PENGARUH LATIHAN JALAN 60 MENIT, LATIHAN PEMBEBANAN RINGAN, DAN STRETCHING TERHADAP PENGUATAN JANTUNG DAN PARU

Authors

  • Ali Satia Graha Universitas Negeri Yogyakarta
  • Ahmad Ridwan Universitas Negeri Yogyakarta http://orcid.org/0000-0003-2137-7125
  • Sri Sundari Universitas Negeri Yogyakarta
  • Titis Dewi Cakrawati Universitas Negeri Yogyakarta
  • Danny Eka Wahyu Saputra Universitas Negeri Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.26418/jmrthn.v3i2.84800

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi dan membandingkan pengaruh latihan jalan 60 menit, latihan pembebanan ringan, dan stretching terhadap penguatan jantung dan paru di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen. Lokasi penelitian berada di stadion atletik UNY, Yogyakarta. Populasi ddrai penelitian ini adalah pekerja yang bekerja di Yogyakarta. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria sebagai berikut: 1) pekerja berumur 20-40 tahun, 2) sehat atau tidak sedang dalam kondisi sakit maupun perawatan terhadap penyakit, 3) pekerjaan menetap dikantor/ sadantary behavior, 4) berat badan dalam kategori normal, 5) bersedia mengikuti seluruh latihan yang diberikan. Instrumen yang digunakan dalam ini berupa lari 12 menit. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis dengan metode statistik dengan bantuan aplikasi SPSS, yaitu uji t untuk membandingkan perbedaan nilai pretest dan posttest. Hasil penelitian dari 30 sampel yang diberikan perlakuan menunjukkan bahwa hasil uji t yang telah dilakukan pada Latihan Jalan 60 menit dengan Stretching diperoleh nilai t hitung yaitu 5.448 > t tabel (df 14) 1,76131 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan pada Latihan Pembebanan Ringan dengan Stretching diperoleh nilai t hitung yaitu 4.379 > t tabel (df 14) 1,76131 dan nilai signifikansi 0,001 < 0,05 yang artinya terbukti efektif dari kedua latihna yang diberikan menunjukkan peningkatan penguatan jantung paru peserta latihan.

References

American Collage of Sports Medicine. (2013). ACSM’s guidelines for exercise testing and prescription. USA: Lippincott Williams & Wilkins.

Anderson, B. (2008). Stretching (Peregangan). Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta.

Budiwanto, S. (2013). Metodologi latihan olahraga. . Malang: Penerbit Universitas Negeri Malang (UM PRESS).

Departemen Pendidikan Nasional. ( 2000). Pedoman dan Modul Pelatihan Kesehatan Olahraga Bagi Pelatih Olahraga Pelajar. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Departemen Pendidikan Nasional. (2000). Pedoman Dan Model Pelatihan Kesehatan Olahraga Bagi Pelatih Olahragawan Pelajar. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Djoko Pekik Irianto. (2004). Bugar dan Sehat Dengan Olahraga. . Yogyakarta: Andi Offse.

G., C.-M. (2006). Latihan Kebugaran. . Batam: Karisma Publishing Group.

Gumilar. (2016). Manfaat jalan kaki agar terhindar dari penyakit diabetes, pencegahan dan pengobatan diabetes.

Harre. (2012). Principle of sport training. Berlin: Sportverlag.

Harsono. ( 2017). Kepelatihan olahraga. (teori dan metodologi). Bandung: Remaja Rosdakarya.

Hastjarjo, T. D. (2019). Rancangan Eksperimen-Kuasi. Buletin Psikolog, Vol. 27, No. 2, 187-203.

Kuntaraf dan Kathleen L.K. (1992). Jurnal Manfaat jalan kaki agar terhindar dari penyakit diabetes, penceghan dan pengobatan diabetes.

Langga, Z.A & Supriyadi. (2016). Pengaruh Model Latihan Menggunakan Metode Praktik Distribusi Terhadap Keterampilan Dribble Anggota Ekstrakurikuler Bola Basket SMPN 18 Malang. Jurnal Kepelatihan Olahraga, Vol 1 No 1.

Patel, H., Alkhawam, H., Madanieh, R., Shah, N., Kosmas, C., & Vittorio, T. (2017). Aerobic vs anaerobic exercise training effects on the cardiovascular system. World Journal of Cardiology, Vol. 9, Issue 2, 134-138.

Phillips, N. (2016). Essentials of Strength Training and Conditioning. In Physiotherapy, Vol. 83, Issue 1.

Rahmiati. (2014). Efektivitas Stretching Terhadap Penurunan Nyeri Sendi Lutut Pada Lansia. Jurnal Ilmu Keperawatan. ISSN:2338-6371. www.jurnal.unsyiah.ac.id.

Ramadhan, W., & Sidik, D. Z. (2019). Pengaruh Metode Circuit Training Terhadap Daya Tahan Kardiovaskular Cabang Olahraga Atletik Nomor Lari Jarak Jauh. Jurnal Kepelatihan Olahraga, Vol 11. No. 2, 101-105.

Reuter, B. H., & Hagerman, D. (2016). Latihan Ketahanan Aerobik.

Ristiyanto, I. (2015). Efektifitas Latihan Peregangan Otot (Stretching) dan Kompres Hangat Terhadap Nyeri Sendi pada Lansia di Unit Rehabilitasi Sosial Pucang Gading Semarang. Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universita Muhammadiyah Semarang.

Sadoso, S. (1990). Pengetahuan Praktis Kesehatan dalam Olahraga. . Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Santosa, A., Trijayanto, P. A., & Endiyono. (2017). Hubungan Riwayat Garis Keturunan dengan Usia Terdiagnosis Diabetes Melitus Tipe II.

Sidik, D. Z., Pesurney, P., Afari, L., & M., N. N. (2019). Pelatihan Kondisi Fisik. PT Remaja Rosdakarya.

Singh, A. B. (2012). Sport training. . Delhi: Chawla Offset Printers.

Sukadiyanto. (2011). Pengantar Teori Dan Metodologi Melatih Fisik. Lubuk agung. Bandung.

Wahid, A., Manek, N., Nichols, M., Kelly, P., Foster, C., Webster, P., . . . Scarborough, P. (2016). Quantifying the Association Between Physical Activity and Cardiovascular Disease and Diabetes: A Systematic Review and Metaâ€Analysis. Journal of the American Heart Association.

Wahjoedi. (2001). Landasan Evaluasi Pendidikan Jasmani. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Downloads

Published

2025-04-22