EFEKTIVITAS SANKSI PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA DAN PSIKOTROPIKA DIHUBUNGKAN DENGAN MENINGKATNYA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DAN PSIKOTROPIKA DI KOTA PONTIANAK

Authors

  • Jurnal Mahasiswa S2 JANNES NABABAN NPM. A21209046

Abstract

ABSTRACT
This thesis is studies the problem of Criminal Sanction Effectiveness To Narcotic and Psychotropical Perpetrator Crime Connected At The Height of Abuse of Narcotic and Psychotropical in Pontianak City. By the legal and socio legal research method, obtained conclusion, that : (1) Geographical Factor of West Kalimantan is verging on direct with Sarawak part of Malaysia State and abuts south Chines Sea which close to state Nyanmar, Vietnam and Thahiland as crop producer state Opium which able to yield Morfin, Heroin and its conspecific, becomes entrance and commerce transit of Narcotic in Pontianak City and West Kalimantan. (2) Though in normative arrangement of criminal sanction to abuse of narcotic and psychotropical have been enough weights, but at its implementation level still happened disparity between Publik procecutor demands with Sanction Fallout By Justice in law enforcement process of abuse crime law of narcotic and psychotropical. (3) Effort which can be done to overcome the increasing of abuse of narcotic and psychotropical in Pontianak City is by realizing inwrought crime system of judicature passed reinforcement of synchronization and coordination of authority between the side of polices, attorney's office, justice, lawyer, and institute pemasyarakatan. Hereinafter is recommended, that purpose of crime system of judicature can be reached and administration straightening of law can run as unity of circular system interacted and is each other supports, hence needing reinforcement of coordination between institutions law enforcer, that is : Police, attorney's office, Lawyer, and the Institute of Prison.
ABSTRAK
Tesis ini membahas masalah Efektivitas Sanksi Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Narkotika dan Psikotropika Dihubungkan Dengan Meningkatnya Penyalahgunaan Narkotika dan Psikotropika di Kota Pontianak. Dari hasil penelitian menggunakan metode penelitian hukum normatif dan sosiologis diperoleh kesimpulan, bahwa : (1) Faktor Geografis Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Negara Bagian Sarawak Malaysia Timur dan berbatasan dengan Laut Cina selatan yang dekat dengan negara Nyanmar, Vietnam dan Thahiland sebagai negara penghasil tanaman Opium yang bisa menghasilkan Morfin, Heroin/Putaw dan sejenisnya, menjadi pintu masuk dan transit perdagangan Narkoba di Kota Pontianak dan Kalimantan Barat. (2) Meskipun secara normatif pengaturan sanksi pidana terhadap penyalahgunaan narkotika dan psikotropika sudah cukup berat, namun pada tataran implementasinya masih terjadi disparitas antara tuntutan Jaksa Penuntut Umum dengan Penjatuhan Sanksi Oleh Pengadilan dalam proses penegakan hukum tindak pidana penyalahgunaan narkotika dan psikotropika. (3) Upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi meningkatnya penyalahgunaan narkotika dan psikotropika di Kota Pontianak adalah dengan mewujudkan sistem peradilan pidana terpadu melalui penguatan sinkronisasi dan koordinasi kewenangan antara pihak kepolisian, kejaksaan, pengadilan, kepengacaraan, dan lembaga pemasyarakatan. Selanjutnya direkomendasikan, agar tujuan sistem peradilan pidana dapat tercapai dan administrasi penegakan hukum dapat berjalan sebagai kesatuan sistem yang bulat saling berhubungan dan saling menunjang, maka perlu penguatan koordinasi antar institusi aparatur penegak hukum, yaitu : Kepolisian, kejaksaan, Kepengacaraan, dan Lembaga Pemasyarakatan.

Downloads

Published

2013-04-25