Pemetaan Batimetri Perairan Laut Dangkal Menggunakan Citra Satelit Landsat-8 OLI di Teluk Tambelan Provinsi Kepulauan Riau

Authors

  • Arif Rahman Universitas Tanjungpura
  • Arie Antasari Kushadiwijayanto Universitas Tanjungpura
  • Risko Risko Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/lkuntan.v5i2.52646

Keywords:

Batimetri, Landsat-8 OLI, model regresi linier, ln dan log

Abstract

Penelitian pemetaan batimetri perairan laut dangkal menggunakan citra satelit Landsat-8 OLI telah dilaksanakan di Perairan Teluk Tambelan Provinsi Kepulauan Riau. Batimetri dilakukan dengan cara teknologi penginderaan jauh melalui gelombang elektromagnetik. Penelitian ini bertujuan unutk melakukan pemetaan batimetri Landsat-8 OLI dari model regresi serta mengetahui model regresi yang cocok dengan data lapangan. Pengolahan citra satelit Landsat-8 OLI menggunakan metode algoritma Van Hangel dan Spitzer. Data hasil kedalaman citra satelit Landsat-8 OLI divalidasi menggunakan data kedalaman lapangan. Hasil dari penelitian digambarkan dalam bentuk peta batimetri Landsat-8 OLI model regresi. Kedalaman model regresi linier berkisar antara -15 sampai 22 meter, model regresi ln 0 sampai 65 meter dan model regresi log 0 meter. Hasil analisis menunjukan bahwa hubungan indeks kedalaman relatif terhadap kedalaman lapangan diperoleh koefisien korelasi regresi linier  =0,81, regresi ln koefisien korelasi  =0,82 dan regresi log dengan koefisien korelasi =0,78. Hasil kedalaman Landsat-8 OLI model regresi linier berkisar antara 0,24 sampai 17,74 meter dengan rata-rata 9,08 meter. Kedalaman model regresi ln berkisar antara 0,3 sampai 24,2 meter dengan rata-rata 6,7 meter dan model regresi log berkisar antara 0,3 sampai32,6 meter dengan rata-rata 7 meter.

Author Biographies

Arif Rahman, Universitas Tanjungpura

Ilmu Kelautan

Arie Antasari Kushadiwijayanto, Universitas Tanjungpura

Ilmu Kelautan

Risko Risko, Universitas Tanjungpura

Ilmu Kelautan

References

Badan Pusat Statistik Kepulauan Bintan. 2017. Stattistik Daerah Kabupaten Bintan tahun 2017. Kabupaten Bintan: Badan Pusat Statistik.

Green, E.P., P.J Mumby, and A.J Edwards. 2000. Mapping Bathymetry H 2190234 In A.J Edwards (Ed) Remote Sensing Handbook For Tropical Coastal Management. Coastal Management Sourcebook 3. UNESCO. Paris.

Hangel, V.W and D. Spitzer. 1991. Multi-temporal Water Depth Mappinh by Means of Landsat TM. International Journal of Remote Sensing. (12):703-712.

Nurjaya, I.W. 1991. Penuntun Pratikum Dasar-dasar Oseanografi Proyek Penigkatan Perguruan Tinggi. Insitut Pertanian Bogor. Bogor.

Setiawan, K.T., T. Osawa, dan I.W. Nuarsa. 2014. Aplikasi Algoritma Van Hengel dan Spitzer Untuk Ekstrasi Informasi Batimetri Menggunakan Data Landsat. J. Penginderaan Jauh Pus. Pemanfaatan Penginderaan Jauh. LAPAN.

Susanti, D.P.E. 2019. Analisis Kerapatan Vegetasi Mangrove Berdasarkan Citra Landsat-8. Univesitas Jember FMIPA. JEMBER.

Triatmodjo, B. 2002. Metode Numerik. Beta Offset. Yogyakarta.

Triatmodjo, B. 2009. Tehnik Pantai. Beta Offset. Yogyakarta.

Uhar, S. 2014. Metode Penelitian Kuantitafif, Kualitatif dan Tindakan. Bandung. Rafika Aditama.

Wallpole, R.E. 1997. Pengantar Statisitka. PT Gramedia Pustaka Umum. Jakarta.

Wouthuyzen, S. 2001. Pemetaan Perairan Dangkal Dengan Menggunakan Citra Landsat-5 TM Guna di Pakai Dalam pendugaan Potensi Ikan Karang : Suatu Studi di Pulau-Pulau Padaido. Balifbang Sumberdaya Laut. Puslifbang Oseanologi-LIPI. Jakarta.

Yulianti, D. 2019. Profil Spasial Batimetri, Suhu, dan Salinitas di Perairan Teluk Tambelan Kepulauan Riau. Skripsi. Pontianak: Universitas Tanjungpura.

Downloads

Published

2022-08-06

Issue

Section

Articles