IMPLIKASI ASEAN CONSENSUS ON THE PROTECTION AND PROMOTION OF THE RIGHTS OF MIGRANT WORKERS TAHUN 2017 TERHADAP PENGUPAHAN BAGI PEKERJA MIGRAN INDONESIA SEKTOR INFORMAL DI MALAYSIA

Authors

  • Aulia Yuti Serera NIM. A2021201023 Universitas Tanjungpura

Abstract

ABSTRAK

Fenomena globalisasi berdampak pada pudarnya batas negara yang memudahkan perpindahan manusia dari satu negara ke negara lain, termasuk fenomena migrasi internasional dengan tujuan untuk mencari pekerjaan di luar wilayah negara asal. Migrasi Internasional juga terjadi di negara anggota ASEAN yang terdiri dari negara pengirim dan negara penerima yang didominasi oleh para pekerja sektor informal dengan harapan bahwa bekerja di negara lain dapat meningkatkan penghidupan mereka melalui perolehan upah yang lebih tinggi daripada bekerja di negara asal, termasuk pekerja migran asal Indonesia yang bekerja di Malaysia. Para pekerja migran ini rentan akan pelanggaran hak antara lain pembayaran upah di bawah minimum. ASEAN sebagai organisasi internasional membentuk instrument perlindungan pekerja migran yakni ASEAN Consensus on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers tahun 2017. Permasalahan penelitian yang diangkat oleh penulis meliputi bagaimana implikasi dari ASEAN Consensus terhadap pengupahan pekerja migran Indonesia sektor Informal di Malaysia, efektivitas dari ASEAN Consensus serta faktor apa saja yang mempengaruhi implikasi dari ASEAN Consensus tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian normatif yang menggunakan data sekunder dengan Teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan analisis data secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa implikasi dari ASEAN Consensus terhadap pengupahan pekerja migran Indonesia pada aturan nasional di Malaysia yaitu Minimum Wages Order dan Undang- Undang Nomor 18 tahun 2017 di Indonesia serta pembentukan MoU antara Indonesia dan Malaysia. Namun implikasi dari ASEAN Consensus dinilai belum efektif untuk menanggulangi kasus terkait pengupahan pekerja migran Indonesia di Malaysia. Berkaitan dengan hal tersebut, maka diharapkan kedepannya ASEAN dapat membentuk perjanjian regional yang memiliki daya ikat secara hukum kepada dengan standar perlindungan yang tegas, termasuk pembentukan standar pengupahan yang layak serta membentuk badan pengawasan implikasi perjanjian ASEAN.

Kata Kunci: ASEAN, perlindungan pekerja migran, upah

 

 

Abstract

Globalization has an impact on fading national boundaries that facilitate human movement from one country to another country, including the phenomenon of international migration in order to search for occupation outside the origin country territory. International migration also occurs in ASEAN member states which consist of sending states and receiving states which are dominated by informal sector workers with the expectation of working in other may improve their livelihoods by earning higher wages than on their homeland, including Indonesia migrant workers who works in Malaysia. These migrant workers are vulnerable to right violation, including wages payment below the minimum. ASEAN as an international organization has formed an instrument for the protection of migrant workers, namely ASEAN Consensus on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers in 2017. The research issues raised by the author are including the implication of ASEAN Consensus on the remuneration of Indonesian migrant workers in the informal sectors in Malaysia, the effectiveness of ASEAN Consensus and what factors influence the implication of the ASEAN Consensus. This research is normative research that use secondary data with data collection techniques through literature study and qualitative data analysis. The result of the research shows that the implications of the ASEAN Consensus on the remuneration of Indonesian migrant workers in the national regulations in Malaysia, through the Minimum Wages Order and Law Number 18 of 2017 in Indonesia also the formation of the MoU between Indonesia and Malaysia. However, the implications of the ASEAN Consensus are considered not to be effective in eradicating cases related to the remuneration of Indonesian migrant workers in Malaysia. In connection with that matter, it is expected that in the future ASEAN will be able to form regional agreements that are legally binding on establishing strict protection standards, including the establishment of decent wage standards and the establishment of a supervisory body for the implications of ASEAN agreements.  

Keywords: ASEAN, Migrant Workers Protection, Remuneration

References

Achmad, U. & Abdul, R. (2012). Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education), Jakarta: Kencana.

