Parameter Fisika-Kimia Perairan dengan Kelimpahan Plankton di Samudera Hindia Bagian Barat Daya. Depik. 5(2): 67-76.
Nurdiansyah, S.I., R.S. Tri, dan Junaidi. 2010. Struktur Komunitas Alga Perifiton Pada Lamun Enhalus acoroides Di Perairan Pulau Penata Besar Kabupaten Bengkayang. Skripsi. Pontianak.
Odum, E.P.1993. Dasar Dasar Ekologi. Gajah Mada Univ Press. Yogyakarta.
Pello, F.S., E.M. Adwilaga, N.V. Huliselan, and A. Damar. 2014. Effect of Seasonal on Nutrient Load Input the Inner Ambon Bay. Bumi Lestari. 14(1): 63-73.
Pitipaldi, K., A. Bakhtiar, dan H. Suliantoro. 2017. Analisis Korelasi Spearman SNI ISO Standar Sistem Manajemen Kualitas Terhadap Hak Kekayaan Industrial di Indonesia. Journal Departemen Teknik Industri. UNDIP.
Pulukadang, I, R.C. Keppel, and G.S. Gerung. 2013. A Study On Bioecology of Macroalgae Genus Caulerpa in Northern Minahasa Waters, North Sulawesi Province. Aquatic Science and Management. 1(1): 26-31.
Putri, F.D.M, E. Widyastuti, dan Christiani. 2014. Hubungan Perbandingan Total Nitrogen dan total Fosfor Dengan Kelimpahan Chrysophyta di Perairan Waduk Panglima Besar Soedirman, Banjarnegara. Journal Scripta Biologica., 1(1): 96-101.
Safitri, M, and M.R. Putri. 2013. Kondisi Keasaman (pH) Laut Indonesia. Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian. ITB. Bandung.
Tarigas, M.T., Apriansyah, I. Safitri. 2020. Struktur Komunitas Mikroalga Epifit Berasosiasi Pada Sargassum sp.di Perairan Desa Sepempang Kabupaten Natuna. Journal Laut Khatulistiwa., 3(2): 9-16.
Utama, A.P., S. Nirwani, and E. Hadi. 2019. Komposisi Perifiton Pada Daun Lamun Enhalus acoroides, Royle 1839 (Angiosperms: Hydrocharitaceae) dan Thalassia hemprichii, Ascherson 1871 (Angiosperms: Hydrocharitaceae) di Perairan Teluk Awur Jepara. Journal Of Marine Research. 8 (4): 340-345.
Vinneras, B. 2006. Faecal Separation and Urine Diversion for Nutrient Management of Household Biodegradable Waste and Wastewater. Tesis. Uppsala: Swedish University of Agricultural Sciences.
Wai, M.K. and Soe-Htun. 2013. Studies on the Morphlogy and Distribution of Padina boryana Thivy (Dictyotales, Phaeophyta) from Myanmar. Journal Universites Research. 1(4): 2-15.
Washington, H.G. 1984. Diversity Biotik and Similarity Indices: A riview with special relevance to aquatic ecosystem. Journal Int. Assoc. Wat. Pollut. Res. Contrl., 118:653-694.
Win, N.N., T. Hayunda, S.G.A. Draisma, P.E. Lim, S.M. Phang, and H. Kawai. 2013. Taxonomy of the Genus Padina (Dictyotsles, Phaeophyceae) Based on Morphological and Molecular Envidences, With Key to Species Identification, Taxonomy of Southeast Asian Seaweeds II: Phang and Lim (eds): 119-174.
Yusuf, M., Muliadi, dan M. Sukal. 2018. Komposisi dan Struktur Komunitas Fitoplankton di Estuari Sungai Mempawah, Kalimantan Barat: Skripsi.
Zhou, H., C. Jiang, L. Zhu, X. Wang, X. Hu, J. Cheng, and M. Xie. 2011. Impact of Pond and Fence Aquaculture on Resevoir Environment. Water Science and Engineering. 4(1): 92-100.