Arus Residu Pasang Surut di Perairan Kepulauan Tambelan Provinsi Kepulauan Riau
DOI:
https://doi.org/10.26418/lkuntan.v5i1.49688Keywords:
POM, TMD, Verifikasi, Komponen, Perairan Kepulauan TambelanAbstract
Arus residu merupakan salah satu jenis arus yang berperan penting dalam perpindahan material-material di suatu perairan, terutama pada Perairan Kepulauan Tambelan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan arah arus residu akibat pasang surut yang terjadi di Perairan Kepulauan Tambelan berdasarkan hasil model POM (Princeton Ocean Model) dalam kurun waktu 30 hari. Data masukan model berupa elevasi dan arus pasang surut diperoleh dari TMD (Tidal Model Driver). Data kedalaman didapat dari hasil digitasi peta Pushidrosal TNI AL. Hasil verifikasi pasang surut menunjukan bahwa data hasil model dengan hasil pengukuran lapangan secara umum memiliki pola grafik naik turun yang hampir sama. Berdasarkan hasil model, arus residu di semua komponen (K1, M2, O1 dan S2) bergerak dari bagian Selatan menuju bagian Barat dan bertemu dengan arus yang bergerak dari Utara sehingga terjadi pembelokan arus ke arah Utara dengan kecepatan rata-rata sekitar 2,14 cm/s. Arus residu yang terjadi di komponen K1 bergerak dari bagian Selatan menuju bagian Barat dan bertemu dengan arus yang bergerak dari Utara dan Selatan sehingga terjadi pembelokan ke arah Utara dan Selatan dengan kecepatan rata-rata sekitar 1,86 cm/s. Sedangkan arus residu yang terjadi di komponen M2 sebagian besar bergerak dari bagian Selatan menuju bagian Barat dan terjadi pembelokan ke arah Barat Daya dengan kecepatan rata-rata sekitar 0,43 cm/s.
References
Alin, Y. 2020. Kondisi Arus K1 dan M2 di Kepulauan Tambelan. Jurnal Laut Khatulistiwa. 3(3): 89-90.
Ardiani, D. 2019. Pola Pasang Surut Komponen Semi Diurnal di Teluk Tambelan Provinsi Kepulauan Riau. Jurnal Prisma Fisika. 7(2): 87-93.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Bintan. 2021. Kabupaten Bintan dalam Angka 2021.
Budiman, A. S., Koropitan, A., dan Nurjaya, I. W. 2015. Perambatan Gelombang dan Arus Residu Pasang Surut Teluk Mayalibit : Model Hidrodinamika Pasang Surut 2D. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis. 7(1): 157-172.
Furqon, A. M. 2006. Gerak Air Laut. Jurnal Oseana. 31(4): 9-21.
Isty. 2018. Pola Arus Pasang Surut Kondisi Surut Perbani di Selat Rupat Provinsi Riau, Universitas Riau. Jurnal Online Mahasiswa. 5(1): 21-28.
Nuzula, F., Sari, L.P., Laksmini M. dan Purba N.P. 2016. Variabilitas Temporal Eddy di Perairan Makasar Laut Flores. Jurnal Perikanan Kelautan. 7(1): 130-138.
Rahmawitri, H., Saleh, A.A dan Sukoraharjo, S.S. 2017. Pola Sirkulasi dan Variabilitas Arus di Perairan Selat Sunda. Jurnal Kelautan Nasional. 11(3) : 141-157.
Ramming, H. G. and Z. Kowalik. 1980. Numerical modelling of marine hydrodynamics: applications to dynamics physical processes, Oceanography. Amsterdam.
Respati, A.F., Diansyah, G., dan Agussalim, A. 2019. Analisis Data Arus Pasang Surut dan Arus Non Pasang Surut di Sebagian Selat Bangka. Jurnal Maspari. 12(1): 25-32.
Salim, D. 2012. Pengolahan Ekosistem Terumbu Karang Akibat Pemutihan dan Rusak. Jurnal Kelautan. 5(2) : 142-155.
Sari, L. N. I., Nazaki dan Sophia U. 2017. Evaluasi Penanganan Sampah di Desa Kukup Kecamatan Tambelan Kabupaten Bintan. Tesis. Tanjung Pinang: Universitas Maritim Raja Ali Haji.
Yani, A. 2020. Presepsi Masyarakat Terkait Perilaku Membuang Sampah dan Dampaknya terhadap Ekosistem Terumbu Karang di Lokasi Pantai Wisata Desa Morella Kabupaten Maluku Tengah. Skripsi. Ambon: Institut Agama Islam Negeri.
Yulianti, Ardiani D., Susanti F., Muliadi dan Kushadiwijayanto A. A. 2019, Profil Spasial Batimetri, Salinitas, Suhu dan Densitas Kepulauan Riau. Jurnal Prisma Fisika. 7(2) : 63-73.