Analisis Perubahan Garis Pantai dengan Pendekatan Penginderaan Jauh di Kecamatan Mempawah Hilir

Authors

  • Cecep Ginanjar Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Nahdlatul Ulama
  • Elliska Murni Harfinda Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Nahdlatul Ulama
  • Robin Saputra Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas IPA dan Kelautan, Universitas OSO, Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.26418/lkuntan.v6i3.68186

Keywords:

abrasi, akresi, arcGIS, digital Shoreline Analysis System

Abstract

Perubahan garis pantai sangat berkaitan erat dengan alih fungsi lahan, tata ruang, dan tutupan lahan di kawasan pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan garis pantai yang terjadi di pesisir Kecamatan Mempawah Hilir pada tahun 2010 "“ 2022. Penelitian ini menggunakan metode penginderaan jauh dengan media citra satelit Landsat 7 dan 8, teknik analisis perubahan garis pantai menggunakan Digital Shoreline Analysis System (DSAS) pada software ArcGIS dengan metode single transect dan metode end point rate. Hasil analisis didapati bahwa perubahan garis pantai di pesisir Kecamatan Mempawah Hilir terjadi dalam bentuk abrasi dan akresi, besaran total abrasi dalam kurun waktu 12 tahun mencapai 139,37 Ha dan total akresi yang terjadi sebesar 352,83 Ha. Perubahan luas yang signifikan terjadi pada Kawasan mangrove dalam kurun waktu 12 tahun terakhir. Pada tahun 2010, 2014, 2018 dan 2022 berturut "“ turut sebesar 385,15 Ha, 474,98 Ha, 557,27 Ha dan 656,65 Ha. Perubahan luasan tutupan lahan (mangrove) disebabkan oleh faktor alami dan aktivitas masyarakat pesisir serta pemerintah setempat dalam hal konservasi mangrove, hal ini berpengaruh pada perubahan garis pantai (akresi) yang terjadi pada wilayah tersebut.

References

Aritonang, L., E. Septyani, and L. Maria. 2022. Pemetaan Perubahan Luasan Mangrove Melalui Analisis Citra Satelit Landsat di Tangkolak Barat Karawang Jawa Barat. Jurnal Geosains dan Remote Sensing (JGRS). 3(1): 30-35.

Handjojo, Z.O., T.F. Manurung, and K.P. Utomo. 2015. Perubahan Garis Pantai Akibat Kerusakan Hutan Mangrove di Kelurahan Terusan Kecamatan Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah. Jurusan Ilmu Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura. Pontianak.

IHO. 2021. S-4: Regulations of the IHO for International (INT) Charts and Chart Specifications of the IHO (I. H. Organization (ed.); 4.9.0). Monaco: InternationallHydrographicbOrganization.

Joseph, C., M.F. Telussa, and C. Karelau. 2023. Analisa Perubahan Garis Pantai dan Alternatif Penanganannya Di Pantai Batu Kora Kabupaten Kepulauan Aru. Manumata: Jurnal Ilmu Teknik. 9(1): 1-10.

Kasim, F. and A. Salam. 2015. Analisis Kestabilan Garis Pantai dan Perubahan Tutupan Lahan Pesisir Selatan Gorontalo Menggunakan Data Citra Landsat dan Sistem Informasi Geografis. Lembaga Penelitian UNG.

Munawir, A. Yuandi, Y. Ramanda, and A. Zikra. 2021. Kecamatan Mempawah Hilir Dalam Angka. BPS Kabupaten Mempawah.

Prameswari, S.R., A.D.S. Anugroho, and A. Rifai. 2014. Kajian Dampak Perubahan Garis Pantai Terhadap Penggunaan Lahan Berdasarkan Analisa Penginderaan Jauh Satelit di Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Jurnal Oceanografi UNDIP. 3(2): 267-276.

Priyanto, H., Mudjiono, S. Yosomulyono. 2021. Koreksi Geometrik pemetaan Tataguna Lahan di Sekitar Calon Tapak PLTN Kalimantan Barat. Jurnal Pengembangan Energi Nuklir. 23(1): 61 69.

Suhana, M.P., I.W. Nurjaya, and N.M. Natih. 2016. Analisis Kerentanan Pantai Timur Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau Menggunakan Digital Shoreline Analysis System dan Metode Coastal Vulnerability Index. Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan. 7(1): 21-38.

Sasmito, B., B.D. Pratomo, and N. Bashit. 2020. Pemantauan Perubahan Garis Pantai Menggunakan Metode Net Shorline Movement (NSM) di Wilayah Kabupaten Kulonprogo Yogyakarta. Prosiding FIT ISI. 1: 269-275.

Downloads

Published

2023-10-31

Issue

Section

Articles