Pengaruh Pupuk N dan Inokulasi Rhizobium terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Hijau pada Tanah Gambut

Authors

  • Anisa Rahmawati Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak 78124, Indonesia
  • Rini Susana Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak 78124, Indonesia
  • Darussalam Darussalam Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak 78124, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.26418/snja.v2i1.100735

Keywords:

Kacang Hijau, Pupuk N, Rhizobium, Tanah Gambut

Abstract

Budidaya kacang hijau pada tanah gambut dihadapkan pada beberapa kendala, salah satunya yaitu rendahnya kandungan nitrogen, upaya meningkatkan kandungan nitrogen pada tanah gambut dapat dilakukan dengan pemberian pupuk N menggunakan pupuk urea, untuk meningkatkan efisiensi N maka dapat dilakukan dengan cara meningkatkan penambatan nitrogen dengan inokulasi menggunakan Rhizobium yang sesuai dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi pupuk N dan inokulasi rhizobium yang memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah gambut. Penelitian dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak dari bulan April hingga bulan Juni 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial, yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu pemberian pupuk N (N) dalam bentuk pupuk Urea yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu n1 = 25 kg/ha urea setara dengan 0,25 g/tanaman, n2 = 50 kg/ha urea setara dengan 0,5 g/tanaman, n3 = 75 kg/ha urea setara dengan 0,75 g/tanaman, n4 = 100 kg/ha urea setara dengan 1 g/tanaman dan faktor kedua yaitu inokulasi rhizobium (R) yang terdiri dari 2 taraf perlakuan yaitu r0 = Tanpa rhizobium dan r1 = Rhizobium. Terdapat 8 kombinasi perlakuan yaitu : n1r0, n1r1, n2r0, n2r1, n3r0, n3r1, n4r0 dan n4r1 yang terdiri dari 3 ulangan. Variabel yang di amati adalah tinggi tanaman, umur berbunga, berat kering tanaman, jumlah bintil akar total, jumlah bintil akar efektif, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per polong, berat biji per tanaman, berat 100 butir biji kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi pupuk N dan inokulasi rhizobium terhadap variabel berat kering tanaman, perlakuan pupuk N 25 kg/ha tanpa rhizobium menghasilkan berat kering tanaman terbaik dengan rerata 25,38 g, akan tetapi pemberian pupuk N dan inokulasi rhizobium pada berbagai dosis secara tunggal tidak berpengaruh terhadap variabel tinggi tanaman 2 MST, 3 MST, 4 MST, 5 MST, umur berbunga, berat kering tanaman, bintil akar total, bintil akar efektif, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per polong, berat biji per tanaman, dan berat 100 butir biji kering.

References

Adisarwanto, T. 2008. Budidaya kacang hijau. Jakarta: Penebar Swadaya.

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. 2020. Laporan Tahunan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 2020. Jakarta: Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.

Direktorat Pengendalian Kerusakan Gambut. 2017. Proporsi Luasan Kesatuan Hidrologis Gambut di Indonesia. Jakarta : Direktorat Pengendalian Kerusakan Gambut.

Hadzafi, M. M., dan Sugito, Y. 2020. Pengaruh dosis Rhizobium dan dosis Pupuk Urea terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Panjang (Vigna sinensis L.). Jurnal Produksi Tanaman, 8(9), 848-855.

Hardjowigeno, S. 2010. Ilmu Tanah. Jakarta: Akademika Pressindo.

Jabpri, P., Sasli, I., dan Wasi’an, W. 2019. Pengaruh inokulasi Rhizobium dan pupuk urea terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada tanah PMK. Jurnal Sains Pertanian Equator, 8(4), 1–12.

Karimah, D. A. dan Koesriharti. 2022. Pengaruh Inokulasi Rhizobium dan Pupuk Anorganik NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine Max (L.) Merril). Jurnal Produksi Tanaman, 10(12), 684-693.

Kuswanto. 2008. Pemuliaan kacang hijau. Malang: Universitas Brawijaya Press.

Lakitan, B. 2011. Dasar-dasar fisiologi tumbuhan. Jakarta: Rajawali Pers.

Lingga, P., dan Marsono. 2013. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Jakarta: Penebar Swadaya.

Meitasari, A. D., dan Wicaksono, K. P. 2016. Inokulasi Rhizobium dan perimbangan pemupukan nitrogen pada tanaman kedelai (Glycine max L.) varietas Wilis. Plantropica: Journal of Agricultural Science, 1(2), 102–112.

Meitasari, A. D., dan Wicaksono, K. P. 2017. Inokulasi Rhizobium dan Perimbangan Nitrogen pada Tanaman Kedelai (Glycine max (L) Merril) Varietas Wilis. Plantropica Journal of Agricultural Science, 2(1), 55–63.

