Struktur Komunitas Mangrove di Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara
DOI:
https://doi.org/10.26418/lkuntan.v6i3.67339Keywords:
Basal area, indeks nilai penting, monitoring, Rhizophora apiculataAbstract
Ekosistem mangrove memiliki peran penting di kawasan pesisir, terutama dalam mitigasi bencana dan habitat jenis-jenis ikan dan udang. Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara dikelilingi kawasan mangrove, saat ini belum memiliki data yang komprehensif dan terbaru terkait dengan potensi struktur komunitas mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji komposisi jenis dan struktur komunitas mangrove di Kecamatan Pulau Maya. Pengambilan data dilakukan pada Juni - Agustus 2022, di 7 stasiun yang dipilih secara purposive dengan mempertimbangkan sebaran mangrove dan zonasi kawasan konservasi perairan yang telah ditetapkan. Data struktur komunitas diambil dengan plot pengamatan 10 x 10 m, tiap tegakan dengan DBH > 4 cm didata jenis, ukuran diameter dan tinggi, serta data-data lain seperti jumlah semaian, tutupan kanopi juga dicatat berdasarkan pedoman standar. Hasil menunjukkan 8 spesies mangrove ditemukan, yaitu Acanthus ilicifolius, Acrostichum aureum, Avicennia marina, Bruguiera parviflora, Nypa fruticans, Rhizophora apiculata, Sonneratia alba dan Xylocarpus granatum. Kerapatan individu berkisar 800 "“ 1700 ind ha-1 dan nilai basal area berkisar 6,13 "“ 112,95 m2 ha-1.Indeks nilai penting (INP) tertinggi ditemukan pada spesies R. apiculata (94,79%). Potensi mangrove di lokasi cukup tinggi dibandingkan dengan beberapa daerah lain, sehingga monitoring dan pemanfaatan yang lestari dari hasil hutan non-kayu, wisata edukasi, riset dan program padat karya berbasis masyarakat diharapkan dapat diutamakan untuk kelestarian kawasan mangrove di lokasi.References
Badan Pusat Statistik (BPS). 2021. Kecamatan Pulau Maya dalam Angka 2021. Kayong Utara: CV Bhakti.
CFCRRD-FORDA dan CIFOR. 2011. Carbon Stock Assessment in Mangrove Ecosystem Of Kubu Raya, West Kalimantan. Bogor: CFCRRD-FORDA.
Dharmawan, I.W.K., dan Pramudji. 2014. Panduan Monitoring Status Ekosistem Mangrove. Jakarta : COREMAP CTI LIPI. 35 halaman.
English, S.A., V.J. Baker, dan C.R. Wilkinson. 1997. Survey manual for tropical marine resources. 2nd ed. Townsville: Australian Institute of Marine Science.
Giesen, W., S. Wulffraa, M. Zieren, dan L. Scholten. 2006. Mangrove guidebook for Southeast Asia. Bangkok: FAO and Wetlands International.
Kauffman, J.B., dan D.C. Donato. 2012. Protocols for the measurement, monitoring and reporting of structure, biomass and carbon stocks in mangrove forests. Working Paper 86. Bogor: CIFOR. 40 halaman.
Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). 2021. Peta Mangrove Nasional 2021. Jakarta: Direktorat Konservasi Tanah dan Air KLHK. 139 halaman.
Keputusan Menteri Lingkungan Hidup (Kepmen LH) No. 201. 2014. Kriteria Baku dan Pedoman Penentuan Kerusakan Mangrove. Jakarta: KLHK.
Keputusan Menteri Kelautan Perikanan (Kepmen KP) No. 89. 2020. Kawasan Konservasi Perairan Kubu Raya dan Kayong Utara di Provinsi Kalimantan Barat. Jakarta: KKP.
Khairunnisa, C., E. Thalrin, dan H. Prayogo. 2020. Keanekaragaman Jenis Vegetasi Mangrove di Desa Dusun Besar Kecamatan Pulau Maya Kabupaten Kayong Utara. Jurnal Hutan Lestari. 8 (2) : 325 – 336.
Latupapua, Y.T., R. Loppies, dan F.D.S. Fara. 2019. Mangrove Suitability Analysis as an Object of Ecotourism Attraction in Siahoni Village, Buru Utara Timur Regency, Maluku Province. Jurnal Sylva Lestari. 7(3): 267–276.
Patel, D., V. Patel, B. Katariya, dan P. Khyati. 2014. Performance of Mangrove in Tsunami Resistance. International Journal of Emerging Technology & Research. 1(3): 29-32.
Rafdinal, R. Linda, dan S. Minsas. 2019. Pola Distribusi Aboveground Biomass Kawasan Hutan Mangrove Peniti Kalimantan Barat. Life Science. 8 (1): 1–9.
Rafdinal, R. Linda, dan A. Raynaldo. 2022. Community structure and potential carbon stock of mangrove forest in Malek Village, Paloh District, Sambas Regency, Indonesia. Aquatic Science & Management. 10 (1): 16-22.
Raynaldo, A., E. Marista, S.S. Shofiyah, R. Linda, dan Rafdinal. 2022. Estimasi Cadangan Karbon Kawasan Taman Wisata Hutan Mangrove Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Jurnal Kelautan. 15 (1): 23-30.
Rivera-Monroy, V.H., S.Y. Lee, E. Kristensen, dan R.R. Twilley. 2017. Mangrove Ecosystems: A Global Biogeographic Perspective: Structure, Function, and Services. Cambridge: Springer International Publishing. 396 halaman.
Rusila Noor, Y.S., M. Khazali, dan I.N.N. Suryadiputra. 2006. Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia. Bogor: Wetland International Indonesia Programme.
Schaduw, J.N.W. 2019. Struktur Komunitas dan Persentase Penutupan Kanopi Mangrove Pulau Salawati Kabupaten Kepulauan Raja Ampat Provinsi Papua Barat. Majalah Geografi Indonesia. 33 (1): 26-34.
Silitonga, O., D. Purnama, dan E. Nofridiansyah. 2018. Pemetaan Kerapatan Vegetasi Mangrove di Sisi Tenggara Pulau Enggano Menggunakan Data Citra Satelit. Jurnal Enggano. 3 (1): 98-111.
Soeprobowati, T.R., S. Anggoro, S. Puryono, H. Purnaweni, R.B. Sularto, dan R. Mersyah. 2022. Species Composition and Distribution in the Mangrove Ecosystem in the City of Bengkulu, Indonesia. Water. 14: 1-19.
Tomlinson, P.B. 2016. The Botany of Mangroves. Second Edition. Cambridge: Cambridge University Press. 418 halaman.