Pengaruh Musim Terhadap Perubahan Pasang Surut Di Estuari Kapuas Kecil Kalimantan Barat

Authors

  • Dimas Arkan Prayogo UNIVERSITAS TANJUNGPURA
  • Arie Antasari Kushadiwijayanto Laboratorium Ilmu Kelautan FMIPA UNTAN
  • Yusuf Arief Nurrahman Laboratorium Ilmu Kelautan FMIPA UNTAN

DOI:

https://doi.org/10.26418/lkuntan.v5i2.51548

Keywords:

Pasang surut, curah hujan, konstanta harmonik

Abstract

Estuari adalah suatu komponen ekosistem pesisir yang dikenal sangat produktif dan paling mudah terganggu oleh tekanan lingkungan yang diakibatkan kegiatan manusia maupun proses alamiah. Wilayah estuari kapuas kecil yang berada di Kalimantan Barat termasuk salah satu perairan yang sangat dinamis karena terdapat di dalamnya pengaruh proses fisik seperti aliran arus sungai, pasang surut laut yang kuat sehingga berdampak pada pola sirkulasi aliran, salinitas dan sedimentasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh musim terhadap perubahan karakteristik pasang surut di Estuari Kapuas Kecil. Metode yang digunakan pengambilan data sekunder pada 15 September 2018. Data sekunder meliputi: pasang surut 2016-2017 dan curah hujan 2016-2017. Hasil penelitian ini mendapatkan Pasang surut di Estuari Kapuas Kecil didominasi oleh pengaruh deklinasi matahari dan bulan yang merupakan komponen pembangkit pasang surut tunggal (K1, O1) dengan demikian curah hujan tidak terlalu berpengaruh pada   komponen utama lainnya dari pasang surut yaitu M2 dan S2. Hasil analisis hubungan curah hujan dan tinggi muka air diperoleh suatu hubungan yang positif namun cenderung kecil dengan nilai koefisien determinan (R2) = 0,0052.

 

Kata kunci : Pasang surut, curah hujan, konstanta harmonik

 

Author Biography

Dimas Arkan Prayogo, UNIVERSITAS TANJUNGPURA

Terimakasih

References

Cahyono, D.T. 2008. Tugas Akhir. Analisa Hasil Pengamatan Pasang Surut Air Laut Metode Langsung dan Tidak Langsung. Teknik Geomatika ITS. Surabaya.

Dronkers, J.J. 1964. Tidal Computation in Rivers and Coastal Waters. Netherlands

Rijkswaterstoat (Public Works and Waterways Department). The Hagu. The

Netherlands.

Hadi, S., dan I.M. Radjawane. 2009. Arus Laut. Institut Teknologi Bandung.

Jumarang, M.I. Muliadi, N.S Ningsih, S. Hadi, dan D. Martha. 2011. Pola Sirkulasi Arus dan Salinitas Perairan Estuari Sungai Kapuas Kalimantan Barat. POSITRON. 1(1): 36-42.

Leonardi, N., A.S. Kolker, and S. Fagherazzi. 2015. Interplay Beetwen River Discharge and Tides in a Delta Distributary. Advances in water resources, 80: 69-78.

Lindawati, M.I. Jumarang, A.A. Kushadiwijayanto. 2018. Karakteristik

Perambatan Gelombang Pasang Surut di Estuari Kapuas Kecil. Jurnal Laut

Khatulistiwa. 1(3): 61-66.

Mohamad, R.P. 2012. Kajian Komponen Pasang Surut Perairan Dangkal di Estuari Sungai Kapuas Kecil. Tugas Akhir. Program Studi Oseanografi. Institut Teknologi Bandung. Bandung.

Pawlowicz, R., B. Beardsley, and S. Lentz, 2002. Classical Tidal Harmonic Analysis Including Error Estimates in MATLAB using T_Tide. Computers and Geosciences. 28 :929-937.

Pariwono, J. 1987. Gaya Penggerak Pasang Surut. dalam Suyarso. O. 1989. Pasang Surut. LIPI. Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi. Jakarta.

Salnuddin, I.W. Nurjaya, I. Jaya, M.N.N. Nyoman. 2015. Variasi Amplitudo

Konstituen Harmonik Pasang Surut Utama di Stasiun Bitung, Sulawesi Selatan. 20(2): 73-86.

Saraswati, N. 2011. Analisis Potensi Luapan Air Sungai JRAGUNG Pada Lokasi Jembatan Kereta Api TEGOWANUGUBUG. Program Studi Meteorologi Institut Teknologi Bandung.

Simanjuntak S. 2009. Perencanaan Pelabuhan Ditinjau dari Pasang Surut. Universitas HKBP Nommensen. Medan.

Tjasyono, B. 2004. Klimatologi Umum. Penerbit ITB Bandung.

Triatmodjo, B. 1999. Teknik Pantai. Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Downloads

Published

2022-08-06

Issue

Section

Articles