ASEAN. (2009). ASEAN Socio- Cultural Community Blueprint. Jakarta: ASEAN Secretariat

Aust, A. (2010). Handbook of International Law. New York: Cambridge University Press

Boer, M. (2005). Hukum Internasional. Bandung: Alumni

Damsar. (2010). Pengantar Sosiologi Politik. Jakarta: Kencana

Djoko, T. (2004). Hubungan Kerja di Perusahaan Jasa. Semarang: Mandar Maju

Dorr, O. & Schmalenbach, K. (2018). Vienna Convention on the Law of Treaties: A Commentary. Berlin: Springer

Eddy, P. (2011). Hukum Perjanjian Internasional (Pengertian, Status Hukum, dan Ratifikasi). Bandung: Alumni Bandung

Edy, B. (2014). Rezim Baru ASEAN, Memahami Rantai Pasokan dan Masyarakat Ekonomi ASEAN. Yogyakarta: Pustaka Sempu

Huala, A. (2008). Aspek- Aspek Negara dalam Hukum Internasional. Jakarta: Rajawali Pers

I wayan, P. (2002). Hukum Perjanjian Internasional Bagian I. Bandung: Mandar Maju

International Labour Organization. (2016). Protecting Migrant Domestic Workers: The International Legal Framework at a Glance. Jenewa: International Labour Office

Jimly, A. (2006). Hukum Tata Negara dan Pilar- Pilar Demokrasi. Jakarta: Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konsititusi RI

Kansil, C.S.T. (1989). Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Lelisari & Imawanto. (2019). Kajian Yuridis Undang- Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Ganec Swara. 13(2). 230-236

Liow, J. (2005). The Politics of Indonesia- Malaysia Relation: One Kin, Two Nations. New York: RoutledgeCurzon

Mochtar, K. & Etty, R. A. (2018). Pengantar Hukum Internasional. Bandung: Alumni

Moh. Mahfud, M.D. (2001). Dasar dan Struktur Kenegaraan. Jakarta: PT. Rineka Cipta

Muchsin. (2003). Perlindungan dan Kepastian Hukum bagi Investor di Indonesia. Surakarta: Universitas Sebelas Maret

Peter, M. M. (2010). Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana Prenada

Philipus, M. H. (2011). Pengantar Hukum Administrasi Indonesia. Yogyakarta: Gajah Mada University Press

Salim, H.S & Erlis, S.N. (2013). Penerapan Teori Hukum Pada Tesis dan Disertasi. Jakarta: Rajawali Press

Satjipto, R. (2000). Ilmu Hukum. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti

Sefriani. (2015). Pengantar Hukum Internasional. Rajagrafindo Persada.

Shaw, M.N. (2008). International Law- Sixth Edition. Cambridge: Cambridge University Press.

Soerjono, S. & Abdurrahman. (1990). Metode Penelitian Suatu Pemikiran dan Penerapan. Jakarta: PT. Rineka Cipta

Soerjono, S. & Sri, M. (2003). Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Soerjono, S. (2008). Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Tarling, N. (1992). The Cambridge History of Southeast Asia: From Early Times to C. 1800. Cambridge: Cambridge University Press

Titik, T.T. (2016). Konstruksi hukum Tata Negara Indonesia Pasca-Amandemen. Prenada Media

Tobing, R. L. (2011). Efektivitas Undang- Undang Money Loundering. Badan Pembinaan Hukum Nasional, Jakarta: Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia

Weiss, M. L. (2010). Malaysia- Indonesia Bilateral Relations: Sibling Rivals in a Fraught Family. Singapura: Institute of Southeast Asia Studies

Jurnal

Ade, I. T. (2014). Peran ASEAN dan Negara Anggota ASEAN terhadap Perlindungan Pekerja Migran. Jurnal Rechtsvinding. 2(2). 255-280

Agus, H. (2014). Prinsip Bebas Aktif dalam Kebijakan Luar Negeri Indonesia: Perspektif Teori Peran. Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi. 4(2)

Almaas, R.P & Viani, P.S. (2021). ASEAN Consensus on The Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers sebagai Rezim Perlindungan Pekerja Migran Berketerampilan Rendah di ASEAN. Padjajaran Journal of International Relation. 3(2). 242-264

Diana, T.C. (2020). Mengurai Teori Effectiveness of Law Anthony Allot. Jurnal Rechtsvinding. Hal. 2089-9009

Edithea, S. L, Ismi, D.A.N & Mahendra, W. (2021). Hegemonic Project and the Protection of Migrant Workers in ASEAN. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding. 8 (8), 30-35

Martin, R. & Anin, L.Q. (2021). Hubungan Bilateral Indonesia- Malaysia dalam Persoalan TKI Ilegal tahun 2004- 2011. Chronologia. 2(3), 126-132

Sinta, H. (2018). The Challenge of ASEAN Migrant Workers’ Welfare Commoditazion Versus Human Rights, Mandala Jurnal Hubungan Internasional. 1(2). 210-230.

