Analisis Kandungan Mikroplastik Pada Air, Sedimen, dan Kerang Kijing (Pilsbryoconcha exilis) di Sungai Dudat Kabupaten Belitung

Authors

  • Amelia Pernanda Universitas Bangka Belitung
  • Fika Dewi Pratiwi Universitas Bangka Belitung
  • Andri Kurniawan Universitas Bangka Belitung

DOI:

https://doi.org/10.26418/lkuntan.v7i3.74884

Keywords:

Belitung, Kerang, Konsumsi, Mikroplastik

Abstract

Sungai akan mengalami penurunan kualitas air karena pembuangan sampah plastik ke sungai. Plastik dapat mempengaruhi kualitas air atau tingkat tercemarnya perairan melalui mikroplastik. Mikroplastik yang masuk keperairan dapat terakumulasi kedalam sedimen dan biota. Penelitian ini bertujuan untuk menganilisis jenis dan kelimpahan mikroplastik pada air, sedimen, dan kerang kijing (Pilsbryononcha exilis) di Sungai Dudat. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juli sampai Agustus 2023. Metode pengambilan sampel menggunakan meotode Purposive sampling dengan 3 Stasiun. Preparasi sampel menggunkan Nacl dan Hâ‚‚Oâ‚‚. Hasil dari penelitian ini diperoleh pada sampel air dengan kelimpahan jenis fiber yaitu 0,013 partikel/L dan jenis fragmen yaitu 0,004 partikel/L, pada sampel sedimen dengan kelimpahan fiber sebesar 0,21 partikel/100 gram, fragmen sebesar 0,07 partikel/100 gram, film sebesar 0,04 partikel/100 gram, foam sebesar 0,01 partikel/100 gram, dan pada sampel kerang kijing dengan kelimpahan fiber sebesar 1,47 partikel/Ind, fragmen sebesar 0,6 partikel/Ind, dan film sebesar 0,07 partikel/Ind. Hasil membuktikan bahwa pada sampel air, sedimen, dan kerang kijing sudah terkontaminasi mikroplastik.

Author Biographies

Amelia Pernanda, Universitas Bangka Belitung

Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan

Fika Dewi Pratiwi, Universitas Bangka Belitung

Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan

Andri Kurniawan, Universitas Bangka Belitung

Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan

References

Browne, M.A. 2015. Sources and Pathways of Microplastics to Habitats. In: Bergmann, M., Gutow, L., Klages, M. (eds) Marine Anthropogenic Litter. Springer, Cham. 229–244.

Dewi, I. S., A. A. Budiarsa, I. R. Ritonga. 2015. Distribusi Mikroplastik pada Sedimen di Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara. Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan, Depik. 4(3): 121-131.

Dewi, S. K., M. Z., Arifin, dan U. Indrawati. 2016. Identifikasi Soil Transmitted Helminths (STH) pada Kerang Air Tawar (Pilsbryoconcha exilis) dengan Metode Sedimentasi. Studi di Sungai Keplaksari Kabupaten Jombang. 1(7): 674-684.

Hamuna., B, H. R. Rosye, Tanjung, Suwito, K. Hendra, Maury dan Alianto. 2018. Kajian Kualitas Air Laut dan Indeks Pencemaran Berdasarkan Parameter Fisika Kimia di Perairan Distrik Depapre, Jayapura. Jurnal Ilmu Lingkungan. 16(1): 35-43.

Indriyani, F. 2020. Kuantifikasi dan identifikasi kontaminan mikroplastik pada kerang darah (Anadara granosa) dari Tambak Lorok Semarang. Tesis. Semarang: Universitas Katolik Soegijapranata.

Jambeck, J., R. Geyer, C. Wilcox, T. R. Siegler, T. R, M. Perryman, A. Andrady, R. Narayan, and K. L. Law. 2015. Plastic Waste Inputs from Land into the Ocean. Science. 347: 768.

Jeyasanta, K. I., N. Sathish, J. Patterson, and J.K.P. Edward. 2020. Macro-meso and Microplastic Debris in the Beaches of Tuticorin District. Marine Pollution Bulletin. 154: 111055.

Jubaedah, D., M. Marsi, M. Wijayanti, and P.F. Jayanti. 2019. Utilization of Lime Derived from Mussel Freshwater Shells (Pilsbryoconcha exilis) to Increase Swamp Water pH For Catfish (Pangasius sp.) Culture. Sriwijaya Journal of Environment. 4(2): 59-63.

Manalu, A. A., S. Hariyadi, and Y. Wardiatno. 2017. Microplastics Abundance in Coastal Sediments of Jakarta Bay, Indonesia. AACL Bioflux. 10(5): 1164–1173.

Masura, J., J. Baker, G. Foster, and C. Arthur. 2015. Laboratory Methods for the Analysis of Microplastics in the Marine Environment: Recommendations for Quantifying Synthetic Particles in Waters and Sediments. Noaa Technical Memorandum Nosor and R.48.

Mauludy, M.S., A. Yunanto, dan D. Yona. 2019. Kelimpahan Mikroplastik pada Sedimen Pantai Wisata Kabupaten Badung, Bali. Jurnal Perikanan. 21(2): 73-78.

NOAA. 2016. Marine Debris Impacts on Coastal and Benthic Habitats. Noaa Marine Debris Habitat Report.

Nugroho, D.H., I.W. Restu, and N.M. Ernawati. 2018. Kajian Kelimpahan Mikroplastik di Perairan Teluk Benoa Provinsi Bali. Current Trends in Aquatic Science. 1(1): 80-88.

Nurhasanah, M.R. Cordova, E. Riani. 2021. Micro and Mesoplastics Release from the Indonesian Municipal Solid Waste Landfill Leachate to the Aquatic Environment: Case Study in Galuga Landfill Area, Indonesia. Marine Pollution Bulletin. 163(3). 111986.

Prasetyawan, I. B., L. Maslukah, and A. 2017. Pengukuran Sistem Karbondioksida (CO2) Sebagai Data Dasar Penentuan Fluks Karbon di Perairan Jepara. Buletin Oseanografi Marina. 6(1): 9-16.

Safitri, M., dan M.R Putri. 2013. Kondisi Keasaman (pH) Laut Indonesia. Kelompok Keahlian Oseanografi. 73-87.

Strand, J., Feld, L., Murphy, F., Mackevica, A., Hartmann, N.B. 2018. Analysis of microplastic particles in Danish drinking water. Aarhus University. Scientific Report from DCE – Danish Centre for Environment and Energy No. 291.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R dan D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R dan D. Bandung: Alfabeta.

Sumarno, D. 2013. Kadar Salinitas di Beberapa Sungai yang Bermuara di Teluk Cempi, Kabupaten Dompu-Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jatiluhur: Balai Penelitian Pemulihan dan Konservasi Sumber Daya Ikan.

Sutanhaji, A T., B. Rahadi, and N.T. Firdausi. 2021. Analisis Kelimpahan Mikroplastik pada Air permukaan di Sungai Metro, Malang. Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan. 8(2): 74-84.

Wahdani, A., K. Yaqin, N. Rukminasari, Suwarni, Nadiarti, D.F Inaku, dan L. Fachruddin. 2020. Konsentrasi Mikroplastik pada Kerang Manila Venerupis Philippinarum di Perairan Maccini Baji, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajen Kepulauan, Sulawesi Selatan. Jurnal Maspari. 12(2): 1-13.

Downloads

Published

2024-10-31

Issue

Section

Articles