Analisis Perubahan Garis Pantai di Pantai Santolo dan Sayang Heulang Kabupaten Garut Tahun 2015-2022

Authors

  • Siti Rohmah Assifa Universitas Pendidikan Indonesia
  • Ferry Dwi Cahyadi Universitas Pendidikan Indonesia
  • Agung Setyo Sasongko Universitas Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.26418/lkuntan.v6i3.67260

Keywords:

DSAS, Abrasi, Akresi

Abstract

Salah satu bentuk dinamika perubahan garis pantai yaitu perubahan garis pantai yang terjadi secara berkelanjutan. Perubahan tersebut berupa abrasi dan akresi. Perairan terbuka atau perairan yang menghadap langsung ke Samudera Hindia salah satunya adalah kabupaten Garut. Pantai Santolo dan Sayang Heulang merupakan salah satu pantai wisata di Pesisir Kabupaten Garut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perubahan garis pantai dan faktor penyebab perubahan garis pantai. Citra yang digunakan pada penelitian ini menggunakan citra satelit Google Earth Pro. Penelitian ini menggunakan analisis digital shoreline analysis system (DSAS) dengan metode Net Shoreline Movement dan End Point Rate. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya abrasi dan akresi. Di Pantai Santolo terjadi abrasi tertinggi berkurang -97,29 meter dengan laju -13,89 m/tahun dan terjadi akresi tertinggi bertambah +51,15 meter dengan laju +7,30 m/tahun. Sedangkan di Pantai Sayang Heulang terjadi abrasi tertinggi -24,75 m dengan laju -3,53 m/tahun dan akresi tertinggi +36,11meter dengan laju +5,15 m/tahun. Faktor perubahan akibat abrasi di sebabkan oleh gelombang laut dan faktor perubahan akibat akresi disebabkan oleh aktivitas manusia seperti penambahan infrastruktur di bibir pantai dan sedimentasi Muara Sungai Cilauteureun.

References

Abdurrahman, U., N.S. Ningsih, T. Suprijo, A. Tarya. 2021. Analisis Perubahan Garis Pantai Akibat Pembangunan Jetty di Wilayah Pantai Karangsong Indramayu Indonesia. Bulletin of Geology. 5(2): 628-637.

Aryastana, P., I.M. Ardhanta, N.K.A. Agustini, 2017. Analisis Perubahan Garis Pantai dan Laju Erosi di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung dengan Citra Setelit SPOT. Jurnal Fondasi. 6(2): 100-111.

Badan Meteorologi Klimitologi dan Geofisika. 2023. Data Angin dan Tinggi Gelombang. https://maritim.bmkg.go.id/ [Diakses pada 28 Juli 2023 pukul 13.00 WIB]

Ekosafitri, K.H., E. Rustiadi, F. Yulianda. 2017. Pengembangan wilayah pesisir pantai utara Jawa Tengah berdasarkan Infrastruktur Daerah: Studi Kasus Kabupaten Jepara. Journal of Regional and Rural Development Planning. 1(2): 145-157.

Isdianto, A. dan O.M. Lutfhi. 2019. Persepsi dan Pola Adaptasi Masyarakat Teluk Popoh terhadap Perubahan Iklim. Jurnal Ilmu Kelautan. 5(2): 77-82.

Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2019. https://kkp.go.id/artikel/12993-laut-masa-depan-bangsa-mari-jaga-bersama [Diakses pada 01 Juni 2023 pukul 09.00 WIB]

Suharyo, O.S. dan H. Zainul. 2019. Pemanfaatan Citra Satelit Resolusi Tinggi untuk Identifikasi Perubahan Garis Pantai Pesisir Utara Surabaya. Jurnal Kelautan. 12(1): 89-96.

Wawan, D.T. Harjanti, Sulistyarini. 2022. Analisis Perubahan Garis Pantai Menggunakan Metode DSAS di Desa Karimunting Kabupaten Bengkayang. Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografis. 6(1): 121-131.

Downloads

Published

2023-10-31

Issue

Section

Articles