Mu'min, M., Numba, S., dan Galib, M. 2021. Pengaruh Inokulasi Rhizobium Dan Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merr). AGrotekMAS : Jurnal Ilmu Pertanian, 2(3), 7-18.

Najiyati, S. dan Danarti. 1992. Palawija Budidaya dan Analisis Usaha Tani. Jakarta: Penebar Swadaya.

Ni’am, A. M., dan Bintari, S. H. 2017. Pengaruh Pemberian Inokulan Legin dan Mulsa Terhadap Jumlah Bakteri Bintil Akar Dan Pertumbuhan Tanaman Kedelai Varietas Grobogan. Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences, 40(2), 80-86.

Ningsih, W., Hodiyah, I., dan Suhardjadinata. 2020. Pengaruh Inokulasi Rhizobium Phaseoli Dan Pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kacang Hijau (Vigna radiata L.). Media Pertanian, 5(2), 63–72.

Noor, M. 2001. Pertanian lahan gambut: potensi dan kendala. Yogyakarta: Kanisius.

Novizan. 2002. Petunjuk Pemupukan yang Efektif. Jakarta: Agromedia Pustaka.

Pateda, S., Hapsari, R., dan Rahmawati, I. 2017. Pengaruh inokulasi Rhizobium dan pemupukan N terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah. Jurnal Pertanian Tropik, 4(2), 122–131.

Purwaningsih, S. 2011. Efektivitas inokulasi Rhizobium terhadap pertumbuhan tanaman legum pada berbagai kondisi tanah. Jurnal Tanah dan Iklim, 34, 49–56.

Purwono dan R. Hartono. 2005. Kacang Hijau. Jakarta: Penebar Swadaya

Rahmawati, N. 2005. Pemanfaatan Biofertilizer pada Pertanian Organik. Tesis Fakultas Pertanian Universitas Sumatera utara. Medan.

Rasyid, H. 2013. Respon tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) terhadap pemberian pupuk nitrogen dan inokulasi Rhizobium. Jurnal Agrotek Tropika, 1(2), 101–108.

Sarief, S. 1989. Kesuburan dan pemupukan tanah pertanian. Bandung: Pustaka Buana.

Sasli. I. 2011. Karakteristik Gambut Dengan Berbagai Bahan Amelioran Dan Pengaruhnya Terhadap Sifat Fisik Dan Kikia Guna Mendukung Produktivitas Lahan Gambut. Jurnal Agrovigor. 1(4), 159-169.

Setyamidjaja, D. 1990. Kacang hijau: budidaya dan pemanfaatannya. Jakarta: Penebar Swadaya.

Simanungkalit, R.D.M., Saraswati, R., Hastuti, R.D., dan Husen, E. 2006. Pupuk Hayati dan Pupuk Organik. Jakarta: Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Litbang Pertanian.

Soelaksini, L. D., Irawan, T. B., dan Nuraisyah, A. 2022. Peningkatan Produksi Kacang Hijau (Vigna radiata L) menggunakan Pupuk Azolla Pinnata dan Pupuk Urea. Jurnal Ilmiah Inovasi, 22(1), 73–83.

Somasegaran, P., dan Hoben, H. J. (2012). Handbook for Rhizobia: Methods in Legume-Rhizobium Technology. New York: Springer Science and Business Media.

Subiksa, I. G. M., dan Agus, F. 2003. Pengelolaan tanah gambut untuk pertanian berkelanjutan. Bogor: Balai Penelitian Tanah.

Sudaryono. 2012. Pengaruh jarak tanam dan populasi terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau. Jurnal Penelitian Pertanian, 31(1), 45–52

Suharjo, B. 2011. Fisiologi tanaman pangan tropika. Jakarta: Rajawali Pers.

Suprapto, H. S. 2004. Kacang hijau: budidaya dan pascapanen. Jakarta: Penebar Swadaya.

Suryantini. 2015. Respons pertumbuhan dan hasil kacang hijau terhadap pemberian Rhizobium dan fosfor di lahan kering. Jurnal Agronomi Indonesia, 43(2), 95–101.

Sutedjo, M. M. 2010. Pupuk dan Cara Pemupukan. Jakarta: Rineka Cipta.

Usman, Hadie, J., dan Zulhidiani, R. 2015. Inokulasi Rhizobium Indigenous dan Takaran Pupuk Urea Terhadap Nodulasi dan Pertumbuhan Kacang Nagara pada Media Tanah Gambut. Journal Agri Peat, 16(1), 9-19.

Yuliani, D., dan Yuwariah, Y. 2016. Pengaruh pupuk hayati Rhizobium terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau (Vigna radiata L.) pada tanah masam. Jurnal Kultivasi, 15(3), 205–212

Published

2026-02-26

Issue

Section

Articles