Pengaruh Kandungan Nitrat dan Fosfat terhadap Kelimpahan Fitoplankton di Perairan Sungai Bakau Besar Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat
DOI:
https://doi.org/10.26418/lkuntan.v6i3.60323Keywords:
Nitrate, Fhospate, PlanktonAbstract
Kelimpahan fitoplankton dapat dipengaruhi oleh nitrat dan fosfat. Nitrat berperan dalam proses sintesis protein dalam pertumbuhan fitoplankton dan fosfat berperan dalam proses pertumbuhan dan metabolisme fitoplankton. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh nitrat dan fosfat terhadap kelimpahan fitoplankton. Penelitian dilakukan dibulan Agustus 2022. Pengambilan sampel dilakukan di 3 titik lokasi penelitian yaitu di area dekat mangrove (pengambilan sampel di sungai dan kanal di dalam hutan mangrove), area dekat pasar ikan dan area jauh dari laut. Sampel yang diambil yaitu sampel air sebanyak 100 ml untuk analisis fitoplankton. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi nitrat dan fosfat yaitu 0,4 "“ 3,6 mg/l dan 0,94 "“ 6,3 mg/l. Konsentrasi nitrat tertinggi terdapat di area sungai sedangkan kandungan fosfat terbanyak terdapat di Stasiun 3 yang jauh dari laut. Kelimpahan fitoplankton tertinggi di Stasiun 2 yang terletak di Pasar Ikan dengan kelimpahan fitoplankton 832 ind/l, keanekaragaman (0,31 - 1,84), keragaman (0,17 "“ 0,95), dominansi (0,22 "“ 0,86). Hasil identifikasi yang telah dilakukan, fitoplankton yang terdapat di Perairan Sungai Bakau Besar terdiri dari 23 genera dan didominasi oleh Skeletonema sp. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh nitrat dan fosfat terhadap kelimpahan fitoplankton pada penelitian ini tergolong sangat rendah yang mana terdapat faktor lain dalam mempengaruhi kelimpahan plankton.
References
[APHA] American Public Health Association. 1989. Standard methods for the Examination of Water and Waste Water. American Public Health Association (APHA). American Water Works Association (AWWA) and Water Pollution Control Federation (WPCF). 17th ed. Washington. 1193 hlm.
Azis, A., W. Nurgayah, and Salwiyah. 2020. Hubungan Kualitas Perairan Perairan dengan Kelimpahan Fitoplankton di Perairan Koeno, Kecamatan Palangga Selatan, Kabupaten Konawe Selatan. Jurnal Sapa Laut, 5(3): 221-234.
Basmi, J. 2000. Planktonologi: Sebagai Indikator Pencemaran Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Handoko, M. Yusuf, and S.Y. Wulandari. 2013. Sebaran Nitrat dan Fospat Dalam Kaitannya dengan Kelimpahan Fitoplankton di Kepulauan Karimunjawa. Buletin Oseanografi Marina, 2: 48-53.
Jeniarti M, Periwira I, and I. Negara. 2021. Kandungan Nitrat, Fospat, dan Silikat di Perairan Pantai Pandawa, Bali. Current Trends in Aquatic Science IV (2): 193-198.
Muchtar, M. 2012. Distribusi Zat Hara Fospat, Nitrat dan Silikat di Perairan Kepulauan Natuna. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 4(2):304-317.
Nasir, A., M.A. Baiduri and Hasniar. 2018. Nutrien N-P di Perairan Pesisir Pangkep, Sulawesi Selatan. J. Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 10(1):135-141. http://dx.doi.org/10.29244/jitkt.v10i1.18780
Nurhasanah., S.H. Siregar, and I. Nurrachmi. 2018. Hubungan Kelimpahan Diatom Epipelik dengan Konsentrasi Nitrat, Fospat dan Silikat di Zona Intertidal Perairan Kuala Tanjung Kecamatan Sei Suka Kabupaten Batu Bara Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan.
Odum, E.P. 1993. Dasar-dasar Ekologi. Edisi Ketiga (Diterjemahkan Oleh T. Samingan). Gajah Mada University. Yogyakarta. 697 hlm.
Paiki, K., Kalor, J. D., Indrayani, E., and L. Dimara. 2018. Distribusi Kelimpahan dan Keanekaragaman Zooplankton di Perairan Pesisir Yapen Timur, Papua. Maspari Journal, 10(2): 199–205.
Permatasari R, Djuwito, and Irwani. 2016. Pengaruh kandungan nitrat dan fospat terhadap kelimpahan diatom di muara sungai wulan, demak. Journal of maquare. 5(4): 224 – 232.
Pirzan, A. M. M, Utojo. M, Atmomarso. A, Tjaronge. Tangko, and Hasnawi. 2005. Potensi Lahan Budidaya Tambak dan Laut di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia. 11(5): 43-50.
Putri WA, Purwiyanto, Fauziyah, Agustriani F, and Y. Suteja. 2019. Kondisi nitrat, nitrit, amonia, fospat dan bod di muara sungai banyuasin, sumatera selatan. Jurnal ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis. 11 (1): 65 – 74.
Tan, K.S. and J. Ransangan. 2017. Effects of nutrients and zooplankton on the phytoplankton community structure in Marudu Bay. Estuarine, Coastal and Shelf Science 194: 16-29.
Yamaji, I. 1986. Illustrations of The Marine Plankton of Japan. Hoikusha, Japan.