Kepadatan dan Pola Distribusi Kima (Tridacnidae) di Perairan Timur Pulau Penata Besar Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat

Authors

  • Andira Sukmajaya Program Studi Ilmu Kelautan, FMIPA Universitas Tanjungpura, Pontianak
  • Mega Sari Juane Sofiana Program Studi Ilmu Kelautan, FMIPA Universitas Tanjungpura, Pontianak
  • Shifa Helena Program Studi Ilmu Kelautan, FMIPA Universitas Tanjungpura, Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.26418/lkuntan.v8i2.94660

Keywords:

Tridacna crocea, Tridacna squamosa, kepadatan, pola distribusi, konservasi, Pulau Penata Besar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan pola distribusi kerang kima (Tridacnidae) di perairan timur Pulau Penata Besar, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari hingga Juli 2025 di tiga stasiun dengan karakteristik lingkungan berbeda, menggunakan metode belt transect sepanjang 50 meter dan lima plot pengamatan berukuran 10 × 10 meter pada masing-masing stasiun. Analisis kepadatan dihitung berdasarkan jumlah individu per satuan luas, sedangkan pola distribusi dianalisis menggunakan Indeks Morisita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua spesies kima, yaitu Tridacna crocea dan Tridacna squamosa, dengan T. crocea sebagai spesies dominan. Kepadatan tertinggi T. crocea ditemukan di Stasiun II sebesar 0,284 ind/m ², sedangkan T. squamosa memiliki kepadatan sangat rendah dan tidak merata. Pola distribusi T. crocea di semua stasiun bersifat mengelompok dengan nilai Indeks Morisita (Ip) berkisar antara 0,59492"“0,60317. Parameter perairan seperti suhu (28,83"“29,73 °C), salinitas (32,23"“33,20 ppt), dan kedalaman (1,3"“2,9 m) berada dalam kisaran optimal untuk kehidupan kima, namun kecepatan arus yang rendah (0,05"“0,06 m/s) dapat menjadi faktor pembatas. Temuan ini menunjukkan pentingnya perlindungan habitat dan pengelolaan berbasis ekosistem dalam upaya konservasi kima, serta perlunya pelibatan masyarakat lokal dalam strategi konservasi yang berkelanjutan.

References

Bariah, A. 2024. Struktur Komunitas Terumbu Karang di Perairan Barat Pulau Penata Besar, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Skripsi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tanjungpura.

Bariah, A., Safitri, I., Nurrahman, Y. A., Sofiana, M. S. J, and Helena, S. 2024. Assessing coral reef health in northern waters of Penata Besar Island, West Kalimantan. Jurnal Biodjati, 9(2), 306–320.

Emola, H. (2021). Pengaruh Arus dan Sedimentasi terhadap Pertumbuhan Terumbu Karang di Perairan Tropis. Jurnal Ilmu Kelautan Tropis, 9(2), 75–84.

Jongjitvimol, T., Kaewsrikhaw, R., & Patanwong, P. (2005). Population structure and distribution of Tridacna species in the southern Gulf of Thailand. Coastal Ecosystems Research, 7(3), 115–123.

Kinch, J. (2002). Giant clam mariculture in the Indo-Pacific: Current trends and challenges. Micronesia, 34(1), 65–76.

Klumpp, D.W., Bayne, B.L., & Hawkins, A.J.S. (1992). Nutrition of the giant clam Tridacna gigas (L.). I. Contribution of filter feeding and photosynthesis to respiration and growth. Journal of Experimental Marine Biology and Ecology, 155(1), 105–122.

Krebs, C.J. (1985). Ecology: The Experimental Analysis of Distribution and Abundance. New York: Harper & Row.

Krebs, C.J. (1989). Ecological Methodology. New York: Harper & Row.

Littay, M., Tandung, Y., & Pangkey, H. (2007). Kajian Habitat dan Parameter Lingkungan Kima di Perairan Sulawesi Utara. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 1(2), 88–95.

Munro, J.L. (1993). Giant clams. In: The Biology, Fisheries, and Culture of Tropical Groupers and Snappers. ICLARM Conference Proceedings 41, 168–188.

Neo, M. L., Eckman, W., Vicentuan, K., Teo, S. L. M., & Todd, P. A. (2015). The Ecological Significance of Giant Clams in Coral Reef Ecosystems. Biological Conservation, 181, 111–123.

Neo, M.L., Eckman, W., Vicentuan, K., Teo, S.L. dan Todd, P.A. 2015. The ecological significance of giant clams in coral reef ecosystems. Biological Conservation, 181: 111–123.

Niartiningsih, A., Firmansyah, R., & Sarifudin, M. (2013). Preferensi Habitat dan Distribusi Kima di Pulau Marsegu, Maluku. Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan, 6(1), 45–54.

Niwasdita, F., Siregar, R., & Haryono, E. (2020). Keanekaragaman Jenis dan Pola Sebaran Kima (Tridacnidae) di Perairan Desa Sepempang, Kabupaten Natuna. Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan, 8(1), 12–20.

Oktapyani, D. (2020). Struktur Populasi dan Distribusi Kima (Tridacna crocea) di Perairan Pulau Kabung, Kalimantan Barat. Jurnal Kelautan Tropis, 23(2), 45–52.

Rikevina, V. (2014). Pengaruh Intensitas Cahaya terhadap Suhu Perairan di Perairan Terumbu Karang. Jurnal Fisika dan Lingkungan, 4(1), 33–39.

Rizkifar, A.R., Nasution, M.A., & Yusri, M. (2019). Pola Sebaran dan Kepadatan Kima di Perairan Karimunjawa. Jurnal Kelautan Nasional, 14(1), 29–38.

Rukinah. (2019). Analisis Ekologis Terhadap Keberadaan Kima (Tridacnidae) sebagai Indikator Kesehatan Ekosistem Terumbu Karang. Jurnal Sumber Daya Pesisir dan Lautan, 4(2), 89–97.

Sadilli, A., Wahyuningsih, S., & Nugroho, R. (2015). Struktur Populasi Kima di Perairan Taman Nasional Wakatobi. Jurnal Konservasi Laut, 8(2), 67–74.

Susiana, D., Yusuf, M., & Anggraini, R. (2014). Pengaruh Salinitas terhadap Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Kerang Kima (Tridacna spp.). Jurnal Akuakultur Indonesia, 13(2), 78–86.

Tan, A.S.H., Neo, M.L. dan Todd, P.A. 2021. Predation risk and anti-predator strategies in giant clams (Tridacna spp.). Marine Ecology Progress Series, 667: 105–114.

Tong, R., Neo, M.L., & Todd, P.A. (2020). Overexploitation of giant clams (Tridacninae) continues despite their protection. Marine Pollution Bulletin, 160, 111681.

Waters, C., Neo, M.L., Wabnitz, C., & Todd, P.A. (2013). The influence of substrate type and water flow on the settlement of giant clam larvae (Tridacna squamosa). Aquaculture Research, 44(7), 1009–1019

Downloads

Published

2025-07-31

Issue

Section

Articles