Struktur Komunitas Makrozoobentos di Pantai Gosong Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat

Authors

  • Jni Walbet Siahaan Program Studi Ilmu Kelautan, FMIPA Universitas Tanjungpura, Indonesia
  • Warsidah Warsidah Laboratorium Ilmu Kelautan, FMIPA Universitas Tanjungpura, Indonesia
  • Syarif Irwan Nurdiansyah Laboratorium Ilmu Kelautan, FMIPA Universitas Tanjungpura, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.26418/lkuntan.v4i3.48095

Keywords:

Struktur komunitas, Makrozoobentos, Kalimantan Barat

Abstract

Pantai merupakan zona yang umum yang salah satunya dijadikan tempat wisata oleh masyarakat/wisatawan setempat serta menjadi habitat berbagai organisme. Adanya aktivitas masyarakat di sekitar Pantai Gosong beresiko mempengaruhi ekosistem biota yang hidup di kawasan tersebut, salah satunya makrozoobentos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas makrozoobentos di Pantai Gosong, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang. Penelitian ini telah dilakukan pada Bulan November - April 2021. Stasiun sampling dilakukan secara purposive sampling berdasarkan rona lingkungan yang terdiri dari tiga zona yaitu zona mangrove, zona wisata, zona tanpa pemukiman. Pengambilan sampel makrozoobentos menggunakan Ekman Grab dan pengambilan sampel dilakukan secara random. Hasil penelitian mendapatkan 2 filum yaitu Mollusca dan Echinodermata, yang terdiri atas 3 kelas yaitu (Bivalvia, Gastropoda, Holothuroidea) dan 11 spesies dengan jumlah 132 individu. Nilai kepadatan individu pada ketiga stasiun berkisar antara 1,650 - 2,600 ind/m ². Indeks keanekaragaman (H"™) berkisar antara 0,716-1,534. Indeks keseragaman (E) berkisar antara 0,445-0,738. Indeks dominasi (C) berkisar antara 0,430-0,679. Pengukuran parameter fisika-kimia perairan dan substrat di perairan Pantai Gosong secara umum memiliki kisaran relatif homogen di seluruh stasiun pengamatan dan masih mendukung kehidupan makrozoobentos.

References

Agustinus, Y., 2013, Struktur Komunitas Makrozoobenthos Sebagai Indikator Kualitas Perairan di Pulau Lengkang Kecamatan Belakang Padang Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau. (Skripsi). Universitas Maritim Raja AliHaji.

Barnes, R.D., 1974. Invertebrate zoology. Third Edition. W. B. Saunders Company. Philadelphia. London. 317- 407 p.

Barus, T.A., 2004, Pengantar Limologi Studi Tentang Ekosistem Air Daratan. USU Press. Medan.

Ferianita-Fachrul, M., Haeruman, H.; Sitepu, L.C., 2005, Komunitas Fitoplankton Sebagai Bio-Indikator Kualitas PerairanTeluk Jakarta. Seminar Nasional MIPA 2005. UI Press; Jakarta.

Grey, J.S., 1981, The ecology of marine sediments. An Introduction to the Structure and Function of Benthic Communities. Cambridge University Press. London.

Hawkes, Y., 1978, Invertebrata As Indicator of River Water Quality: James and I. Evinson (Eds). Biological Indicator of Water Quality. John Wiley and Sons. Toronto. 123 pp.

Irmawan, R.N., 2010, Struktur Komunitas Makrozoobenthos di Estuaria Kuala Sugihan Provinsi Sumatra Selatan. Program Studi Kelautan FMIPA, Universitas Sriwijaya, Sumatra Selatan.

Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 51 Tahun 2004, Tentang Baku Mutu Air Laut Untuk Biota.

Kurniawan, A.I.S., Purwiyanto., Fauziyah., 2016, Hubungan Nitrat, Fosfat dan Ammonium terhadap Keberadaan Makrozoobenthos di Perairan Muara Sungai Lumpur Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan. Maspari Journal. 8(2): 101 – 110

Marpaung, A.A., 2013, Keanekaragaman Makrozoobenthos Di Ekosistem Mangrove Silvofishery Dan Mangrove Alami Kawasan Ekowisata Pantai Boe Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar. Makasar:nUniversitas Hasanuddin Makasar.

Nybakken, J.W., 1992, Biologi Laut. Suatu Pendekatan Ekologis. Eidman, M., Koesoebiono, D.G. Begen, M. Hutomo, dan S. Sukardjo [Penerjemah]. Terjemahan dari: Marine Biology: An Ecological Approach. PT. Gramedia. Jakarta 3(2):133.

Odum, E.P., 1971, Dasar-Dasar Ekologi (3th end) (T. Samingan & B.Srigandono). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Odum, E.P., 1993, Dasar-Dasar Ekologi. Edisi Ketiga. Gajah mada University Press. Jogjakarta. H.134- 162.

Odum, E.P., 1998, Dasar-dasar Ekologi. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. Indonesia.

Rahman, F.A., 2009, Struktur Komunitas Makrozoobenthos di Perairan Estuaria Sungai Brantas (Sungai Porong dan Wonokromo), Jawa Timur. IPB. Bogor.

Sitorus, D.BR., 2008, “Keanekaragaman dan Distribusi Bivalvia Serta Kaitannya dengan Faktor Fisik-Kimia di Perairan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdangâ€, Tesis Magister, Medan: Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, h. 9 – 11.

Wilhm, J.F., 1975, Biological Indicator Of Pollution. London: Blackwel Scientific Publications.

Yeanny, S.M., 2007, Keanekaragaman Makrozoobentos di Muara Sungai Belawan. Jurnal Biologi Sumatra, No 2(2): 37-41.

Downloads

Published

2021-10-31

Issue

Section

Articles