Analisis Kesesuaian Perairan untuk Budidaya Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscogutattus) dengan Pendekatan Geospasial di Desa Pelapis, Kabupaten Kayong Utara

Authors

  • Phiguradi Bangun Universitas OSO Pontianak
  • Robin Saputra Universitas OSO Pontianak
  • Riza Linda Universitas Tanjungpura, Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.26418/lkuntan.v7i3.82445

Keywords:

Budi Daya, Kerapu Macan, Epinephelus fuscogutattus, Geospasial, Pelapis

Abstract

Penggunaan teknologi pemetaan yang berkembang merupakan salah satu opsi dalam menentukan lokasi budidaya. Penerapan teknologi ini digunakan untuk memetakan lokasi pengembangan budidaya laut yang melibatkan integrasi parameter ekosistem perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan lokasi yang optimal untuk membudidayakan ikan kerapu macan. Metode yang digunakan adalah metode spasial multikriteria analisis dengan menggunakan data primer dan data sekunder yaitu salinitas, do, amonia, pH,   kecerahan, suhu permukaan air, jenis dasar perairan, keterlindungan, faktor pembatas, kecepatan arus, dan kedalaman di perairan, selanjutnya data kualitas air tersebut diinterpolasi, reclass dan overlay. Hasil analisis data pemetaan menunjukan perairan desa Pelapis potensial dikembangkan untuk budi daya ikan kerapu macan dengan keramba jaring apung dengan kategori sangat sesuai (S1) seluas 1,23 (0,21%) Ha, kategori sesuai (S2) seluas 591,71 (97,89%) Ha, sedangkan wilayah budidaya yang termasuk dalam kategori tidak sesuai (N) seluas 11,50 (1,90%)Ha.

Author Biographies

Phiguradi Bangun, Universitas OSO Pontianak

Program Studi Ilmu Kelautan

Robin Saputra, Universitas OSO Pontianak

Program Studi Ilmu Kelautan

Riza Linda, Universitas Tanjungpura, Pontianak

Program Studi Biologi

References

Affan JM. 2012. Identifikasi lokasi untuk pengembangan budidaya keramba jaring apung (KJA) berdasarkan faktor lingkungan dan kualitas air di perairan Pantai Timur Bangka Tengah. Jurnal Depik, 78-85.

Anandi, D. (2007). Aplikasi Sistem Informasi Geografis Dalam Penentuan Kesesuaian Lokasi Pemukiman Nelayan Di Kabupaten Cirebon , Jawa Barat. Skripsi. Bogor.

Anhar, T. F., Widigdo, B., & Sutrisno, D. (2020). Kesesuaian budidaya keramba jaring apung (KJA) ikan kerapu di perairan Teluk Sabang Pulau Weh, Aceh. Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir Dan Perikanan, 210 – 219.

Budiyanto, E. (2005). Pemetaan Kontur dan Pemodelan Spatial 3 Dimensi Surfer. Penerbit Andi, Yogyakarta, 214 hlm.

Effendi, H., (2003), Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Ling kungan Perairan, Kanisus, Yogyakarta.

Ghani, A. A., Hartoko. R., Wisnu. (2015). Analisa Kesesuaian Lahan Perairan Pulau Pari Kepulauan Seribu Sebagai Lahan Budidaya Ikan Kerapu (Epinephelus Sp.) Pada Keramba Jaring Apung Dengan Menggunakan Aplikasi SIG. Journal of Aquaculture Management and Technology, 54-61.

Ghufran, M. H. (2010). Pemeliharaan Ikan Napoleon di Keramba Jaring Apung Akademia. Jakarta.

Hartami, P. (2008). Analisis Wilayah Perairan Teluk Pelabuhan Ratu Untuk Kawasan Budidaya Perikanan Sistem Keramba Jaring Apung. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Hasnawiya, (2012), Studi Kesesuaian Lahan Budidaya Ikan Kerapu Dalam Keramba Jaring Apung Dengan Aplikasi Sistem Informasi Geografis Di Teluk Raya Pulau Singkep, Kepulauan Riau, Aquaculture Management and Technology, 87-101.

Jumadi, W. (2011). Penentuan Kesesuaian Lahan Keramba Jaring Apung Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) Menggunakan Sistem Informasi Geografis di Pulai Panggang Kepualauan Seribu. [Skripsi].

Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor, 1-75.

Kadarini, T., Yamin, M., Nurhidayat, N., & Sholichah, L. (2022). Pertumbuhan Ikan Mas koki, Carrasius auratus Pada Sistem Akuaponik Dengan Tanaman Air Yang Berbeda. Jurnal Riset Akuakultur, 16(3), 167.

KLH. (2004). Keputusan Menteri KLH No. 51/2004 Tentang Baku Mutu Air Laut Untuk Biota Laut. Jakarta : Kementerian Lingkungan Hidup.

Ode, Alifatri La. (2010). Analisa Daya Dukung Lahan Untuk Pengembangan Budidaya Kerapu Di Perairan Tambak Kecamatan Cilebar, Karang Districk. Bogor. Jurnal

Sugama, K, Danakusumah, E., & Eda, H. (1986). Effect of Feeding Frequency on the Growth of Estuary Grouper, Epinephelus tauvina Cultured in Floating Net Cages. (132 p). Sci. Rep. Mar. Rep. of China : 1986.

Wilmansyah, D., Edial, Helfia & Prarikeslan, Widya. (2019). Analisis Kesesuaian Lahan KJA Budidaya Kerapu di Perairan Laut Sikakap Kabupaten Kepulauan Mentawai. Jurnal Buana Nomor 2.

Downloads

Published

2024-11-06

Issue

Section

Articles