Struktur Komunitas Bivalvia di Kawasan Mangrove Desa Sungai Nibung Kecamatan Teluk Pakedai Kalimantan Barat

Authors

  • Nova Sundari Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura
  • Yusuf Arief Nurrahman Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura
  • Syarif Irwan Nurdiansyah Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/lkuntan.v6i3.64636

Keywords:

bivalvia, mangrove, Pharella acutidens, Geloina expansa, struktur komunitas

Abstract

Desa Sungai Nibung terletak di Kecamatan Teluk Pakedai, Kalimantan Barat dengan luas hutan mangrove 3.058 Ha. Ekosistem mangrove mempunyai fungsi ekologis sebagai habitat hidup biota, termasuk bivalvia. Kelimpahan kerang dalam suatu ekosistem sangat penting dalam mempengaruhi struktur rantai makanan dan sangat ditentukan oleh faktor lingkungan yang sesuai dengan sifat biologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas bivalvia dan parameter lingkungan di kawasan mangrove Desa Sungai Nibung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-April 2023 dengan menggunakan metode sistematik random sampling di tiga stasiun. Pengambilan sampel bivalvia dilakukan dengan menggunakan kuadran transek berukuran 5 x 5 m2 dan sub plot berukuran 1 x 1 m2 dengan 5 titik di dalamnya secara acak. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 2 spesies bivalvia yaitu Geloina expansa dan Pharella acutidens. Indeks keanekaragaman (H') berkisar antara 0-0,47, indeks keseragaman (E) antara 0,18 sampai tidak terdefinisi, dan indeks dominasi (C') berkisar 0,89-1. Parameter lingkungan seperti suhu air, salinitas, pH air, pH tanah, dan DO termasuk dalam kategori optimal bagi kehidupan bivalvia. Sedangkan, substrat masih belum optimal dalam mendukung kehidupan jenis kerang lainnya selain G. expansa.

Author Biographies

Nova Sundari, Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura

Jurusan Ilmu Kelautan

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Tanjungpura

Yusuf Arief Nurrahman, Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura

Jurusan Ilmu Kelautan

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Tanjungpura

Syarif Irwan Nurdiansyah, Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura

Jurusan Ilmu Kelautan

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Tanjungpura

References

Aisyah, H., M. Affandi, dan B. Irawan. 2012. Keanekaragaman dan Pola Distribusi Longotudinal Kerang Air Tawar di Perairan Sungai Brantas. Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Airlangga. Surabaya.

Arief, A.M.P. 2003. Hutan Mangrove Fungsi dan Manfaatnya. Kartisius. Yogyakarta.

Bahri, S., T.I.D. Kurnia, dan F. Ardiansyah. 2020. Keanekaragaman Kelas Bivalvia di Hutan Mangrove Pantai Bama Taman Nasional Baluran. Jurnal Biosense. 3 (1): 56-70.

Brower, J.E. dan J.H. Zar. 1977. Field and Laboratory Method of General Ecology. Wm.C Brown Pulb. Dubuque. Iowa.

Defira, Y.A. dan F. Muhammad. 2018. Struktur Komunitas Bivalvia Pada Ekosistem Mangrove Di Desa Mangkapan Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak Provinsi Riau. Jurnal Kelautan. 1 (1): 1-11.

Erika, A., I. Arkirianti, dan M. Hudatwi. 2022. Identifikasi Jenis Bivalvia Pada Ekosistem Mangrove di Sekitar Perairan Kota Pangkalpinang. Journal of Marine Research. 11: 695-705.

Gultom, C.R. M.R. Muskanananfola dan P.W. Purnomo. 2018. Hubungan Kelimpahanmakrozoobenthos Dengan Bahan Organik dan Tekstur Sedimen di kawasan Mangrove di Desa Bedono Kecamatan Sayung Kabupaten Demak. Journal of Maquares. 7 (2): 172-179

Isma. M.F. 2017. Kemunculan Kerang Pharella Acutidens Dikaitkan dengan Salinitas Perairan Hutan Mangrove di Perairan Dumai. Provinsi Riau. Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika. 1 (2) : 37-52.

