Monitoring Kondisi Kesehatan Mangrove di Pantai Tuing Kabupaten Bangka

Authors

  • Dwi Alfredo Universitas Bangka Belitung
  • Okto Supratman Universitas Bangka Belitung
  • Arthur Muhammad Farhaby Universitas Bangka Belitung

DOI:

https://doi.org/10.26418/lkuntan.v7i3.81985

Keywords:

Pantai Tuing, Mangrove, Spesies

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi jenis mangrove, nilai tutupan kanopi, nilai kerapatan, serta memonitoring kondisi kesehatan mangrove di Pantai Tuing, Kabupaten Bangka. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari tahun 2024 di Pantai Tuing, Kabupaten Bangka. Metode yang digunakan untuk penentuan titik stasiun adalah purposive sampling, pengambilan data kesehatan mangrove dengan metode hemispherical photography dan line transek kuadrat. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan sebanyak 6 spesies mangrove yaitu R. mucronata, R. apiculata, R. stylosa, B. gymnorrhiza, X. granatum, A. marina. Indeks Nilai Penting didominasi spesies R. mucronata dan R. apiculata. Kondisi tutupan kanopi di Pantai Tuing dikategorikan Baik di seluruh stasiun dengan kisaran persentase 81,69% - 91,45%, persentase kanopi tertinggi ditemukan pada Stasiun 3 sebesar 91,45%, Stasiun 2 yaitu 87,94%. Tutupan kanopi dengan nilai paling rendah terdapat di Stasiun 1 dengan nilai 81,69%. Kondisi kerapatan mangrove di Pantai Tuing dalam kondisi Jarang hingga Sedang. Pada Stasiun 1 kerapatan 700 ind/ha, menunjukkan kerapatan dalam kriteria Jarang, Stasiun 2 kondisi kerapatan mangrove dengan kriteria Sedang dengan nilai 1.267 ind/ha dan Stasiun 3 kondisi kerapatan dalam kriteria Sedang dengan nilai 1.167 ind/ha. Data dinamika kanopi dan kerapatan mangrove pada tahun 2020 dan tahun 2024 menunjukkan hanya ada sedikit perubahan, sehingga dari tahun 2020 - 2024 kondisi kesehatan mangrove di Pantai Tuing dikategorikan Baik. Mangrove Health Indeks pada Stasiun 1 senilai 54,68 %, Stasiun 2 nilai MHI sebesar 53,68%, Stasiun 3 nilai MHI sebesar 54,43 %. Nilai MHI yang diperoleh dari ketiga stasiun dikategorikan dalam kategori (moderate)

Author Biographies

Dwi Alfredo, Universitas Bangka Belitung

Prodi Manajemen Sumber Daya Perairan

Okto Supratman, Universitas Bangka Belitung

Prodi Manajemen Sumber Daya Perairan

Arthur Muhammad Farhaby, Universitas Bangka Belitung

Prodi Manajemen Sumber Daya Perairan

References

Akhrianti, I., Gustomi, A. (2021). Analisis indeks ekologi komunitas mangrove di pesisir kota Pangkalpinang, Pulau Bangka. Jurnal Ilmiah Platax, 9(2), 356-364.

Bengen D G. (2004). Ekosistem dan Sumberdaya Alam Pesisir dan Laut serta Prinsip Pengelolaan. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan, Institut Pertanian Bogor: Bogor.

Dewi, R., M. Zainuri., S. Anggoro dan T. Winanto. (2017). Analisis Perubahan Lahan Kawasan Laguna Segara Anakan Selama Periode Waktu (1978 –2016) Menggunakan Satelit Landsat Multitemporal. Jurnal Omni Akuatika. 12(3): 144-14.

Dharmawan, I. W. E. (2021). Mangrove health index distribution on the restored post-tsunami mangrove area in Biak Island, Indonesia. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 860, No. 1, p. 012007). IOP Publishing.

Dharmawan, I.W.E., Pramudji, S. (2017). Panduan Pemantauan Komunitas Mangrove. Jakarta: Pusat Penelitian Oseanografi LIPI.

Dharmawan, I.W.E., Suyarso, I.U., Yaya, P. B. (2020). Panduan monitoring. Bogor: PT Media Sains Nasional.

Farhaby, A. M. (2019). Kajian Awal Kondisi Hutan Mangrove Di Desa Kurau Timur Kabupaten Bangka Tengah Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences), 5(3), 99-104.

Hutagalung, H. Setiapermana, D., Hadi, RS.(1997). Metode Analisis Air Laut, Sedimen dan Biota. Jakarta: Pusat penelitian pengembangan Oseanologi LIPI.

Ihsan, A., Adibrata, S., Farhaby, A. M. (2023). Analisis Tingkat Kelangsungan Hidup Mangrove untuk Mengukur Keberhasilan Rehabilitasi Mangrove di Desa Tuik Kabupaten Bangka Barat. Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan, 17(2), 58-63.

Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 201 Tahun 2004 tentang Kriteria Baku dan Pedoman Penentuan Kerusakan Mangrove.

Martuti NKT. (2013). Keanekaragam Mangrove Di Wilayah Tapak, Tugurejo, Semarang. Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences. 36(2):123-130.

Nurfadilah, N. D., Eryati, R., Maulana, R., Jailani, J. (2024). Pengaruh Persentasi Substrat Terhadap Pertumbuhan Anakan Mangrove Rhizophora sp. Di Kawasan Pantai Kuala Samboja Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Jurnal Laot Ilmu Kelautan, 5(2), 229-236.

Purwanto, A. D., Asriningrum, W., Winarso, G., Parwati, E. (2014). Analisis sebaran dan kerapatan mangrove menggunakan citra Landsat 8 di Segara Anakan, Cilacap. In Prosiding Seminar Nasional Penginderaan Jauh 2014 (pp. 232-241). LAPAN.

Rustam, A., Adi, N. S., Daulat, A., Kiswara, W., Yusup, D. S., Rappe, R. A. (2019). Pedoman pengukuran karbon di ekosistem padang lamun. Institut Teknologi Bandung. Bandung.

Sugiyono. (2012). “Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.†Bandung: Alfabeta.

Warongan, C.W.A. (2009). Kajian Ekologi Ekosistem Mangroveuntuk Rehabilitasidi DesaTiwoho Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara Prov. Sulawesi Utara. Tesis PascaSarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor

Yulianda, F. (2007). Ekowisata bahari sebagai alternatif pemanfaatan sumberdaya pesisir berbasis konservasi. In Makalah Seminar Sains (Vol. 21, No. 1, pp. 119-29).

Zamroni, Y. (2017). Ekologi mangrove di perairan Teluk Sepi Lombok Barat. Bio Wallacea, 3(2), 79-83.

Downloads

Published

2024-11-06

Issue

Section

Articles