Tunirah, H. (2015). Potential Social Capital of Indonesian Immigrant in Malaysia: A Preliminary Research. 2nd Global Conference on Business and Social Science -2015. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 211, 383-389.

Undang- Undang Indonesia

Undang Undang Dasar Republik Indonesia 1945

Undang Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran

Undang- Undang Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2021 Tentang Pelaksanaan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

Undang- Undang Malaysia

The Employment Act 1955 (Act 265)

Minimum Wages Order 2018

Minimum Wages Order 2020

Perjanjian Internasional

Universal Declaration of Human Rights 1948

International Covenant on Civil and Political Rights 1966

International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights 1966

Vienna Convention 1969

UN Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women 1979

UN Convention on the Rights of the Child 1989

UN Convention for the Protection of the Rights of all Migrant Workers and members of their families 1990

UN Convention on the Elimination of All Forms of Racial Discrimination 1990

UN Convention against Transnational Organized Crime 2000

The ASEAN Declaration on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers 2007

ASEAN Consensus on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers 2017

Memorandum of Understanding between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of Malaysia on the Employment and Protection of Indonesian Domestic Migrant Workers in Malaysia 2022

Laporan dan Dokumen Resmi

BNP2TKI. (2018). Data Penempatan dan perlindingan PMI. Jakarta: Pusat Penelitian, Pengembangan dan Informasi

Earthworm Foundation. (n.d). Earthworm Foundation Factsheet: Working Hours and Wages.

International Organization for Migration. (2020). World Migration Report 2020. Jenewa: International Organization for migration.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. (2022). Data Kasus di Perwakilan Republik Indonesia di Malaysia. Jakarta: Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia Kementerian luar Negeri Republik Indonesia

Labour Migration Branch (MIGRANT). (2016). Protecting Migrant Domestic Workers: The International Legal Framework at a Glance. Jenewa: International Labour Organization.

Organisasi Perburuhan Internasional. n.d. Perlindungan & Pencegahan untuk Pekerja Migran Indonesia, Jakarta: Organisasi Perburuhan

United Nations Department of Economic and Social Affairs. (2020). International Migrant Stock 2020: Destination and origin. United Nations Department of Economic and Social Affairs

Disertasi

Anisa, R. (2020). KERJA SAMA BILATERAL INDONESIA DAN MALAYSIA TERKAIT PENANGANAN KASUS TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) ILEGAL DI MALAYSIA PADA KURUN WAKTU 2015-2018. (Disertasi Doktoral)

Marcus, P.G. (2011). Kriminalisasi dan Penalisasi dalam Rangka Fnungsionalisasi Perda dan Retribusi. Samarang: Disertasi Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Diponegoro

Wawancara

Yudhi, A. (2022, 19 Mei). Wawancara dengan Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia terkait Implikasi dari Asean Consensus on The Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers Tahun 2017 Terhadap Perlindungan Pengupahan yang Layak Bagi Pekerja Migran Indonesia Sektor Informal di Malaysia. (Aulia Yuti Serera, Pewawancara)

Website

Ady, T.D.A. (2017). UU Perlindungan Pekerja Migran Atur Sanksi yang Lebih Berat. Dikutip pada tanggal 31 Mei 2022 dari https://www.hukumonline.com/berita/a/uu-perlindungan-pekerja-migran-atur-sanksi-yang-lebih-berat-lt59f30ac4b73be?page=1

Badan Pusat Statistik. (2021). Hasil Sensus Penduduk 2020, Dikutip pada tanggal 2 Juni 2022 dari https://www.bps.go.id/pressrelease/2021/01/21/1854/hasil-sensus-penduduk-2020.html

Bilahari,K. (2020). ASEAN’s Commitment to Consensus. Dikutip pada tanggal 25 Mei 2022 dari https://www.internationalaffairs.org.au/australianoutlook/aseans-commitment-to-consensus/

Downloads

Published

2023-07-21