PERANAN ANAK SEBAGAI KORBAN DALAM TERJADINYA KEJAHATAN ASUSILA DI PONTIANAK DITINJAU DARI SUDUT VICTIMOLOGI
Abstract
ABSTRAKSaat ini kekerasan seksual terhadap anak merupakan kejahatan yang cukup
mendapat perhatian di kalangan masyarakat. Banyak peristiwa perbuatan
menyimpang remaja terjadi di kota-kota besar di Indonesia, namun hal serupa
juga telah terjadi di kota-kota kabupaten demikian halnya di Kota Pontianak.
Perbuatan-perbuatan menyimpang yang dilakukan remaja bahkan telah
menuju ke tindakan-tindakan kriminal mulai meresahkan masyarakat dan tentu
saja sangat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota
Pontianak. Namun dalam kenyataannya, korban berperan dalam kejahatan
asusila.
Berdasarkan data di Kejaksaan Negeri Pontianak mulai tahun 2013-Agustus
2015 terjadi peningkatan tindak pidana asusila yang terjadi di masyarakat
Pontianak, berdasarkan data yang dihimpun tersebut didapat infomasi bahwa
pada tahun 2013 yang menjadi korban usia 6-12 tahun berjumlah 1 kasus, usia
13-17 tahun sebanyak 10 kasus kemudian tahun 2014 yang menjadi korban
usia 13-17 tahun meningkat menjadi sebanyak 14 kasus kemudian dari Januari
2015- Agustus 2015 yang menjadi korban usia 13-17 tahun sebanyak 15 kasus.
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana peranan
anak sehingga menjadi korban dengan terjadinya kejahatan Asusila di
Pontianak ? Bagaimana latar belakang anak sebagai korban ikut berperan
dalam terjadinya kejahatan Asusila di Pontianak ? dan Bagaimana upaya
2
penanggulangan kejahatan Asusila hubungannya dengan peranan Anak
sehingga menjadi korban asusila ?
Metode pendekatan yang digunakan dalam penyusunan karya tulis ini adalah
metode penekatan yuridis sosiologis atau "sosio legal research" yaitu metode
pendekatan yang memandang hukum sebagai suatu fenomena sosial, yang
didalam interaksinya tidak lepas dari faktor-faktor non Hukum.
Dari hasil penelitian didapatkan bahwa peranan anak sehingga menjadi korban
dalam terjadinya tindak pidana asusila di Pontianak diantaranya korban yang
memancing dan atau menggoda seseorang untuk berbuat jahat dan korban
lalai sehingga mempengaruhi seseorang untuk melakukan kejahatan, dimana
latar belakangnya karena faktor rendahnya pendidikan dan ekonomi
selanjutnya faktor lingkungan juga berperan. Adapun upaya yaitu melalui
tindakan preemtif, preventif dan represif.
Kata kunci : Kejahatan Asusila, Peran Korban, dan anak
ABSTRACT
Currently the sexual abuse of children is a crime that sufficient attention among
the public. Many events occur in adolescents deviant act big cities in Indonesia,
but the same thing has occurred in the district towns is the case in the city of
Pontianak. Deviant acts performed even teenagers have headed the criminal
acts began troubling the people and of course very disturbing public order and
safety in the city of Pontianak. But in reality, the victim role in immoral crimes.
Based on the data in Pontianak District Attorney from 2013-August 2015
increased wanton criminal act that occurred in the community of Pontianak,
according to data compiled information that was obtained in 2013 who became
victims of 6-12 years of age numbered one case, age 13-17 year 10 cases later
in 2014 which became a victim age 13-17 increased to as many as 14 cases
later than January 2015- August 2015 who are victims aged 13-17 years as
many as 15 cases.
The formulation of the problem in this research is the role of the child How to
become victims of crimes sacrilegious in Pontianak? What is the background of
3
children as victims played a role in the occurrence of immoral crime in New
York City? and How immoral crime prevention efforts do with the role of the Son
to become victims of immoral?
The method used in the preparation of this paper is a method penekatan
juridical sociological or "socio-legal research" that is the approach that sees the
law as a social phenomenon, which can not be separated in the interaction of
factors of non Laws.
The result showed that the role of the child so that the victims of the criminal
acts of sacrilegious in Pontianak among victims who provoke or tease someone
for wrongdoers and victims of neglect that predispose a person to commit a
crime, in which the background because of low education and further economic
environmental factors also plays a role. The effort is through the act of preemptive,
preventive and repressive.
Keywords: Sacrilegious crime, Victim Role, and children
Downloads
Issue
Section
Articles