Struktur Komunitas Mangrove di Bagian Barat Pulau Cempedak Kecamatan Kendawangan Kalimantan Barat
DOI:
https://doi.org/10.26418/lkuntan.v8i2.94200Keywords:
Bruguiera gymnorrhiza, Kerapatan Mangrove, Indeks Keanekaragaman (H"™)Abstract
Hutan mangrove merupakan kawasan hutan yang masih terpengaruhi oleh pasang surut air laut. Pulau Cempedak memiliki beberapa ekosistem pesisir, salah satunya yaitu hutan mangrove. Hutan mangrove di Pulau Cempedak tersebar dibeberapa kawasan yaitu bagian Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana struktur komunitas mangrove yang berada di Bagian Barat Pulau Cempedak, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuadran transek dengan masing "“ masing kategori pertumbuhan yaitu tingkat pohon (20m x 20m), tiang (10m x 10m), pancang (5m x 5m) dan semai (2m x 2m). Terdapat lima jenis mangrove yang ditemukan yaitu Bruguiera gymnorrhiza, Avicennia lanata, Bruguiera cylindrica, Xylocarpus granatum dan Heritiera littoralis. Jenis mangrove yang mendominasi yaitu Bruguiera gymnorrhiza total individu 80.000 individu/ha dan ditemukan diseluruh Stasiun dan seluruh kategori pertumbuhan dan nilai H"™ yang didapatkan berkisaran 0-1,42.References
Agustini, N., Tri, Z. Ta’aladin, D. Purnama, 2016. Struktur Komunitas Mangrove di Desa Kahyapu Pulau Enggano. Jurnal Enggano. 1(1): 19-31.
Alongi, D.M. 2009. The Energetics of Mangrove Forest. Australia: Springer Science
Bengen, D.G., 2004. Mengenal dan Memelihara Mangrove. Bogor: Pusat Kajian Sumber Daya Pesisir dan Lautan IPB.
Indriyanto. 2006. Ekologi Hutan. Jakarta: Bumi Aksara.
Juriah, S. 2018. Hutan Mangrove Sebagai Daya Tarik Wisata di Kulon Progo. Domestic Case Study. 1-13.
Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, 2020, Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 91/KEPMEN-KP/2020 Tentang Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kendawangan dan Perairan Sekitarnya Di Provinsi Kalimantan Barat.
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup, 2004, Kriteria Baku dan Pedoman Penentuan Kerusakan Mangrove, Nomor 201.
Kusmana, C., S. Wilarso, I. Hilwan, P. Pamoengka, C. Wibowo, T. Tiryana, A. Triswanto, Yunasfi, Hamzah. 2003. Teknik Rehabilitasi Mangrove. Bogor: Fakultas Kehutanan IPB, Bogor.
Noor, Y.R., M. Khazali, I.N.N. Suryadiputra. 2006. Panduan Pengenalan Mangrove, Ekologi dan Manajemen Mangrove Indonesia. Buku Ajar. Medan: Departemen Kehutanan FP USU.
Nybakken, W.J. 1988. Biologi Laut: Suatu Pendekatan Ekologis. Jakarta: PT. Gramedia.
Odum, E.P., 1993, Dasar-Dasar Ekologi, Terjemahan Tjhjono Samingan dan B. Srigandono, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Paruntu, C., A. Windarto, A. Rumengan. 2017. Karakteristik Komunitas Mangrove Desa Motandoi Kecamatan Pinolosian Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Provinsi Sulawesi Utara. Jurnal Pesisir dan Laut Tropis. 5(2): 53-65.
Purnobasuki, H. 2005. Tinjauan Perspektif Hutan Mangrove. Surabaya: Airlangga University Press.
Raymond, G., N. Harahab, Soemarno. 2010. Pengelolaan Hutan Mangrove Berbasis Masyarakat di Kecamatan Gending, Probolinggo. Agritek. 18(2):185-200.
Safitri, I., M.S.J. Sofiana, B.M. Yudhoyono, S. Kusumardana. 2024. Coomunity Structure of Seagrass in Southeast Waters Cempedak Island West Kalimantan. Barakuda’45 Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan. 6(1): 34–51.
Soegianto, A. 1994. Ekologi Kuantitatif: Metode Analisis Pupulasi dan Komunitas. Jakarta: Penerbit Usaha Nasional.
Sofian, A., N. Harahab, Marsoedi. 2012. Kondisi dan Manfaat Langsung Ekosistem Mangrove Desa Penunggul Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan. El-Hayah Jurnal Biologi. 2(2): 56-63.
Supriharyono. 2009. Konservasi Ekosistem Sumberdaya Hayati di Wilayah Pesisir Laut Tropis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Yudhoyono, B.M., I. Safitri, M.S.J. Sofiana, S. Kusumardana. 2023. Karakteristik Lamun di Perairan Timur Pulau Cempedak Kalimantan Barat. Oseanologia. 2(3): 102-108.