Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jahe Merah Terhadap Pemberian Pupuk Kandang Puyuh dan N, P, K Pada Tanah Gambut

Authors

  • Haris Ganda Saputra Simarmata Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak 78124, Indonesia
  • Darussalam Darussalam Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak 78124, Indonesia
  • Dwi Zulfita Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak 78124, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.26418/snja.v1i4.100109

Keywords:

Gambut, Jahe merah, Kandang Puyuh, KCL, SP-36, Urea

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui interaksi antara pupuk kandang burung puyuh dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jahe merah pada tanah gambut dan Mendapatkan interaksi antara pupuk kandang burung puyuh dan pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan tanaman jahe merah pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 01 Mei sampai 31 Agustus 2024 pada lokasi yang terletak di jl. Parit haji mukhsin 2 Kubu Raya, Kalimantan Barat. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Faktorial Rancangan Acak Lengkap(RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu pupuk kandang puyuh (p) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, sedangkan faktor kedua yaitu pupuk anorganik (n) juga terdiri dari 3 taraf perlakuan. Masing masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 108 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah adalah, p1(10 ton/ha setara dengan 50 g/polybag), p2(20 ton/ha setara dengan 100 g/polybag), p3(30 ton/ha setara dengan 150 g/polybag) dan n1(Urea 40 kg/ha, SP-36 35 kg/ha, KCl 37,5 kg/ha setara dengan Urea 0,64 g, SP-36 0,56 g, KCl 0,6 g/tanaman), n2(Urea 80 kg/ha, SP-36 70 kg/ha, KCl 75 kg/ha setara dengan Urea 1,28 g, SP-36 1,12 g, KCl 1,2 g/tanaman), n3(Urea 160 kg/ha, SP-36 140 kg/ha, KCl 150 kg/ha setara dengan Urea 2,56 g, SP-36 2,24 g, KCl 2,4 g/tanaman). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pada interaksi pupuk kandang burung puyuh dosis 30 ton/ha dan pupuk 160 urea, 140 SP-36, 150 kg/ha KCl dapat meningkatkan hasil jahe merah yang terbaik pada tanah Gambut.

References

Abdul, A. (2006). Pengelolaan pupuk organik untuk pertanian berkelanjutan. Dalam A. Azis, Mengenal Jenis Pupuk Organik Dalam Budidaya Pertanian Ramah Lingkungan.

Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat. (2022). Kalimantan Barat Dalam Angka. Pontianak: Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat

Baherta. (2002). Pengaruh Pupuk Kandang terhadap Sifat Fisik, Kimia, dan Biologi Tanah. (Mengutip Mangungsong, 1991)

Bermawie, N. dan Purwiyanti, S. (2012). Botani, Sistematika dan Keragaman Kultivar Jahe. Status Teknologi Hasil Penelitian Jahe 1 (1) ; 3

Darwati, H., & Setiawati, E. (2020). Teknologi Budidaya Jahe Merah di Lahan Kering. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor.

Firda, Y.(2009). Respon Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merril) terhadap Cekaman Kekurangan Air dan Pemupukan Kalium. Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Riau, Pekanbaru.

Ginting, Y. (2010). Pengaruh Pupuk Kandang Burung Puyuh terhadap Sifat Tanah dan Produktivitas Tanaman Umbi

Hapsoh dan Hasanah, Y. (2011). Budidaya tanaman Obat dan Rempah. USU PRESS: Medan

Hardjowigeno, S. (1986). Genesis dan Klasifikasi Tanah. Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian IPB: Bogor

Huri, E., dan Syafriadiman. (2007). Jenis dan Kelimpahan Zooplankton dengan Pemberian Dois Pupuk Kotoran Burung Puyuh yang Bebeda. Jurnal Berkala Perikanan Terubuk. 35 (1): 1-19.

Janson, P.C. (1981). Spices, Condiments and Medicinal Plants in Ethopia. Wagenurgan: Centre for Agricultural Publishing & Documentation.

Kawai T (1994). Anti-emetic principles of Magnolia obovata Bark and Zingiber officinale Rhizome, Plan Med., 60: 17-20.

Kharis Triyono dan Sumarmi (2018). budidaya tanaman jahe di desa plesungan kecamatan gondangrejo kab. karanganyar provinsi jawa tengah. ADIWIDYA, Volume II Nomor 2 – November 2018

Najiyati, S. Lili Muslihat dan I Nyoman N. Suryadiputra.(2005). Panduan Pengelolaan Lahan Gambut untuk Pertanian Berkelanjutan. Proyek Climate Change, Forest and Peatlands In Indonesia. Wetlands Internasiona-Indonesia Programmed dan Wildlife Habitat Canada-Bogor.Indonesia

Notohadiprawiro, T. (1998). Tanah dan Lingkungan. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Departemen Pendidkan dan Kebudayaan dan Kebudayaan. Jakarta. 237 hal.

Nurzakiah, S. (2014). Pengelolaan tata air lahan gambut. Di dalam buku panduan.Panduan Pengelolaan Berkelanjutan Lahan Gambut Terdegradasi. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Paimin, F. B dan Muharnato. (2008). Budidaya, Pengelolaan, Perdagangan jahe. Penebar Swadaya. Jakarta

Poerwowidodo. (1992). Telaah Kesuburan Tanah. Penerbit Angkasa. Bandung. 275 hal POM RI, 18-20.

Rifai, B dan S. Sosrosoedirdjo. (1977). Ilmu Memupuk. CV Yasaguna. Bandung.

Riyawati. (2012). Pengaruh Unsur Hara Nitrogen terhadap Pertumbuhan Tanaman

Roidah, I. S. (2013). Sifat-sifat pupuk kandang. Bertani Academy.

Rukmana, R. (2000). Usaha Tani Jahe. Yogyakarta: Kanisius.

Rukmana, R. (2019). Budidaya Jahe Merah dan Pengolahannya. Jurnal Agronomi dan Hortikultura. Penerbit Kanisius, Yogyakarta

Downloads

Published

2025-12-06

Issue

Section

Articles