Struktur Komunitas Makrozoobentos di Perairan Pantai Peltim Kabupaten Bangka Barat

Authors

  • Yori Obie Saputra Universitas Bangka Belitung
  • Mu'alimah Hudatwi Universitas Bangka Belitung
  • Eva Utami Universitas Bangka Belitung

DOI:

https://doi.org/10.26418/lkuntan.v7i2.72500

Keywords:

Makrozoobentos, Gastropoda, Bivalvia, Tellina

Abstract

Perairan Pantai Peltim terletak pada Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat merupakan salah satu wilayah intertidal yang memiliki potensi dalam meningkatkan sektor perekonomian bagi masyarakat sekitar. Konversi lahan di wilayah perairan Pantai Peltim menjadi kawasan industri serta pertambangan akan sangat mempengaruhi keanekaragaman makrozoobentos pada wilayah tersebut. Spesies yang ditemukan di Perairan Pantai Peltim terdapat 7 spesies yakni Tellina spengleri, Donax faba, Tellina timorensis, Hemifusus ternatarus, Meretrix meretrix, Gari elongata, dan Pugilina cochlidium. Indeks keanekaragaman di Perairan Pantai Peltim berkisar 0,69-1,01. Nilai ini menunjukkan bahwa perairan tersebut memiliki keanekaragaman makrozoobentos yang rendah. Indeks keseragaman memiliki nilai 0,67-1,00 menandakan perairan tersebut stabil. Serta indeks dominansi berkisar 0,39-0,59 yang menunjukkan tidak adanya dominansi jenis makroozoobentos di Perairan Pantai Peltim. Hasil analisis regresi linier komponen utama menunjukkan bahwa nilai hubungan antara parameter lingkungan terhadap indeks keanekaragaman makrozoobentos menunjukkan korelasi positif antara salinitas, liat dan Berat Organik Total   (BOT).

Author Biographies

Yori Obie Saputra, Universitas Bangka Belitung

Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi

Mu'alimah Hudatwi, Universitas Bangka Belitung

Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi

Eva Utami, Universitas Bangka Belitung

Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi

References

Afriyanti, D. dan N.H. Rahendza. 2020. Pengaruh Pemberian Aroma Terapi Lemon Elektrik Terhadap Mual dan Muntah pada Ibu Hamil Trimester I. Maternal Child Health Care. 2(1): 192-202.

Agustinus, Y. 2013. Struktur Komunitas Makrozoobenthos Sebagai Indikator Kualitas Perairan di Pulau Lengkang Kecamatan Belakang Padang Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau. Skripsi. Universitas Maritim Raja Ali Haji.

Amin, B., I. Nurrachmi, Marwan. 2009. Kandungan Bahan Organik Sedimen dan Kelimpahan Makrozoobenthos sebagai Indikator Pencemaran Perairan Pantai Tanjung Uban Kepulauan Riau.

Aulia, P.R., O. Supratman, A. Gustomi. 2020. Struktur Komunitas Macrozoobenthos sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Sungai Upang Desa Tanah Bawah Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka. Jurnal Ilmu Perairan. 2(1): 17-30.

Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air: bagi pengelolaan sumber daya dan lingkungan perairan. Yogyakarta: Kanisius.

Gonzalez, V.F. dan P.S. Jerez. 2011. Effects of Sea Bass and Sea Bream Farming (Western Mediterranean Sea) on Peracarid Crustacean Assemblages. Animal Biodiversity and Conservation. 34(34.1): 179-190.

Gultom, C.R., M.R. Muskananfola, P.W. Purnomo. 2018. Hubungan Kelimpahan Makrozoobenthos Dengan Bahan Organik dan Tekstur Sedimen di Kawasan Mangrove di Desa Bedono Kecamatan Sayung Kabupaten Demak. Management of Aquatic Resource Journal (MAQUARES). 7(2): 172-179.

Krebs, C.J. 1998. Experimental Analysis of Distribution of Abudance. Third edition. Newyork: Haper & Row Publisher.

Kurniawan, Supriharyono, D. Sasongko. 2019. Pengaruh Kegiatan Penambangan Timah terhadap Kualitas Air Laut di Wilayah Pesisir Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan. 8(1): 13-21.

Kusumaningsari, S.D., B. Hendrarto, Ruswahyuni. 2015. Kelimpahan Hewan Makrobentos pada Dua Umur Tanam Rhizophora sp. di Kelurahan Mangunharjo, Semarang. Diponegoro Journal of Maquares. 4(2): 58-64.

Mardianto, D. 2014. Potensi Sumberdaya Pesisir Kabupaten Jepara. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Mushthofa, A., S. Rudiyanti, M.R. Muskanonfola. 2014. Analisis Struktur Komunitas Makrozoobentos sebagai Bioindikator Kualitas Perairan Sungai Wedung Kabupaten Demak. Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES). 3(1): 81-88.

Odum, E.P. 1993. Dasar-Dasar Ekologi. Edisi Ketiga. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Pawhestria, S.W., J.W. Hidayat, S.P. Putro. 2015. Assessment of Water Quality Using Macrobenthos as Bioindicator and Its Application on Abundance-Biomass Comparison (ABC) Curves. Internat. J. Sci. Eng. 8(2): 84-87.

Rahayu, R.N., I.S. Rohyani, A. Jupri, D. Savira, F.A. Genggelang, R. Indriana. 2023. Identification of Diversity Macrobenthos as a Bioindicator of Seawater Quality in Teluk Dalem Beach and Senggigi Beach. Jurnal Biologi Tropis. 23(1): 531–538.

Rahmawaty. 2011. Indeks Keanekaragaman Makrzoobentos sebagai Bioindikator Tingkat Pencemaran di Muara Sungai Jeneberang. Bionature. 12(2): 103-109.

Ridwan, M., F. Rizal, F. Ishma, A.P. Danang. 2016. Struktur Komunitas Makrozobentos di Empat Muara Sungai Cagar Alam Pulau Dua, Serang, Banten. Jurnal Biologi. 9(1): 57-65.

Wibowo, R.A. dan A.A. Kurniawan. 2020. Analisis Korelasi Dalam Penentuan Arah Antar Faktor pada Pelayanan Angkutan Umum di Kota Malang. Jurnal of Electrical Engineer. 2745-6412.

Yuspita, N.L.E., I.D.N.N. Putra., Y. Suteja. 2018. Bahan Organik Total dan Kelimpahan Bakteri di Perairan Teluk Benoa, Bali. Jurnal of Marine and Aquatic Sciences. 4(1): 129-140.

Downloads

Published

2024-07-31

Issue

Section

Articles