Kementerian Kelautan dan Perikanan, Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 92 Tahun 2020 tentang Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan tentang Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kubu Raya dan Perairan Sekitarnya di Provinsi Kalimantan Barat

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. 2017. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No 7 Tahun 2017.

Krebs. C.J. 2014. Ecological Methodology. Third Esition. 3(14): 655-697.

Lusianingsih, N. 2011. Keanekaragaman Makrozoobentos di Sungai Bah Bolon Kabupaten Simalungun Sumatera Utara. Skripsi. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Maulana, R. 2004. Struktur Komunitas Gastropoda pada Ekosistem Mangrove di Kawasan Pesisir Batu Ampar Kalimantan Barat. Skripsi. Bogor : Institut Pertanian Bogor.

Minarni, J. dan D. Lili. 2016. Kelimpahan Gastropoda Pada Habitat Lamun di Perairan Desa Tongali Kecamatan Siompu. J. Ampibi 1(2) : 17-21.

Odum, E.P. 1993. Dasar-Dasar Ekologi. Edisi ketiga. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Putra, E.I., Warsidah, S.I. Nurdiansyah, I. Safitri, dan Y.A. Nurrahman. 2022. Struktur Komunitas Bivalvia di Desa Pemangkat Kota, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas. Oseanologia. 1(1) : 1-8.

Putri, R.A., T. Haryono, dan S. Kunjoro. 2012. Keanekaragaman Bivalvia dan Peranannya sebagai Bioindikator Logam Berat Kromium (Cr) di Perairan Kenjeran Kecamatan Bulak Kota Surabaya. LenteraBio. 1(2) : 87–91.

Rahmi, S., A. Sumiarsih, dan Eni. 2017. Struktur Komunitas Bivalvia pada Ekosistem Mangrove di Teluk Buo, Kecamatan Bungus, Kabupaten Teluk Kabung, Padang, Sumatera Barat. Jurnal Online Mahasiswa. 5 (1) : 1-9.

Ridwan, M., R. Fathoni, I. Fatihah, dan D.A. Panggestu. 2016. Strukutur Komunitas Makrozoobenthos di Empat Muara Sungai Cagar Alam Pulau Dua, Serang, Banten. Jurnal Biologi. 9 (1) : 57-65.

Sari, S., A. Pratomo, dan F. Yandri. 2013. Hubungan Kerapatan Mangrove Terhadap Kelimpahan Pelecypoda di Pesisir Kota Rebah Kota Tanjung Pinang. Akuatiklestari. 4 (2): 6-15.

Suparno, A.F. I. Safitri, dan A. Romadhon. 2018. Struktur Komunitas Makrozoobenthos di Kawasan Ekosistem Pesisir Pulau Sepanjang Kabupaten Sumenep. Jurnal Rekayasa. 11 (1) : 53-59.

Suwondo, E., Febrita, dan N. Siregar. 2012. Kepadatan dan Distribusi Bivalvia pada Mangrove di Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatra Utara. Jurnal Biogenesis. 9 (1) : 45-50.

Ulfa, M., P.G.S. Julyantoro, dan A.H.W. Sari. 2018. Keterkaitan Komunitas Makrozoobentos dengan Kualitas Air dan Substrat di Ekosistem Mangrove Taman Hutan Raya Ngurah Rai Bali. Journal of Marine and Aquatic Sciences. 4 (2) : 179-190.

Usman, L. Syamsuddin, dan S.N. Hamzah. 2013. Analisis Vegetasi Mangrove di Pulau Dudepo Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. 1 (1): 11–17.

Widasari. F.N., S.Y. Wulandari, dan E. Supriyantini. 2013. Pengaruh Pemberian Tetraselmis chuii dan Skeletonema costatum terhadap Kandungan EPA dan DHA pada Tingkat Kematangan Gonad Kerang Totok Geloina expansa. Journal of Marine Research. 2 (1) : 15-24.

Zens, R.J.P. 2021. Kepadatan Populasi dan Pola Pertumbuhan Kepah (Geloina expansa) di Perairan Pantai Pematang Matik, Desa Lubuk Saban, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Medan, Universitas Sumatera Utara.

Downloads

Published

2023-10-31

Issue

Section

Articles