Pengaruh Beragam Media Matriconditioning terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Kedelai

Authors

  • katarina juwita Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak 78124, Indonesia
  • Tantri Palupi Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak 78124, Indonesia
  • Dini Anggorowati Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak 78124, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.26418/snja.v2i1.102997

Keywords:

Matriconditioning, Penurunan Mutu Benih, Viabilitas, Vigor

Abstract

Faktor yang menentukan keberhasilan pengembangan tanaman kedelai adalah tersedianya benih bermutu. Penggunaan benih yang berkualitas rendah (telah mengalami penurunan mutu) menyebabkan rendahnya produktivitas kedelai dan dapat menurunkan vigor benih, sehingga diperlukan teknik invigorasi benih. Satu diantara metode invigorasi yang terbukti dapat meningkatkan perkecambahan benih adalah matriconditioning. Bahan-bahan yang biasa digunakan untuk matriconditioning seperti serbuk gergaji, vermikulit, dan batu bata merah yang sudah dihaluskan, arang sekam, abu gosok, serbuk jerami padi, pasir halus, abu sekam, pasir kuarsa, dan zeolite. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan viabilitas dan vigor benih kedelai dengan menggunakan beragam perlakuan matriconditioning seperti batu bata merah, serbuk gergaji, dan vermikulit. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Agronomi dan Klimatologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak. Penelitian dimulai dari tanggal 6 Mei sampai 31 Mei 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 taraf perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 24 unit percobaan. Setiap ulangan memiliki 2 sampel dan masing- masing sampel terdiri dari 25 benih, jadi total keseluruhannya terdapat 200 benih. Satu sampel untuk mengukur indeks vigor, keserempakan tumbuh, dan daya berkecambah sedangkan satu sampel lainnya untuk mengukur kecepatan tumbuh, panjang plumula, panjang radikula, berat kering kecambah normal dan laju pertumbuhan kecambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media matriconditioning yang menggunakan vermikulit lebih baik dalam meningkatkan viabilitas dan vigor benih kedelai yang dapat dilihat dari nilai tertinggi terhadap variabel pengamatan indeks vigor, keserempakan tumbuh, daya berkecambah, panjang radikula, dan berat kering kecambah normal.

References

Adie dan Krisnawati. 2007. Tanaman Kedelai. Dalam : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Budidaya Tanaman Kedelai di Lahan Pasir Pantai. Yogyakarta : LPPM UPN Veteran.

Adisarwanto, T. 2005. Budidaya Kedelai dengan Pemupukan yang Efektif dan Pengoptimalan Peran Bintil Akar. Jakarta : Penebar Swadaya.

Darmawan. 2014. Proses Pembentukan Biji dan Kecambah. Dalam : Ronal Watrianthos. Teknologi dan Produksi Benih. Medan : Yayasan Kita Menulis.

Danuarti. 2005. Pengaruh Media Penyimpanan Benih Terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Padi Pandanwangi. Journal of Agroscience. 7 (2), 302

Justice, O. L., dan L. N. Bass. 1994. Prinsip Praktek Penyimpanan Benih. Diterjemahkan oleh Rennie Roesli. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

Kartasapoetra, A. G. 2003. Teknologi Benih. Pengolahan Benih dan Tuntunan Praktikum. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

Khoes, F., dan Arief, R. 2010. Pengaruh perlakuan matriconditioning terhadap viabilitas dan vigor benih jagung. Balai Penelitian Tanaman Serealia.

Lesilolo, M, K., Riry, J., dan Matatula, E, A. 2013. Pengujian Viabilitas dan Vigor Benih Beberapa Jenis Tanaman yang Beredar di Pasaran Kota Ambon. Dalam Jurnal Agrologia. 2:1-9. Fakultas Pertanian Universitas Pattimura.

Saryoko., Nurhidayah, S., Mapegau., dan Riduan, A. 2013. Tekhnik Matriconditioning Arang Sekam Padi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max L. Merill) Asal Benih Kedaluwarsa. Jurnal Media Pertanian. 10 (1) April 2025, pp. 40-45

Published

2026-02-26

Issue

Section

Articles