Morfometri dan Karakteristik Reproduksi (Rasio Kelamin dan Indeks Kematangan Gonad) Kerang Darah (Anadara granosa) di Perairan Pemangkat Kota Kalimantan Barat

Authors

  • Yogi Septia Trisnadi Universitas Tanjungpura
  • Muliadi Muliadi Universitas Tanjungpura
  • Syarif Irwan Nurdiansyah Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/lkuntan.v7i3.71417

Keywords:

Anadara granosa, Morfometrik, Rasio Kelamin, Indeks Kematangan Gonad, Pemangkat

Abstract

Anadara granosa, yang dikenal sebagai kerang darah, merupakan spesies bivalvia dengan potensi dan nilai ekonomi yang signifikan, menjadikannya sebagai sumber protein dan mineral penting bagi konsumsi manusia. Selain itu, sebagai organisme penyaring (filter feeder), A. granosa berperan sebagai bioindikator untuk mendeteksi pencemaran air laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji karakteristik morfometrik, rasio jenis kelamin, dan indeks kematangan gonad A. granosa, serta mengevaluasi kondisi lingkungan yang memengaruhi populasinya di perairan pesisir Pemangkat, Kalimantan Barat. Penelitian dilakukan di dua stasiun yang berbeda menggunakan metode belt transect, dimana pada setiap stasiun dibuat dua transek dengan jarak antar transek sejauh 10 m dan panjang transek 25 m yang tegak lurus terhadap garis pantai. Pengukuran morfometrik menunjukkan bahwa panjang cangkang jantan berkisar antara 2,3-5,5 cm, dengan lebar cangkang 1,8-4,2 cm dan tinggi cangkang 1,6-4,0 cm. Cangkang betina memiliki panjang antara 2,2-5,6 cm, lebar cangkang 1,7-4,0 cm, dan tinggi cangkang 1,5-4,0 cm. Rasio jenis kelamin yang diamati adalah 2:1 (jantan dan betina), dengan indeks kematangan gonad pada jantan berkisar antara 28,93-40,28%, dan pada betina antara 0,00-26,98%. Parameter lingkungan di daerah penelitian umumnya tidak optimal bagi spesies ini, kecuali pH yang berada dalam kisaran yang mendukung.

Author Biographies

Yogi Septia Trisnadi, Universitas Tanjungpura

Program Studi Ilmu Kelautan, FMIPA

Muliadi Muliadi, Universitas Tanjungpura

Program Studi Geofisika, FMIPA

Syarif Irwan Nurdiansyah, Universitas Tanjungpura

Program Studi Ilmu Kelautan, FMIPA

References

Afiati N. 2007. Gonad Maturation of Two Intertidal Blood Clams Anadara granosa (L.) and Anadara antiquata (L) (Bivalvia: Arcidae) in Central Java. J. Coastal Development. 10(2):105-113.

Alexander, R.R. dan G.P. Dietl. 2001. Shell Repair Frequency in New Jersey Bivalves: a Recent Baseline for Tests of Escalation With Tertiary Mid-Atlantic Congeners. Palaios. 16: 354–371.

Atmaja, B.S., S. Rejeki, R.W. Ariyati. Pengaruh Padat Tebar Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Kerang Darah (Anadara granosa) yang Dibudidaya di Perairan Terabrasi Desa Kaliwlingi Kabupaten Brebes. Journal of Aquaculture Management and Technology. 3(4):207-213.

Badan Pusat Statistik. 2016. Kabupaten Sambas Dalam Angka 2016.

Bricelj, V.M., A.D. Cambella, D. Laby, S.E. Shumway, T.L. Cucci. 1996. Comparative physiological and behavioral responses to PSP toxins in two bivalve molluscs, the softshell clam, Mya arenaria and surfclam, Spisula solidissima. Technical Report. 1-9.

Broom, M.J. 1985. The Biology and Culture of Marine Bivalve Mollusca of the Genus Anadara. ICLARM. Manilla Phillipiness. 370.

Brotowidjoyo, M.D., T. Djoko, M. Eko. 1995. Pengantar Lingkungan Perairan dan Budi Daya Air. Liberty. Yogyakarta. 64 hal.

Damanik, R. 2008. Menjala Ikan Terakhir (Sebuah Fakta Krisis di Laut Indonesia). Jakarta: WALHI

Dewi, S.E., Eddiwan, Efawani. 2018. Morphometric and Growth Patterns of the Blood Clam (Anadara granosa) from the Bagan Siapi-Api Coastal Area Rokan Hilir. Berkala Perikanan Terubuk. 46(3): 37-45.

Dody, S., F.S. Mumpuni, W. Madi. 2019. Hubungan Panjang-Berat, Nisbah Kelamin, dan Indeks Kematangan Gonad Kerang Darah (Anadara granosa LINN. 1758) di Perairan Muara Gembong – Bekasi. Jurnal Mina Sains. 4(2): 67–75.

Effendi, M.I. 2002. Biologi Perikanan. Yogyakarta : Yayasan Pustaka Nusatama.

Efriyeldi, Y.I. Siregar, S.H. Siregar. 2022. Length-Weight Relationship and Sex Ratio Blood Clam (Anadara granosa) in Rangsang Barat Waters Kepulauan Meranti District, Riau Province. Jurnal Perikanan dan Kelautan. 27(2): 158-163.

Ekawati, Y. 2010. Biologi Reproduksi Kerang Darah (Anadara granosa Linn, 1758) di Perairan Teluk Lada, Labuan, Banten. Skripsi. Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor.

Gainey, L., J. Shumway, S. Shumway. 1988. A Compendium of the Responses of Bivalve Molluscs to Toxic Dinoflagellates. Journal of Shellfish Reserch. 7: 623–628.

Kandel, E.K., S. Z. Mohammed, A.M. Mostafa, M.E. Abd-Alla. 2013. Reproductive Biology of the Cockle Cerastoderma Glaser (Bivalvia : Cardiidae) Lake Qarun Egypt. Egypatian Journal of Aquatic Research. 3(4): 249-260.

Latifah, A. 2011. Karakteristik Morfologi Kerang Darah A. granosa. Skripsi. Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Nagir, M.T. 2013. Morfometri Kerang Darah Anadara granosa L pada beberapa Pasar Rakyat Makassar Sulawesi Selatan. Skripsi. Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin, Makassar.

Prieto, D., D. Tamayo, I. Urrutxurtu, E. Navarro, M.B. Urrutia. 2020. Nature More Than Nurture Affects the Growth Rate of Mussels. Sci. Rep. 10: 3539.

Shumway, S.E. 1990. A Review of the Effects of Algal Blooms on Shellfish and Aquaculture. Journal of the World Aquaculture Society. 21(2): 65-104.

Tran Hoang Phuc Fisheries. 1997. Biological Characters and Technique of Oyster Anadara granosa Culture at Tra Vinh Coastal Water.

Walpole, R.E. 1995. (ed. 3) Pengantar Statistika. Hal: 515. Jakarta: PT. Garmedia Pustaka Utama.

Zuschin, M., M. Harzhauser, O. Mandic. 2005. Influence of size-sorting on diversity estimates from tempestitic shell beds in the middle Miocene of Austria. Palaios. 20: 142–158.

Downloads

Published

2024-11-06

Issue

Section

Articles