Pengaruh Pupuk Organik Cair Bonggol Pisang dan Daun Kelor Sebagai Subtitusi AB Mix Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Pakcoy Pada Sistem Hidroponik

Authors

  • Faqih Emirullah Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak 78124, Indonesia
  • Basuni Basuni Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak 78124, Indonesia
  • Nurjani Nurjani Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak 78124, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.26418/snja.v1i1.100430

Keywords:

AB mix, banana weevil, hydroponic, liquid organic fertilizer, moringa leaf, pakcoy

Abstract

Larutan nutrisi menentukan keberhasilan budidaya tanaman secara hidroponik. Larutan nutrisi seperti AB mix harganya cukup mahal di pasar. Larutan nutrisi alternatif seperti pupuk organik cair (POC) bonggol pisang dan daun kelor diharapkan dapat dijadikan sebagai subtitusi nutrisi AB mix. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh POC bonggol pisang dan daun kelor sebagai subtitusi AB mix terhadap pertumbuhan dan hasil pakcoy pada sistem hidroponik. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 juni – 15 juli 2025, di lahan Golden River Camp, Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 7 taraf perlakuan dengan 20 ulangan. Total seluruh objek yang diamati berjumlah 140 tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu P1 = AB mix 100% + tanpa POC, P2 = AB mix 50% + 50% POC bonggol pisang, P3 = AB mix 50% + 50% POC daun kelor, P4 = AB mix 50% + 50% POC campuran bonggol pisang dan daun kelor, P5 = POC bonggol pisang 100% + tanpa AB mix, P6 = POC daun kelor 100% + tanpa AB mix, P7 = POC campuran bonggol pisang dan daun kelor 100% + tanpa AB mix. Semua perlakuan diberikan konsentrasi 1200 PPM. Variabel pengamatan pada penelitian ini meliputi luas daun, jumlah daun, volume akar, berat segar bagian atas tanaman dan berat kering bagian atas tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan AB mix tanpa POC berbeda nyata lebih baik dibandingkan dengan perlakuan subtitusi menggunakan POC bonggol pisang dan daun kelor pada semua variabel pengamatan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa POC bonggol pisang dan daun kelor tidak dapat menjadi subtitusi AB mix dalam mendukung pertumbuhan dan hasil pakcoy pada sistem hidroponik.

References

Anugrah, B. M.,Haris, A. & Abdullah. 2022. Pengaruh Konsentrasi Larutan Hara AB Mix dan POC Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium cepa var. ascalonicum) yang Ditanam Dengan Sistem Wick. Jurnal Ilmu Pertanian, 3(2), 23- 26

Cahyono, B. (2003). Teknik dan Strategi Budidaya Sawi Hijau. Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusantara.

Fatma, Harahap, I. S., Siahaan, I. M., & Berliana, Y. (2019). Pengaruh Konsentrasi dan Interval Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Samhong (Brassica juncea L.) Hidroponik. Agrinula : Jurnal Agroteknologi Dan Perkebunan, 2(2), 23–27.

Gardner, F. P., Pearce, R. B. & Mitchell, R. L. (1985). Physiology of Crop Plants. Lowa: Lowa State University Press

Ghani, M. A., & Riszqina. (2024). Efektitas Pupuk Organik Cair (POC) Daun Kelor (Moringa oleifera) pada Pertumbuhan Rumput Gajah (Pennisetum purpureum). Maduranch : Jurnal Ilmu Peternakan, 9(1), 1–7.

Hendri, M., Napitupulu, M., & Sujalu, A. P. (2015). Pengaruh Pupuk Kandang Sapi dan Pupuk NPK Mutiara Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung Ungu (Solanum melongena L.). Jurnal Ilmu Pertanian Dan Kehutanan, 14(2), 213–220.

Karoba, F., Suryani, & Nurjasmi, R. (2015). Pengaruh Perbedaan pH Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kailan (Brassica oleraceae) Sistem Hidroponik NFT (Nutrient Film Tecnique). Jurnal Ilmiah Respati Pertanian, 7(2), 529–534.

Lakitan, B. (2011). Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Lestari, M., Listiawati, A., & Arifin, N. (2017). Pengaruh Paket Nutrisi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Selada secara Hidroponik. Jurnal Sains Pertanian Equator, 6(1), 1–9.

Marginingsih, S. R., Susatyo, A. N., & Anas, M. D. (2018). Pengaruh Substitusi Pupuk Organik Cair pada Nurtisi AB Mix Terhadap Pertumbuhan Caisim (Brassicajuncea L.) pada Hidroponik Drip Irrigation System. Jurnal Biologi & Pembelajarannya, 5(1), 44–51.

Pangaribuan, D. H., Widagdo, S., Ginting, Y. C., Saputri, I. P., & Fathulloh, M. (2023). Pengaruh POC Rumput Laut sebagai Substitusi Nutrisi AB Mix pada Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) dengan Sistem Hidroponik. Agro Bali : Agricultural Journal, 6(3), 608–620.

Polii, M. G. M. (2009). Respon Produksi Tanaman Kangkung terhadap Variasi Waktu Pemberian Pupuk Kotoran Ayam. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Jember.

Rosmawaty, T., Baharuddin, R., & Priono, H. (2022). Efektivitas NPK Grower dan POC Bonggol Pisang pada Pertumbuhan Bibit Tanaman Pisang Kepok (Musa paradisiaca) Dengan Teknik Belahan Bonggol. Dinamika Pertanian, 37(3), 189–198.

Samadi, B. (2017). Teknik Budidaya Sawi dan Pak Choi. Depok: Pustaka Mina.

Simanullang, I., & Sulistyaningsih, E. (2020). Pengaruh Takaran Pupuk Organik Cair Dalam Nutrisi Hidroponik Rakit Apung Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Hijau (Brassica chinensis var. parachinensis). Skripsi. Prodi Agronomi, Universitas Gajah Mada.

Siregar, M. (2017). Respon Pemberian Nutrisi AB Mix pada Sistem Tanam Hidroponik Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi (Brassica juncea). Journal of Animal Science and Agronomy Panca Budi, 2(2), 18–24.

Suharjo, U. K. J., Siburian, W. L., & Marlin. (2023). Uji Enam Racikan Nutrisi Hidroponik pada Tanaman Pakchoy (Brassica rapa L.) sebagai Pengganti Larutan AB-Mix. Proceedings Series on Physical & Formal Sciences, 5, 251–259.

Taiz, L., & Zeiger, E. (2002). Plant Physiology. Sunderland: Sinauer Associates.

Widyabudiningsih, D., Troskialina, L., Fauziah, S., Shalihatunnisa, S., Riniati, R., Siti D., N., Hulupi, M., Indrawati, L., Fauzan, A., & Abdilah, F. (2021). Pembuatan dan Pengujian Pupuk Organik Cair dari Limbah Kulit Buah-buahan dengan Penambahan Bioaktivator EM4 dan Variasi Waktu Fermentasi. IJCA (Indonesian Journal of Chemical Analysis), 4(1), 30–39.

Downloads

Published

2026-02-02

Issue

Section

Articles