PRODUKTIVITAS PRIMER PERAIRAN TELUK CINA DI PULAU LEMUKUTAN, KALIMANTAN BARAT
DOI:
https://doi.org/10.26418/lkuntan.v5i2.54567Keywords:
Produktivitas primer, Teluk Cina, Pulau LemukutanAbstract
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui nilai produktivitas primer perairan Teluk Cina di Pulau Lemukutan dan parameter fisika-kimia perairan Teluk Cina di Pulau Lemukutan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2022. Penentuan titik stasiun menggunakan metode Purposive Sampling. Pengukuran produktivitas primer, DO, suhu, intensitas cahaya, kecerahan, kecepatan arus, pH, dan salinitas dilakukan secara in situ pada stasiun pengambilan sampel. Pengamatan fitoplankton dilakukan secara ex situ di Laboratorium. Dilakukan pengukuran pada tanggal 15 Maret 2022 dan didapatlah nilai produktivitas primer perairan Teluk Cina berkisar antara 656,25 - 1125 mg C/m3/hari. Produktivitas perairan Teluk Cina tergolong kesuburan sedang (mesotrofik) hingga sangat subur (eutrofik). Kelimpahan fitoplankton perairan Teluk Cina berkisar antara 4082,4-4774,464 ind/L dan menandakan perairan mesotrofik atau kesuburan sedang. Nilai parameter fisika kimia di perairan Teluk Cina tergolong tinggi dan optimum bagi perairan tersebut.References
Asriyana dan Yuliana. 2012. Produktivitas
Perairan. Jakarta: Bumi Aksara.
Banjarnahor, Johnny., 2000. Atlas Ekosistem
Pesisir Tanah Grogot, Kalimantan Timur.
Jakarta: Puslitbang Oseanologi–LIPI, hal.
Febbrianna, V., Muskananfola, M. R. and
Suryanti, S., 2018, Produktivitas Primer
Perairan Berdasarkan Kandungan
Klorofil-A Dan Kelimpahan Fitoplankton
Di Muara Sungai Bedono Demak,
Management of Aquatic Resources
Journal (MAQUARES), 6(3): 318–325.
doi: 10.14710/marj.v6i3.20593.
Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 51
Tahun 2004.Tentang Baku Mutu Air Laut.
Kordi, M. G. dan A. B. Tancung. 2005.
Pengelolaan Kualitas Air. Jakarta: Penerbit
Rineka Cipta.
Kurniawan, Andi. 2018. Ekologi Sistem Akuatik.
Malang: UB Press.
Landner, 1978, Eutrophication of lakes : Causes
Effects and Means for Control with
Emphasis on Lake Rehabilitation,
Analysis Water and Air Pollution
Research Laboratory Stockholm, World
Health Organization, Sweden.
Nontji, A. 2002. Laut Nusantara. Jakarta:
Penerbit Djambatan.
Patty, S.I. 2013. Distribusi Temperatur,
Salinitas, dan Oksigen Terlarut di Perairan
Kema, Sulawesi Utara. Jurnal Ilmiah
Platax. 1(3): 148-157.
Pond and Pickard. 1978. Introductory
Dynamical Oceanography. Pergamon
Press. Pub, Hedington Hill Hall, Oxford:
pp.
Sudiono, G. 2008. Analisis Pengelolaan
Terumbu Karang Pada Kawasan
Konservasi Laut Daerah (KKLD) Pulau
Randayan Dan Sekitarnya Kabupaten
Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat.
Tesis. Semarang: Universitas Diponegoro
Semarang,
Tomascik, T., A.J. Mali, A. Nontji, and M.K.
Moosa. 1997. The Ecology of the Indonesian Seas. Part Two. The Ecology of
Indonesian Series. Singapore: Periplus
Editions (HK) Ltd.
Triyatmo, B., Rustadi, Djumanto, S.B., Priyono,
Krismono, N Sehenda, dan Kartamihardja,
E.S., 1997, Studi Perikanan Di Waduk
Sermo: Studi Biolimnologi, Lembaga
Penelitian UGM Bekerjasama Dengan
Agricultural Research Management
Project, BPPP, 65 hal.
Vallina S.M., P. Cermenoa, S. Dutkiewiczb, M.
Loreauc, J.M. Montoya, 2017,
Phytoplankton functional diversity
increases ecosystem productivity and
stability, Ecological Modeling, 361: 184–
Walpole, R. E., 1982, Pengantar Statistika Edisi
Ke-3, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Xiao X, Y. Wang, H. Zhang, X. Y., 2015, Effects of
primary productivity and ecosystem size
on food-chain length in Raohe River,
China. Journal Acta Ecologica Sinica., 35 :
–34.
Wibisono MS. 2005. Pengantar Ilmu Kelautan.
Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana
Indonesia.
Yusuf, M., G. Handoyo, Muslim, S.Y., Wulandari
dan H. Setiyono. 2012. Karakteristik Pola
Arus Dalam Kaitannya dengan Kondisi
Kualitas Perairan dan Kelimpahan
Fitoplankton di Perairan Kawasan Taman
Nasional Laut Karimun Jawa. Buletin
Oseanografi Marina. 1: 63-64